Menu

12 Cara Efektif Supaya Kamu Nggak Jadi Orang yang Suka Menunda-Nunda Segala Sesuatu

Kebiasaan menunda-nunda segala sesuatu, baik itu tugas sekolah, tugas kuliah, pekerjaan rumah atau pekerjaan kantor bukanlah hal yang baik. Ciri-ciri orang yang suka menunda-nunda adalah selalu punya alasan untuk melakukan hal-hal yang bisa dilakukan segera untuk dilakukan nanti aja. Menurut penelitian, alasannya bukan sekedar malas, lho. Menunda-nunda bisa juga terjadi karena kamu gugup, takut salah atau berpikiran negatif terhadap tugas atau pekerjaan tersebut. 

Gimana cara mengatasi hal ini? diambil dari berbagai sumber yang dirangkum oleh situs Daily Infographic, berikut 12 cara efektif supaya kamu nggak jadi orang yang menunda-nunda segala sesuatu. 

Kenali diri kamu sendiri.

Caranya: Pahami kenapa kamu suka menunda-nunda segala sesuatu. Apakah karena gugup, takut, atau sekedar malas.

Kalau kamu sudah tahu apa penyebabnya, kamu bisa lebih mudah mencari solusinya.

Berlatih manajemen waktu yang efektif.

Caranya: Bikin estimasi waktu dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan.

Pengaturan yang efektif bakal membantu kamu meningkatkan kinerja dan menghindari stres.

Ubah sudut pandang kamu.

Caranya: Cari bagian yang menarik dari pekerjaan tersebut. Misalnya, mengerjakan makalah kuliah memang bukan hal mudah. Tapi bagian menyenangkannya adalah kamu bakal bertemu dengan teman-teman kamu untuk berdiskusi bersama.

Mengidentifikasi hal yang menarik dari sebuah pekerjaan bikin kamu nggak terintimidasi.

Punya komitmen terhadap pekerjaan tersebut.

Caranya: Bikin daftar yang harus dikerjakan dan usahakan kamu berhasil menceklis semuanya.

Dengan cara ini, kamu meningkatkan rasa percaya diri untuk berkomiten terhadap pekerjaan tersebut.

Bekerjalah di lingkungan yang produktif.

Caranya: Pilih tempat paling nyaman untuk kamu mengerjakan pekerjaan tersebut dan kurangi distraksi.

Cara ini bisa meningkatkan fokus kamu dan mempercepat pekerjaan supaya selesai tepat waktu.

Realistis.

Caranya: Set target yang terukur dan bisa kamu capai.

Target yang terlalu banyak dan nggak realistis bikin kamu makin malas untuk mulai mengerjakan pekerjaan tersebut.

Bicara dan berpikir secara positif terhadap diri sendiri.

Caranya: Tanamkan pikiran dan perkataan positif terhadap diri sendiri.

Bikin jadwal yang variatif.

Caranya: Bikin jadwal yang bervariatif, bukan cuma jadwal berisi pekerjaan kamu aja tapi juga kegiatan lain yang nggak terkait pekerjaan.

Jadwal yang variatif ini bikin kamu semangat ketika sebuah pekerjaan bisa selesai.

Pakai Metode Swiss-Cheese.

Caranya: Dedikasikan sedikit demi sedikit waktu kamu untuk mengerjakan sesuatu yang besar.

Bagi pekerjaan yang besar menjadi beberapa bagian supaya kamu lebih gampang dan semangat mengerjakannya.

Jangan kebanyakan ngayal.

Caranya: Stop ngayal tentang mencapai sebuah hasil yang besar, tapi nggak mulai mengerjakan apapun.

Ingat, gaes, kebanyakan ngayal adalah musuh terbesar dari motivasi. 

Rencanakan cara mengatasi rintangan.

Caranya: Pikirkan kira-kira rintangan apa aja yang bikin kamu akhirnya menunda-nunda segala sesuatu. Misalnya, rintangan terbesar kamu adalah ngintip media sosial. Solusinya, kamu boleh lihat media sosial kalau udah mengetik sebanyak dua halaman.

Cara ini bikin mental kamu siap terhadap rintangan dan tahu solusi apa yang harus dilakukan pas rintangan itu datang.

Tingkatkan kebiasaan belajar.

Caranya: Ubah mindset kamu bahwa mengerjakan sesuatu adalah untuk memuaskan pihak tertentu. Tanamkan bahwa pekerjaan itu bakal bermanfaat untuk kamu belajar mengakses informasi dan tahu hal-hal baru.

***

Semoga cara-cara di atas bisa membantu kamu supaya lebih produktif ya, gaes! Semangat!

(Sumber gambar: insights.nationalseminarstraining.com, dailyinfographic.com)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 2 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 11 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 18 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 18 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©