Menu

Yuk, Kenalan dengan 6 Generasi: Silent, Boomers, X, Y, Z dan Alpha

Pernah mendengar istilah generasi Silent, Baby Boomers, X, Y, Z dan Alpha nggak, gaes? Menurut Teori Generasi (Generation Theory), istilah-istilah tersebut menggambarkan pengelompokan manusia berdasarkan generasi tahun kelahirannya.

Bicara tentang generasi, tentunya mereka memiliki karakter yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor—termasuk lingkungan di sekitar mereka yang membentuk kepribadian itu tersendiri. Yuk, simak ulasan 6 generasi berikut ini.

1.Generasi Silent (1922-1945)

Generasi Silent (1922-1945)

Generasi yang dikenal juga sebagai generasi Veteran atau Tradisionalis ini terlahir saat The Great Depression (kekacauan ekonomi global). Karena krisis global ini, mereka hidup sulit serba kekurangan.

Selain itu, generasi ini juga mengalami berbagai kejadian besar, seperti Great Depression, Pearl Harbor, dan awal terjadinya Perang Dunia II. Akibatnya, sebagian besar generasi ini percaya pada konsep duty before pleasure.

Di dunia kerja, generasi ini sangat bertanggung jawab untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menjadi pemimpin dan menangani tugas penting, lho. Karena kacaunya perekonomian dunia pada saat itu, mengakibatkan mereka sangat berhati-hati dan konservatif dalam membelanjakan uang mereka. Mereka juga cenderung patriotik, lebih patuh hukum, dan taat pada kewajiban.

2. Generasi Baby Boomers (1946-1960)

Generasi Baby Boomers (1946-1960)

Disebut Baby Boomers karena pada saat itu, terdapat ledakan besar di Amerika Serikat. Lahir dan tumbuh di jaman yang belum modern dan minim lapangan pekerjaan, membuat masa muda generasi Baby Boomers ini memiliki sifat kompetitif.

Generasi ini berorientasi pada pencapaian, berdedikasi, memiliki rasa ingin tau yang tinggi, mandiri, sangat fokus pada karier dan optimis dengan pencapaian yang mereka telah lakukan. Mereka pun sampai disebut generasi workaholic, nggak suka dikritik, tapi suka mengritik generasi muda karena kurangnya etika kerja dan komitmen generasi muda terhadap tempat kerja.

Meski begitu, di balik sifat mereka yang suka bekerja keras, mereka punya tujuan penting yakni membahagiakan keluarganya—terutama anak-anak mereka, gaes. Intinya, generasi ini punya karakter setia sama keluarga dan rela bekerja keras asalkan keturunannya bisa mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya.

3. Generasi X (1961-1980)

Generasi X (1961-1980)

Anak yang sering merasa sendirian akibat ditinggal orang tuanya bekerja—merupakan istilah yang kerap diberikan untuk para generasi X. Maklum, generasi ini dibesarkan oleh orang tua alias generasi Baby Boomers yang workaholic.

Generasi ini terlahir pada masa-masa adanya gejolak dan transisi (di bidang ekonomi, kemasyarakatan, kebudayaan dan transformasi dunia industri) serta menyaksikan berbagai konflik global seperti jatuhnya Uni Soviet dan Tembok Berlin.

Generasi X (1961-1980)

Kondisi tersebut membuat generasi ini cenderung lebih toleran, mandiri, tekun dalam bekerja, dan memiliki jiwa pengusaha. Apalagi, generasi ini mulai mengenal yang namanya komputer sehingga mereka mulai berpikir secara inovatif untuk mempermudah kehidupan manusia.

Orang yang terlahir di generasi ini pun mulai sadar akan pentingnya dana pensiun untuk masa depan—sehingga mereka cenderung menggunakan uang yang dimilikinya untuk modal usaha, biaya anak, membeli kendaraan dan membeli properti.

Oyaa, orang tua kamu mungkin udah lahir pada era ini atau era Baby Boomers, gaes.

4. Generasi Y (1981-1994)

Generasi Y (1981-1994)

Generasi Y atau yang lebih akrab dengan sebutan Millennial/ Milenium adalah generasi yang lahir di saat teknologi sedang berkembang. Generasi yang berusia 21 hingga 36 tahun ini udah mulai berinteraksi dengan teknologi, gaes.

Kehadiran internet yang semakin canggih mulai dari komputer, video games, gadget, dan smartphone membuat generasi ini mudah mendapatkan informasi secara cepat dan mudah. Mereka juga banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti E-mail, SMS, Instan Messaging (Yahoo Messenger) dan Media Sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, dan lain-lain).  Karena hal itulah mereka memiliki ide-ide visioner dan inovatif dalam hal pemanfaatan teknologi (tech-savvy).

Walaupun generasi Y ini ambisius dalam bekerja tapi mereka tetap mementingkan me time, lho. Keseimbangan antara gaya hidup dan pekerjaan membuat generasi ini cenderung mencari pekerjaan yang bisa menunjang hal tersebut dan tetap bisa melakukan hobi yang mereka suka. Di samping kerja kantoran, mereka juga memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi—bahkan sebagian dari mereka ada yang membuka bisnis sendiri.

Generasi Y (1981-1994)

Dengan kelebihan yang dimilikinya tersebut, generasi ini punya kepercayaan diri yang baik dan tetap menjunjung tinggi kritik dan saran dari orang lain. Dalam dunia industri, mereka pun harus diperlakukan berbeda dengan generasi sebelumnya karena mereka terbiasa hidup dengan pola kekinian dan sangat kreatif.

Karena terlahir di era globalisasi, generasi milennial ini cenderung bersifat konsumtif, gaes.  Mereka banyak menghabiskan uang yang dimiliki untuk membeli gadget keluaran terbaru, kendaraan, jalan-jalan dan kuliner. Ehh, tapi mereka juga sadar, kok, akan pentingnya properti untuk keluarga.

Btw, gen Y ini lebih mementingkan kebersamaan, solidaritas, kebahagiaan bersama dan eksistensi diri mereka yang harus dihargai secara sosial.

5. Generasi Z (1995-2010)

Generasi Z (1995-2010)

Generasi ini adalah generasi yang lahir di era tahun 1995, gaes. Usia tertua generasi ini adalah mereka yang berusia 21 tahun—yang sebentar lagi baru akan lulus dari bangku kuliah dan belum memasuki dunia kerja. Generasi ini isebut juga iGeneration, generasi net atau generasi internet.

Mereka memiliki kesamaan dengan generasi Y. Tapi, bedanya, mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu. Waah, hebat, ya!

Sejak lahir generasi Z ini udah berhubungan langsung dengan beragam aplikasi internet. Sehingga generasi ini sangat mudah beradaptasi dengan teknologi komunikasi. Contohnya, bermain Twitter dengan ponsel, browsing dengan komputer, dan mendengarkan musik menggunakan headset. Intinya, apapun yang mereka lakukan kebanyakan berhubungan dengan dunia maya.

Generasi Z (1995-2010)

Karena lahir di saat teknologi berkembang semakin pesat, generasi ini sangat bergantung pada teknologi, gadget, dan aktivitas lain di media sosial. Mereka lebih memprioritaskan popularitas, jumlah followers dan like.

Sementara dalam hal konsumsi media sosial, generasi milennial menghabiskan rata-rata 6-7 jam per minggu, sedangkan gen Z memeriksa media sosial mereka seenggaknya hampir setiap jam. Nah, sayangnya, ketergantungan tersebut membuat mereka suka dengan hasil yang instan, cenderung keras kepala, dan selalu terburu-buru.

Mereka juga sangat menyukai kegiatan sosial dan bergaul, lho. Hal ini membuat mereka dengan suka rela mengeluarkan banyak uang untuk bersenang-senang. Selain media sosial, generasi ini gemar sekali melakukan transaksi belanja secara daring karena dinilai praktis dan bisa dilakukan di mana aja.

Generasi Z (1995-2010)

Meski begitu, generasi ini sangat suka dengan tantangan baru, lhoo. Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi, membuat generasi ini mudah untuk mendapatkan uang secara instan.

Nggak cuma uang dari pemberian orang tua, tapi mereka bisa menghasilkan uang dengan berselancar di media sosial dan kreativitas mereka masing-masing (Misalnya, jadi Youtuber ataupun Selebgram). Jadi, nggak heran banyak anak generasi Z yang belum kerja formal tapi udah punya penghasilan sendiri.

Oyaa, gen Z ini tumbuh di lingkungan pendidikan yang lebih demokratis dan lebih mengaplikasikan high tech. Mereka adalah generasi yang lebih internet-savvy daripada generasi sebelumnya.

6. Generasi Alpha (2011-Sekarang)

Generasi Alpha (2011-Sekarang)

Generasi ini adalah lanjutan dari generasi Z dimana mereka udah terlahir dengan teknologi yang semakin berkembang sangat cepat. Umur paling tua dari generasi ini adalah 7 tahun. Mereka terlahir dari keluarga dengan masa generasi Y—yang juga terlahir pada masa-masa awal perkembangan teknologi.

Jadi, nggak heran, di usia mereka yang masih balita, mereka udah mengenal dan berpengalaman menggunakan gadget, smartphone dan kecanggihan teknologi yang ada. Hal ini, tentunya akan mempengaruhi perkembangan anak-anak generasi Alpha serta membuat pola pikir mereka menjadi lebih terbuka, transformatif, dan inovatif dibandingkan generasi-generasi sebelumnya.

Saat ini, emang belum bisa diprediksi watak dari generasi Alpha dalam bekerja dan bagaimana kecenderungannya menghabiskan uang. Meski begitu, nggak sedikit dari mereka yang udah bisa menjadi sumber penghasilan bagi orang tuanya berkat kemajuan media sosial, lho. Dulu, ‘kan, cuma anak artis dan publik figur aja yang bisa terkenal. Tapi, kini anak kecil siapa aja yang lucu dan menarik bisa menjadi sorotan dan bintang.

Generasi Alpha (2011-Sekarang)

Namun di balik kelebihan anak generasi Alpha, mereka sangat membutuhkan peran dan kasih sayang orang tua. Butuh strategi khusus untuk mendidik generasi ini agar mereka tumbuh menjadi anak yang mahir dengan teknologi tapi tetap menghargai nilai-nilai kekeluargaan.

***

Nah, itulah 6 generasi yang perlu kalian ketahui, gaes. Dengan mengetahui setiap perbedaan di setiap generasi, kalian bisa semakin mengenal pola pikir, saling memahami dan memaklumi setiap kelebihan dan kekurangan dari masing-masing generasi di atas.

Jadi, termasuk generasi manakah kalian?

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: awci.com, generationy.com, americasadvocacygroup.com, monster.com, theconversation.com, inspiratorfreak.com, milady.cengage.com, estetikapers.com, medium.com, mommiesdaily.com, getnsocial.com, firstmomsclub.in, directsellingnews.com)

 

LATEST COMMENT
Ryan Lissabilla | 2 jam yang lalu

Ga suka Matematika,Tapi suka otak atik

13 Ciri Kamu Cocok Kuliah di Jurusan Teknologi dan Komputer
Aditya Guntur | 8 jam yang lalu

Open endorse pria Instagram @guntur_g9

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Shahfa Ananda | 14 jam yang lalu

apa aja sih kak jurusan yang berkaitan dengan fisika selain teknik sipil?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Arif Alfon Gordon | 1 hari yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 1 hari yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©