Menu

Tak Selalu Negatif, Ini 7 Manfaat Memiliki Sifat Marah

"Jangan marah-marah mulu, nanti cepet tua, lhoo!" Di keseharian kamu, pasti kamu pernah denger kata-kata itu atau kamu sendiri yang bilang begitu ke orang lain.

Ya, wajar sih, adakalanya orang-orang berpikir bahwa marah memberikan dampak buruk terhadap kesehatan dan menyebarkan hal negatif. Padahal nggak selalu begitu, lho. Pelampiasan emosi tersebut bisa punya dampak yang positif juga, gaes.

Nggak percaya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Nah, menurut penulis Charles Duhigg melalui situs The Atlantic-nya menjelaskan bahwa marah bisa memberikan manfaat kesehatan.

Duhigg menghabiskan waktu selama 1 tahun untuk mempelajari akar kemarahan umum warga Amerika, terutama pada iklim politik yang saat ini seringkali berubah. Saat mempelajari hal tersebut, Duhigg menemukan bahwa dampak kemarahan nggak seburuk yang dibayangkan orang-orang selama ini, gaes.

Kemarahan selalu dicitrakan buruk karena sering dikaitkan dengan kekerasan. Padahal, sih, keduanya nggak terkait secara langsung.

Setidaknya ada 7 dampak positif dari marah, di antaranya adalah:

1. Marah membuat kita bicara lebih jujur

Biasanya, kita menyaring kata-kata yang akan dikomunikasikan dengan orang lain terlebih dahulu, sehingga kata-kata tersebut nggak menyinggung. Akibatnya, maksud yang ingin kita sampaikan jadi nggak jelas, ‘kan?

Namun, marah bisa membuat seseorang melupakan hal tersebut dan mengatakan apa yang dirasakannya dengan jujur. Kok bisa?

Soalnya seseorang yang punya sikap pemarah cenderung lebih mudah menyuarakan pendapat mereka.

2. Marah membuat seseorang mampu bernegosiasi

negosiasi

Secara mengejutkan, komunikasi seseorang ketika sedang marah justru nggak selalu menghasilkan sesuatu yang buruk.

Hal tersebut dibuktikan dengan penemuan dari seorang profesor di Massachusetts at Amherst Psychology, James Averill. Averill teIah melakukan survei untuk mencari tahu seberapa sering seseorang marah dan menanyakan pengalaman yang membuat mereka marah. Dia mengungkapkan bahwa orang-orang yang marah cenderung bisa memecahkan masalah dengan baik.

Meskipun begitu, intensitas kemarahan penting pula untuk kamu perhatikan, ya, gaes!

3. Marah membuat lebih optimis

Emang terdengar agak aneh, namun kemarahan bisa membuat kita lebih optimis dan bahagia, lho. Berdasarkan penelitian di Carnegie Mellon University, ketika kita dihadapkan dengan situasi stres, kemarahan bisa membantu kita untuk lebih terkontrol dan membuat kita merasa lebih optimis tentang masa depan.

Dibandingkan orang yang sering menahan emosi dan membuatnya menderita, orang yang mampu menyuarakan kemarahannya ternyata lebih optimis dengan hidupnya, gaes.

4. Marah membuat kreatif

Penelitian telah menunjukkan bahwa marah membantu kita berpikir lebih kreatif. Orang yang pemarah menghasilkan ide-ide lebih unik dan cepat dibanding mereka yang bersifat normal. Kemarahan membuat kita jadi lebih fleksibel dan terstruktur.

5. Marah menjadikat seseorang berpikiran terbuka

berpikiran terbuka

Dalam pekerjaan, perdebatan adalah hal yang wajar. Nah, dalam kondisi tersebut, seseorang yang punya watak pemarah menjadi orang yang paling terbuka pikirannya. Kenapa?

Soalnya orang yang marah cenderung suka berdebat, berwawasan luas, dan mempelajari posisi lawan untuk memberi mereka kesempatan berbicara.

6. Marah bisa menyelamatkan hubungan

Orang yang sering menahan kemarahan dan kekecewaan dalam hubungan cinta biasanya akan merugikan diri sendiri dan hubungan cintanya. Nah, marah bisa membuat seseorang mengungkapkan kekecewaan tersebut.

Dan jika disikapi dengan baik, kemarahan tersebut bisa menjadi penyelamat hubungan—baik hubungan cinta, pertemanan dan keluarga.

7. Marah bisa mencegah tindakan kekerasan

tindakan kekerasan

Marah kadang di ikuti dengan kekerasan fisik. Namun, kemarahan yang sebatas kata-kata justru bisa menyelamatkan seseorang dari tindakan kekerasan fisik, lho, gaes.

Kekerasan fisik sering terjadi karena rasa kesal yang tertumpuk sekian lama. Namun, rasa kesal yang diungkapkan oleh kemarahan bisa mencegah bom waktu tersebut meledak.

***

Walaupun ada banyak manfaatnya, jangan sampai kemarahanmu itu merugikan diri sendiri dan orang lain. Manfaatkanlah perasaan marah untuk bisa menyelesaikan sesuatu. Dengan demikian, kamu akan menjadi pribadi yang lebih baik dalam menghadapi rasa marah.

Marah bermanfaat jika kamu bisa mengontrolnya dengan baik dan tepat sasaran, gaes. Ingat, ya, segala yang berlebihan itu nggak baik—termasuk marah. Hihihi.

 

Baca juga: 

 

(Sumber gambar: videoblocks.com, pa-negara.go.id, gordonparenting.com, monster.ca)

LATEST COMMENT
Ahmad Faidoli Siregar | 6 jam yang lalu

Apa bisa modal jago gambar kita masuk jurusan arsitektur?

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Cindy Tan | 8 jam yang lalu

Semoga lolos dan keterima SBMPTN ke UI 2019

Berapa Passing Grade SBMPTN 2019?
Hawwa 'Ainaa | 11 jam yang lalu

Saya sma jurusan ipa, apakah bisa masuk fsrd lewat jalur snmptn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau bertanya. Boleh nggak mengambil 1 prodi saja di 2 PTN berbeda?

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau tanya. Boleh nggak mengbila 1 prodi pada 2 PTN yang berbeda? Sekian terima kasih!

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©