Menu

Buku-Buku Favorit yang Jadi Inspirasi Tim Editorial Youthmanual

Dalam rangka Hari Buku Sedunia, tim Youthmanual pun angkat bicara (bukan angkat barbel, ya. Soalnya berat, cyiiin!) tentang buku-buku yang menginspirasi kami. Ternyata tipe dan genre buku pilihan kami berbeda-beda semua, lho. Nggak apa-apa lah, yang penting ‘kan hati kami tetap menyatu. Eaaaaak!

Laila
Managing Editor, blogger, dan penulis buku
Alumni jurusan Sastra Inggris dan Penyiaran, Universitas Indonesia

“Ada tiga buku yang menginspirasi saya. Pertama, The Kitchen God's Wife karya Amy Tan. Saya memang selalu baper sama topik mother-daughter relationship, mungkin karena hubungan saya sama nyokap pun agak complicated. Walaupun novel Amy Tan yang ini sebenarnya lebih fokus kepada cerita hubungan suami-istri yang abusive, ceritanya juga menyinggung tentang hubungan anak-ibu.

Saya baca novel ini tiga kali, dan tiga-tiganya saya nangis kejer. Saking kejernya, sampai ngebekep mulut pakai bantal segala!

I think Amy Tan is very poetic. Tulisannya indah-indah banget. Dia juga sangat bisa memasukan unsur filosofi Tiongkok dengan pas ke dalam setiap ceritanya.

Kedua, semua buku kumpulan cerita pendeknya Stephen King. Saya cintaaaaa sekali sama Stephen King, karena genre cerita favorit saya memang horor dan misteri, dan menurut saya, King adalah penulis terbaik dalam genre tersebut.

Menurut saya, buku yang bagus adalah buku yang bisa bikin kita mikir berminggu-minggu setelah selesai baca bukunya. Nah, buku-bukunya Stephen King gave that effect on me. Setiap menyelesaikan halaman terakhir buku kumpulan cerpennya, saya pasti bengong menatap langit-langit kamar sambil bergidik.

Ketiga, buku Fragile Things-nya Neil Gaiman. Ini adalah buku kumpulan cerita pendek ber-genre horor dan “disturbing” karya penulis fantasi Gaiman. Ceritanya bagus semua! Agak fantasi, tapi disturbing. Kelihaian Gaiman dalam merakit cerita memang warbiyasak, deh. Selalu bikin saya mikir, kok bisa-bisanya sih, bikin cerita kayak begini?”

Tisam
Senior Editor
Alumni jurusan Manajemen Komunikasi, Sastra Inggris, dan Penyiaran, Universitas Indonesia

“Bagi saya, buku-buku karya Jane Austen sangat inspiring. Ringan dibaca, tapi banyak pemikiran menarik di dalamnya. Cerita di buku-buku Austen biasanya mengangkat—sekaligus mengkritik—kehidupan masyarakat Inggris di akhir abad 18 dan awal abad 19.

Saya paling suka sama tokoh-tokoh cewek yang ditampilkan dalam cerita-cerita Jane Austen, sebab karakter-karakternya kuat, riil, dan walaupun dikarang lebih dari dua abad lalu, masih relevan sampai sekarang.

Selain itu, seri Malory Towers, St.Claire, dan kumpulan cerita pendek karangan Enid Blyton adalah buku-buku favorit saya sejak kecil, yang bikin saya jadi suka membaca dan menulis.

Saya juga suka buku La Tahzan, karya DR. ‘Aidh al-Qarni, yang berisi kumpulan berbagai kisah dan panduan singkat untuk hidup yang bahagia. Sebenarnya sih, saya jarang banget baca buku self-help atau spiritual, tapi menurut saya, buku ini sangat ngena di hati—ciyeee—dan panduan-panduannya bisa diaplikasikan dalam keseharian. Lewat buku ini, saya pun jadi belajar untuk nggak memikirkan diri sendiri melulu.”

Iyank
Editor, blogger, dan penulis buku
Alumni jurusan Hubungan Internasional, Universitas Jayabaya, Jakarta

“Buku pilihanku adalah Bumi Manusia karangan Pramoedya Ananta Toer, dan Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono.

Buku-buku Pak Pramoedya mengajari aku bahwa menulis fiksi nggak bisa hanya sekedar mengandalkan imajinasi, tapi juga menggunakan riset. Soalnya membangun detail cerita serta tokoh yang kuat itu penting. Sementara Pak Sapardi bikin aku makin jatuh cinta untuk menulis puisi dengan menggunakan unsur alam seperti air, daun, angin, bahkan sekedar batu, karena unsur-unsur alam tersebut punya karakter masing-masing. Pemilihan kata di buku-buku mereka juga bikin aku sadar bahwa kosakata bahasa Indonesia itu bagus sekaligus rumit.

Kalau untuk penulis luar, aku suka Dan Brown karena setting novel-nya selalu luar biasa, seperti di buku Digital Fortress. Bisa-bisanya, ya, cerita dalam satu novel segede gaban, setting waktunya hanya beberapa jam!”

Nadia
College Writer
Mahasiswi Fakultas Ilmu Ekonomi, jurusan Manajemen, Universtas Padjadjaran, Bandung

“Buku Favoritku adalah La Chute karya Albert Camus yang menceritakan tentang hal-hal di balik idealisme menjadi "orang baik". Ternyata orang baik punya sisi evil juga, lho! Tokoh utama dalam novel ini menarik banget, karena dia punya teori bahwa dia nggak berhak nge-judge seseorang, sebelum dia menceritakan dulu dosa-dosanya sendiri kepada orang tersebut.

Aku juga suka The Art of Asking karya Amanda Palmer. Pesan dalam bukunya, sih, simpel, yaitu it’s okay not to be invincible. Jadi, kita nggak perlu gengsi untuk minta tolong. Buku ini pas banget buat anak kuliahan menjelang lulus kayak aku, soalnya proses menjadi dewasa itu berat, ya!

Satu lagi, waktu kecil aku suka baca buku cerita rakyat Sabai Nan Aluih karangan Sutan Sati. Ceritanya tentang anak perempuan bernama Sabai yang nggak takut membela kebenaran dengan membalas kematian orangtuanya. Bagiku cerita ini keren, karena menampilkan tokoh cewek yang badass dalam cerita rakyat.

Lidya
College Writer
Mahasiswi jurusan Hubungan Internasional, President University

“Aku suka banget buku The Namesake karya Jhumpha Lahiri. Penulisannya yang sangat detail bikin aku seolah-olah masuk ke dalam pikiran dan dunia karakternya. Apalagi aku suka hal-hal yang berbau culture, jadi aku tambah suka, deh, sama buku yang berlatar belakang budaya India ini.

Setelah baca The Namesake, aku jadi lebih aware tentang cultural immersion (mengenal, membaur dan memahami budaya lokal di tempat baru) dan pengen tahu lebih banyak lagi tentang hal tersebut. Aku juga jadi nggak cepat nge-judge suatu tindakan atau opini, karena pasti ada cerita di baliknya. Aku sampai sempat kepengen kerja di UNHCR lho, gara-gara buku ini. Hehehe.”

***

Nah, itu buku-buku yang inspiratif buat kami. Apa buku yang inspiratif buat kamu?

(sumber gambar: briangaynorphotography.com, qureta.com, rarebookcellar.com, bookscomefirst.com)

LATEST COMMENT
Rachel S | 40 menit yang lalu

Utk prodi soshum gimana kak?

25 Prodi Saintek dengan Nilai UTBK Tertinggi di SBMPTN 2019
Elis Kurniawan | 7 jam yang lalu

Lanjut ke skor utb 600 sd 650 kak... Biar jadi acuan buat th depan, tks

25 Prodi Saintek dengan Nilai UTBK Tertinggi di SBMPTN 2019
Lutfiya R | 8 jam yang lalu

Min, sistem minus itu hanya untuk kemampuan ipa/ips saja atau kemampuan dasar juga ?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Indonesia (SIMAK UI) 2019
Bhahari Abdul Gani | 10 jam yang lalu

Kak Mau tanya Kalau penerima Bidikmisi di UIN bayar apa tidak UKT nya?

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©