Menu

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?

Bisnis endorse memang lagi nge-hits banget! Sekarang ini, bisnis endorse nggak hanya melibatkan perusahaan besar dan figur beken, tetapi juga online shop yang baru berkembang dan "orang-orang biasa" yang punya followers lumayan banyak di akun medsosnya.

Serba-serbi bisnis endorse bisa kamu baca di sini

Nah, sebenarnya berapa, sih, tarif endorse ini?

- Tarifnya beragam, mulai dari Rp50,000 sampai jutaan, bahkan puluhan, juta rupiah. Tergantung figur/akun yang di-endorse, serta jenis produk/jasanya. Ada juga, sih, kerjasama endorse yang bentuknya cuma barter dengan barang. Orang-orang yang di-endorse dengan bentuk barter begitu biasanya pemula atau yang followers-nya belum banyak.

- Produk perawatan kulit biasanya punya nilai endorsement yang paling mahal.

- Paid promote (endorse dengan cara mem-posting gambar/materi yang telah disediakan pihak yang meng-endorse) tarifnya relatif lebih murah dibanding paid endorse (endorse dengan cara memakai dan memfoto produknya, kemudian mem-post foto tersebut).

- Umumnya, postingan endorse—terutama paid promote—memiliki batas waktu. Setelah beberapa hari atau 24 jam, postingan tersebut akan dihapus

- Ada seleb medsos yang melakukan kerja sama dan dealing endorsement dengan bantuan agen endorsement, ada pula yang memilih berhubungan secara langsung.

agen endorse

- Kalau untuk selebritis, kabarnya tarif endorse Aurel Hermansyah bisa mencapai 3 jutaan per post, Audi Marissa 2 jutaan, sedangkan Widi “Vierratale” 800 ribuan.

Sementara Sharena Delon, seorang selebgram sekaligus pemain FTV, bisa pasang harga antara 2 juta-3,5 juta untuk sekali paid endorse di akun pribadinya.

- Banyak juga selebgram yang mematok harga 200-500 ribuan rupiah, sementara fashion blogger sekitar 500 ribuan.

- Sebagai gambaran, Ayu Indriati Rahayu, seorang mahasiswi sekaligus blogger yang aktif di medsos (followers Instagramnya ada sekitar 66 ribu) bisa meraup penghasilan 10 juta per bulan lewat endorsement. Perinciannya yang dimuat situs money.id adalah:

Instagram:

* Biaya promosi (paid promote):

  • Rp100,000 per-post, dan dipajang selama 1-5 hari.

* Biaya endorse (paid endorse) :

  • Rp200,000 per-post (untuk endorse grup, bisa sampai sepuluh olshop per-post)
  • Rp300,000 per-post (untuk online shop personal)
  • Rp400,000 per-post (eksklusif, dengan caption, serta waktu posting sesuai request)

Blog atau Youtube:

  • Rp500,000 per-post review blog atau Youtube

Instagramer asal Solo Widya Sesarika (followers 22 ribu), menetapkan fee endorsement Rp100,000 per posting. Sementara temannya Marieta E.U, seorang Instagramer foodie (followers 4 ribuan) mematok harga Rp50,000 per dua post di Instagram.

- Tarif setiap seleb medsos bisa berubah, tergantung penambahan followers, situasi, serta kondisinya.

- Ada juga online shop yang membatasi, hanya mau meng-endorse hingga maksimal harga Rp300,000-Rp500,000, misalnya.

- Dalam sebulan, Instagramer seperti Ria Ricis bisa menerima endorse hingga 50 barang/produk. Kabarnya, sebelum dia tampil di TV seperti sekarang, cewek kocak tersebut sudah bisa beli mobil sendiri hanya dari penghasilan endorsement.

- Sebaliknya, pihak penjual juga diuntungkan dengan meng-endorse seleb medsos. Apalagi yang followers-nya mencapai ratusan ribu, hingga jutaan.

Bayangin aja, kalau 1% aja dari followers Ria Ricis tertarik membeli barang pihak yang meng-endorse (FYI, followers-nya Ria Ricis sekarang ini 5 jutaan), artinya sudah ada sekitar 50,000 orang yang tertarik membeli. Wow!

- Lain lagi dengan seleb Ardina Rasti. Do’i malah memberi kesempatan untuk endorse dirinya secara gratis, di akun khusus endorsement @endorseardinarasti. Tujuannya, untuk mendukung kemajuan online shop lokal.  

"Dulu aku pernah juga jualan online sama temenku. Jadi aku ngerti banget gimana rasanya kalau barangnya belum laku, dan tahu bahagianya kalau dagangannya dibeli orang," ujar Rasti seperti yang dikutip dari situs money.id.

Gimana, mulai tertarik untuk meng-endorse atau cari uang lewat endorsement?

(sumber gambar: Instagram @endorsesharenadelon, @iconic_sister, @riaricis)

LATEST COMMENT
Amaliais | 14 menit yang lalu

Kalau sbmptn dah diterima dan sebagai pemohon bidikmisi namun belum verifikasi dan daftar simak bidikmisi dan lolos apakah bisa ambil yg simak bifikmidi dan meninggalkan sbmptn nya ?

Bolehkah Peserta yang Diterima SBMPTN 2019 Ikut Seleksi Mandiri?
Zulva Nur Imawati | 12 jam yang lalu

Makasih kakk udah jawab. Soalnya aku yakin ini jurusan yang aku cari2 sejak dulu. Tapi saya tinggal bukan di perkotaan, agak khawatir sama prospek kerja. Memang sih di daerah saya setelah saya mencari data tenaga kerja RS untuk okupasi terapis tidak ada. Hanya ada fisioterapi itupun hanya 1 orang. Terimakasih kak, semoga dimudahkan sekolahnya. Doakan saya bisa masuk jurusan ini yaa

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
Asyila | 14 jam yang lalu

Kalo tembus fkui lewat jalur sbmptn, biayanya semahal di PTS ga sih kak? Jujur aja aku pengen bgt keterima fk cuma kasian papa aku krn mengeluarkan biaya kedokteran ku yg pastinya mahal bgt, dan juga ada ibu dan kakakku yg perlu dinafkahi oleh ayah ku, rasanya aku agak egois ga sih?

Jurusan 101: Tanya Apapun Tentang Jurusan Kedokteran di Youthmanual
Komang S. Satyanata | 15 jam yang lalu

Mohon maaf Baru balas Bantu jawab, Boleh ttapi alangkah baiknya bila ambil aja sbm nya (A)

Seleksi Mandiri Universitas Udayana 2019: Mulai Dari Syarat Pendaftaran Hingga Program Studinya
Sabrina Halimatus Sakdiyah | 15 jam yang lalu

Saya bingung nanti setelah lulus SMA saya ngambil jurusan apa. Kata temanku dan guru seniku gambaran saya bagus tapi menurutku biasa aja soalnya saya melihat temen selain kelasku ada yang lebih bagus dari saya malah jauh lebih bagus. Saya sih pengen banget jurusan kecantikan tapi takut salah melangkah jauh. Tolong saran untuk saya?

8 Pekerjaan yang Banyak Dibutuhkan di Tahun 2020
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©