Menu

5 Alasan Mengapa Generasi Z Nggak Boleh Golput Pada Pemilu 2019

Nggak terasa, pesta demokrasi yang sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia akan terjadi besok. Bagaimana, nih, gaes? Apakah kamu sudah tahu, siapa-siapa saja yang akan kamu pilih besok? Semoga, siapapun yang terpilih akan menjadikan Indonesia menjadi negara yang lebih maju, lagi, ya!

Nah, buat kamu yang belum tahu mau memilih siapa di pemilu nanti, jangan sampai, ya, kamu membuat antrian yang panjang karena kamu masih kebingungan mau memilih siapa pada saat di bilik pemilihan suara. Kamu masih memiliki beberapa jam untuk menentukan pilihanmu.

Buat kamu, yang baru menjadi pemilih di pemilu 2019, jangan sampai kamu nggak menggunakan hak pilihmu, ya! Pokoknya, gen Z nggak boleh menjadi golongan putih alias golput. Memangnya kenapa, sih, gen Z nggak boleh golput? Alasannya ada banyak banget, nih, gaes! Kalau penasaran, Yuk, cek beberapa alasan kenapa gen Z nggak boleh golput pada pemilu 2019 berikut ini!

1. Suara gen Z mendominasi di pemilu 2019

suara milenial

Yap, kamu sudah tahukan bahwa di tahun 2019 ini Indonesia sedang merasakan bonus demografi? Bonus demografi ini akan dirasakan oleh Indonesia hingga tahun 2036, lho. Sebenarnya, bonus demografi ini apa, sih? Bonus demografi adalah suatu masa dimana Indonesia memiliki banyak sekali penduduk dengan umur produktif yaitu umur lima belas tahun hingga enam puluh empat tahun.

Nah, tentunya bonus demografi ini pun dapat berpengaruh dalam pemilu 2019, yang pada akhirnya, banyak dari gen Z yang akan menyumbangkan suaranya untuk pemilu 2019. Menurut penelitian yang dilakukan oleh LIPI dan dilansir oleh Tirto empat puluh persen suara di pemilu 2019, didominasi oleh suara gen Z.

Jadi menurut penelitian LIPI, jumlah pemilih dari gen Z akan berjumlah sekitar delapan puluh juta dari total 185 juta pemilih. Nah, karena jumlah yang banyak ini, akhirnya suara gen Z menjadi sangat penting untuk digunakan. Coba bayangkan kalau banyak dari gen Z yang nggak menggunakan hak pilihnya dalam pemilu 2019, bisa-bisa hak pilih yang tidak digunakan tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu, lho. Maka dari itu, hak pilih ini menjadi sangat penting untuk kamu gunakan.

2. Gen Z merupakan generasi yang cenderung lebih kritis dibandingkan generasi sebelumnya

Karena generasi yang satu ini tumbuh berkembang ditemani oleh berbagai teknologi terutama teknologi informasi, maka dari itu, gen Z tumbuh menjadi generasi yang lebih aware atau sadar akan sesuatu. Begitu pun dengan pemilu, para gen Z lebih aware dengan mencari fakta-fakta tentang calon-calon pemimpin yang akan mereka pilih sebelum menentukannya di bilik pemilihan suara.

Selain itu, gen Z pun merupakan generasi yang open minded dan kritis dalam mengolah informasi.  Nah, kelebihan dari para gen Z ini lah, yang dapat membantu Indonesia untuk menemukan pemimpin yang terbaik untuk lima tahun kedepannya.

3. Melanjutkan demokrasi yang telah diperjuangkan

Kata siapa demokrasi di Indonesia didapatkan dengan cara yang mudah? Wah, demokrasi di Indonesia didapatkan dengan cara yang cukup sulit, lho. Masih ingatkan, dahulu para mahasiswa berjuang untuk mencapai demokrasi? Nggak sedikit juga dari mereka yang mengalami luka-luka bahkan merenggang nyawa untuk mencapai demokrasi hingga sampai dalam masa reformasi.

Kalau dahulu para mahasiswa banyak yang berjuang dengan cara yang demikian untuk mencapai demokrasi, sekarang para gen Z sudah sangat mudah untuk menjalankan demokrasi. Kamu nggak perlu berjuang seperti generasi sebelumnya, kamu cukup menggunakan hak pilihmu sebaik mungkin untuk menegakkan demokrasi yang telah diperjuangkan oleh para generasi terdahulu. Maka dari itu, jangan sia-siakan hak pilihmu dalam pesta demokrasi ini, ya!

4. Siapa pun yang akan terpilih, akan mempengaruhi hidupmu lima tahun ke depan

Yap! Kalau kamu beranggapan bahwa kamu nggak perlu memilih karena dampak yang ditimbulkan nggak akan kamu rasakan secara langsung, well, pemikiranmu salah besar, gaes! Apapun yang terjadi yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah tentunya akan berdampak langsung kepadamu.

Misalnya, ketika kamu memilih pemimpin yang aware terhadap pendidikan, aware terhadap banyaknya kebutuhan lapangan kerja dan sebagainya, pasti yang akan merasakan dampaknya ialah kamu sendiri. Bayangkan kalau pemimpinmu memberikan keringanan dalam dana pendidikan dan juga membuka lapangan pekerjaan yang luas, pasti yang merasakan manfaatnya pasti diri kamu sendiri.

5. Satu suara pun berarti

satu suara berarti

Mau berapa pun umurmu, kalau kamu sudah memiliki hak pilih, suaramu sangat berarti untuk membangun negara kita ke depannya. Bayangkan kalau kamu nggak menggunakan suaramu atau hak pilihmu dalam pemilu, mungkin dampaknya nggak akan terasa besar. Namun, kalau ternyata di setiap kelurahan ada banyak gen Z yang nggak menggunakan hak pilihnya, tentu hal ini akan sangat berdampak pada negara kita.

Banyaknya hak pilih yang nggak digunakan, justru akan mengundang penyalahgunaan. Kamu nggak mau, kan, kalau hak pilihmu malah disalahgunakan oleh orang-orang yang nggak bertanggung jawab? Maka dari itu, jangan sampai kamu golput di tanggal 17 April nanti, ya!

***

Karena pemilu hanya dilakukan dalam lima tahun sekali, maka dari itu, jangan sia-siakan hak pilihmu, ya. Terlebih, karena gen Z mendominasi jumlah pemilih pada pemilu 2019, maka hak pilihmu sebagai gen Z menjadi suatu hal yang sangat menentukan. Pokoknya, jangan sampai nggak datang ke TPS setempat, ya! Dan jangan lupa juga untuk memilih sesuai dengan hati nuranimu!

Baca juga:

(Sumber gambar:brilio.net, freepics.com, stevemc.xyz, nhpr.org)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 15 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 1 hari yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©