Menu

Uji Kemampuan Otakmu dengan Memecahkan Riddle Misteri Ini! Hayo, Bisa Nggak?

Gaes, weekend gini enaknya kita main tebak-tebakan nih!

Eits, tenang. Tebakannya bukan tebak-tebakan garing kok, apalagi tebakan ngeselin kayak di acara TV yang dipresenteri oleh Cak Lontong itu. Hehe. Kali ini, kita bakal main tebak-tebakan dengan teka-teki alias riddle misteri. Bisa nggak nih kamu menemukan kejanggalan dari riddle-riddle penuh misteri berikut ini?

Tapi, sebelum main, saya mau memberikan peraturannya dulu, nih. Nggak ribet kok—aturanya cuma satu, yaitu: jangan scroll ke bawah untuk nyontek jawabannya.

Siap? Let’s start!

1. Di Bawah Tempat Tidur

Adikku yang duduk di sekolah dasar seringkali bercerita tentang paman menakutkan yang membawa sabit dan bersembunyi di kamarnya. Aku dan orang tuaku hanya menganggapnya imajinasi seorang anak kecil.

“Tapi ia benar-benar ada di sana! Paman yang menakutkan itu bersembunyi di bawah tempat tidurku!”

Suatu hari aku memutuskan untuk mengintip bagian bawah tempat tidur. Aku tak menemukan apapun di sana, bahkan tak ada sedikitpun debu di sana. Dasar adikku pembohong.

2. Cerita Seram

“Hei, kau ada cerita nyata yang menakutkan?” tanyaku pada seorang teman.

“Ya, aku punya. Beberapa anak menyelinap ke dalam sebuah rumah kosong yang sudah tak dihuni selama bertahun-tahun. Mereka tak pernah keluar.”

“Hanya itu?”

“Ya, tamat. Hanya itu. Menakutkan bukan?”

3. Sekolah Tua

Tiap kami pulang, kami selalu melewati sebuah sekolah tua yang terbengkalai. Bangunannya sudah tertutup rapat agar tidak ada yang masuk. Kayu-kayunya sudah lapuk, namun jendela kacanya masih utuh. Tiap kali kami lewat selalu saja ada cap telapak tangan yang menempel di jendelanya.

Dasar anak-anak usil, pikirku. Tempat seseram ini tapi masih saja mereka bermain di sini. Lagian ini kan musim dingin. Menggigil begini masih saja mereka main di luar.

4. Eksperimen

“Saburo,” panggil ibuku.

“Ya, Ibu.” jawabku dengan patuh. Ibu dan ayahku masih memakai jas lab. Rumah kami memang menjadi satu dengan laboratorium tempat orang tuaku mengadakan eksperimen.

“Ayo, lihatlah ke sini!” ayahnya mengajaknya. Di dalam sebuah gelas kaca, ia melihat seekor tikus dipotong menjadi dua, namun ajaibnya, dari potongan tubuhnya tumbuh bagian tikus baru, sehingga akhirnya muncul dua tikus.

“Wah hebat sekali. Apa ini hasil penelitian Ayah dan Ibu?”

“Benar sekali, Nak.” Jawab ibuku, “Ayahmu telah meneliti serum untuk daya regenerasi yang didapat dari bintang laut. Kemudian kami mencoba memasukkannya pada hewan lain untuk melihat seperti apa hasilnya.”

“Jika ini berhasil maka keluarga kita akan kaya raya.” sambung ayahku.

“Tapi bukannya ini sudah berhasil ya, Yah?” tanyaku.

Ayahku menggeleng, “Ini baru pada tikus. Percobaan kami baru bisa dianggap berhasil jika bisa diterapkan pada manusia.”

“Ingat, Saburo,” ibu mengelus kepalaku, “Sebagai anak tertua kau harus melanjutkan penelitian ayahmu.”

“Iya, kau harus melakukan yang terbaik agar penelitian keluarga kita berhasil.” kata ayahku.

“Baik, Ayah!” aku begitu bangga menjadi anak pertama.

5. Langkah Kaki

Kupikir aku sedang diikuti oleh seorang penguntit. Aku selalu pulang bersama teman-temanku. Namun Jumat malam, aku pulang terlambat dan tak ada seorangpun yang menemaniku.

Aku tahu seseorang sedang mengikutiku. Dari suara sepatunya, aku tahu bahwa ia memakai sepatu hak tinggi. Setiap kali aku berjalan, aku mendengar suara wanita itu mengikutiku. Tiap kali aku menghentikan langkahku, ia juga berhenti. Aku juga samar2 mencium bau parfumnya.

Apa yang bisa kulakukan? Aku akan membela diriku. Perlahan aku mengambil pisau cutter yang selalu kupersiapkan untuk berjaga-jaga. Dengan cepat aku berbalik dan menikam orang yang mengikutiku. Dengan sekejab pula aku secepatnya kabur. Aku menarik napas lega saat tiba di rumah.

Akupun membuka pintu dan mengucapkan salam, “Aku pulang!”

Namun tak ada jawaban.

6. Surat Dari Ibu

Aku tersenyum ketika mendapat surat dari ibuku dari panti jompo. Aku sebenarnya tak mau menempatkan ibuku di sana. Namun hanya untuk sementara saja. Jika aku meninggalkannya di rumah sendirian, takkan ada yang mengurusnya. Ibuku sudah sangat tua. Aku sebenarnya tak tega, namun apa boleh buat. Aku sudah merencanakan liburanku di Italia selama dua minggu ini sejak lama.

Lho, kok tidak ada salam pembuka, pikirku ketika membuka dan mulai membacanya. Ibuku sudah mulai pikun rupanya.

Isi suratnya seperti ini:

Ibu baik-baik saja, Nak. Gimana liburanmu di Italia? Semoga kau menikmatinya?

Tidak lupa makan kan selama di sana? Ibu harap kau suka makanan Italia. Kau jarang makan selama di rumah. Ibu ingat kau jarang doyan makanan yang kumasakkan untukmu.

Makan yang banyak ya? Di sini makanannya enak-enak. Ibu suka tinggal di sini. Ibu harap kau juga suka dengan hotel-hotel yang kau tempati selama keliling Italia.

Selama di sini, ibu selalu diperlakukan baik oleh para perawat di sini. Mereka selalu menghibur ibu. Teman-teman ibu di sini juga baik-baik.

Berhari-hari ibu memikirkanmu. Ibu kangen. Jangan lupa ya mampir untuk mengunjungi ibu kalau kau sudah balik dari liburan. Ibu sayang kamu.

Begitu membacanya, aku mengerutkan dahi. Aku langsung membatalkan sisa perjalananku dan kembali ke tanah air.

***

Kunci jawaban:

1. Adik dari si “Aku” nggak berbohong. Ada seseorang yang bersembunyi atau pernah bersembunyi di kolong tempat tidurnya. Si “Aku” nggak menemukan apapun termasuk debu di kolong tempat tidurnya karena debu tersebut menempel semua di baju si Paman yang Menakutkan.

2. Gimana temannya bisa tau kalau ada anak-anak yang pernah menyelinap ke situ dan nggak pernah keluar lagi? Namanya aja menyelinap, pasti mereka diam-diam dong. Apa jangan-jangan temannya itu adalah orang yang bikin anak-anak tersebut nggak pernah keluar lagi dari rumah itu? Who knows.

3. Cap telapak tangannya berasal dari dalam, karena saat musim dingin suhu di dalam lebih hangat dan jendela akan berembun. Tapi pertanyaanya, siapa yang ada di dalam sekolah itu kalau bangunannya aja sudah tertutup rapat?

4. Dalam bahasa Jepang, Saburo berarti anak ketiga. Kalau Saburo anak ketiga, berarti dia memiliki dua kakak lagi yang telah dijadikan korban eksperimen orang tuanya.

5. Si “Aku” buta karena sepanjang cerita ia hanya mendeskripsikan aroma dan suara, tapi bukan penampilan atau hal-hal visual lain. Dan perempuan yang ia bunuh sebenarnya adalah ibunya sendiri yang ngikutin dia pulang karena khawatir.

6. Kata pertama dari setiap paragraf di surat itu kalau digabung menjadi kalimat “Ibu Tidak Makan Selama Berhari-hari”, makanya si “Aku” langsung tau ibunya diperlakukan secara nggak baik di panti jompo tersebut dan memutuskan untuk pulang.

(sumber: mengakubackpacker.blogspot.com, scholastic.com)

Baca juga:

10 Kisah Hantu, Urban Legend, dan Kejadian Horor 2016

Cara Kamu Menghadapi Situasi Sulit Bisa Diketahui Lewat Tes “Menggambar Orang Saat Hujan” Ini, Lho!

Tebak Film Indonesia—Apakah Kamu Penggemar Film Sejati?

LATEST COMMENT
Just adulting: (Sal) | 7 jam yang lalu

Tambahan: Bisa juga dalam bentuk rasio. Misal DT2018 jumlahnya 10, peminat 2018 ada 1.000. Rasionya 10:1.000 atau 1:100 yang bisa diartikan 1 kursi dalam prodi di PTN tersebut diperebutkan oleh 100 orang

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Just adulting: (Sal) | 7 jam yang lalu

Keketatan itu perhitungan Daya Tampung 2018 dibagi Peminat 2018 dan dikali 100, hasilnya dalam bentuk persen. Semakin kecil persentase keketatan berarti semakin sulit masuknya sekalipun DT-nya banyak karna peminatnya sudah pasti banyak, begitu sebaliknya

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Johan adham p | 9 jam yang lalu

Apakah memungkinkan kalo jurusan ipa masuk hi tapi ke univ swasta?

5 Tanda Bahwa Jurusan Hubungan Internasional Cocok Buat Kamu
Dela Amelianta Ginting | 11 jam yang lalu

Kak maksud tingkat keketatan itu yg gimana ya, apa harus ambil tingkat keketatan yg tinggi biar peluang lulus besar?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©