Menu

Tipe Pemimpin Seperti Apakah Kamu?

Kamu yang aktif di ekskul, OSIS, organisasi mahasiswa, atau kegiatan lainnya, mungkin pernah mengalami jadi pemimpin tim. Ada saat ketika gaya memimpinmu pas untuk tim, tapi ada saat ketika kamu ngerasa nggak pede sebagai leader. Bener nggak?

Tiap orang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda, gaes. Jadi nggak bisa disamaratakan. Cek gambaran gaya kepemimpinanmu, lewat kuis singkat ini.

Seberapa cepat kamu ingin melihat hasil pekerjaan tim-mu?

a. Secepatnya. Saya nggak suka membuang waktu.

b. Hasil emang penting, tapi semua perlu proses, 'kan?

Buat yang menjawab poin A : Bagaimana cara kamu memberitahu apa yang kamu mau ke anggota tim?

a. Saya memberi tahu mereka secara lisan, apa yang saya inginkan.

b. Saya menunjukkan hal-hal yang saya inginkan melalui perbuatan.

Sampai disini, kalau kamu menjawab A, kamu adalah tipe pemimpin komando, dan kalau kamu menjawab B, kamu adalah tipe pemimpin pengatur.

Buat yang menjawab poin B : Apa cara terbaik yang kamu pakai untuk memberitahu apa yang kamu mau?

a. Saya berbagi inspirasi ke anggota tim. Entah bagaimana saya yakin mereka akan menemukan caranya

b. Saya kerja bareng mereka dan membantu mencari solusinya bersama.

c. Saya lebih suka menantang mereka untuk menunjukkan hasil terbaik yang bisa mereka dapatkan.

Sampai di sini, kalau kamu menjawab poin A, kamu adalah tipe pemimpin visioner dan kalau kamu menjawab poin C, kamu adalah tipe pemimpin coaching.

Nah, untuk kamu yang menjawab poin B, ini pertanyaan lanjutannya : Coba deskripsikan seperti apa sih tim-mu?

a. Kita suka debat, diskusi, dan memecahkan masalah bersama-sama.

b. Kita loyal dan memahami perasaan satu sama lain.

Kalau kamu menjawab poin A, kamu adalah pemimpin demokratis dan kalau kamu jawab poin B artinya kamu pemimpin afiliatif.

Mau tahu kan penjelasan tiap gaya kepemimpinan? Ini nih penjelasannya.

1. Pemimpin Komando

Kamu adalah tipe pemimpin yang suka memberi perintah melalui lisan. Tipe pemimpin seperti kamu sangat dibutuhkan saat keadaan tim lagi krisis. Misalnya, kalian lagi mau bikin acara besar tapi panitianya pada males kerja. Nah sosok komandan seperti dirimu sangat dibutuhkan, supaya semua bergerak.

Sebenarnya, gaya memimpin seperti ini juga ada kelemahannya. Kalau situasi tim lagi tenang dan kamu menerapkan gayamu ini, bisa-bisa kamu akan dibenci sama anggotamu sendiri. Mungkin ada yang akan sakit hati dengan kata-katamu. 

Saran : Coba kenali situasi krisis dan non-krisis. Ketika situasi non-krisis terjadi, coba belajar menggunakan gaya kepemimpinan lainnya.

2. Pemimpin Pengatur

Pemimpin tipe pengatur adalah seorang pemimpin yang suka membuat standar tinggi dan ingin semua anggotanya mengikutinya. Kalau kamu memiliki anggota tim yang solid, semangat, dan capable, gaya memimpin seperti inilah yang cocok untuk diterapkan. 

Masalah akan muncul kalau kamu berada di tengah tim yang variatif. Ada yang semangat banget, ada juga yang niat-nggak niat. Nggak heran kalau kamu sering menemui anggota tim yang "ngilang" karena nggak sanggup kerja sesuai standarmu. 

Solusi : Coba belajar untuk bertanya dan mendengarkan orang lain. Berikan mereka kesempatan untuk melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri. 

3. Pemimpin Visioner

Pemimpin visioner suka berbagi inspirasi dengan anggotanya. Dia percaya dengan berbagi visi atau tujuan, itu akan menginspirasi anggotanya untuk meraih tujuan yang jelas. Terkadang dalam suatu organisasi memang diperlukan pemimpin visioner, gaes.

Ketika organisasi lagi stuck dan butuh ide-ide segar, pemimpin visioner akan maju dan memotivasi orang lain untuk bergerak ke arah baru. Hanya saja, kalau tujuannya terlalu "mengawang", pasti akan mudah dilupakan sama anggotanya dan pufff... hilang begitu saja.

Solusi : Pastikan kalian memiliki tujuan terukur dan mungkin diwujudkan. Trus, komunikasikan tujuan tersebut dengan baik. Kalau perlu gunakan contoh atau cerita supaya maksudnya tersampaikan dengan jelas. 

4. Pemimpin Coaching

Seorang pemimpin coaching adalah sosok yang ingin melihat orang lain berkembang. Baginya, sukses dalam memimpin adalah ketika bisa mengembangkan potensi para anggotanya. Kalau dia juga menemukan tim yang "mau belajar", itu adalah kombinasi yang pas.

Tapi, sosok pemimpin coaching akan keteteran kalau dia berada di situasi yang membutuhkan hasil cepat. Soalnya, dia ingin anggotanya mencoba segala sesuatu serta belajar dari proses. Efeknya kerja timnya cenderung jadi lamban.

Solusi : pada dasarnya, coaching alias bimbingan sifatnya dua arah. kalau hanya kamu yang mau melihat anggotamu berkembang, padahal mereka sendiri nggak, kamu nggak bisa memaksakan. kamu harus coba untuk menggunakan gaya kepemimpinan lain supaya tujuan tercapai.

5. Pemimpin Demokratis

Pemimpin gaya demokratis suka melibatkan anggotanya dalam pengambilan keputusan. Musyawarah sampai mufakat, itulah yang jadi tujuannya. Positifnya, pemimpin seperti ini relatif lebih dekat dengan anggotanya karena membuat semua anggotanya merasa memiliki.

Hanya saja, kalau di antara anggota ada yang kurang pengetahuan dan pengalaman, pengambilan keputusan bersama bisa jadi malah nggak efektif. Setiap orang akan sibuk untuk mengeluarkan gagasannya dan sulit mencapai titik temu.

Solusi : ketika sedang diskusi pengambilan keputusan, terapkan gaya komunikasi mendengarkan dan berbicara efektif. 

6. Pemimpin Afiliatif

Kekeluargaan mungkin bisa jadi satu kata yang paling pas untuk menggambarkan sosok pemimpin afiliatif. Tipe pemimpin ini sangat mengutamakan keharmonisan hubungan dalam tim. Ketika organisasimu lagi kurang aktif, orang-orangnya pada menghilang, dengan pendekatanmu yang positif ke semua orang, kamu bisa membangun tim yang solid lagi. 

Tapi, hati-hati gaes, kalau kamu terlalu ingin menyenangkan semua orang. Membuat atmosfer tim yang nyaman itu penting tapi jangan sampai kamu jadi lupa dengan target atau kejaran organisasimu.

Solusi : coba kombinasikan gaya memimpinmu dengan gaya visioner. Sosokmu yang ramah dan disertai dengan arahan yang jelas, akan menguatkan tim-mu untuk maju.

(sumber gambar : thinkmarketingmagazine.com, joeybarton.com, pwl-n-stuff.blogspot.com, ted.com, veracityagency.com,forbes.com)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 6 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 20 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©