Menu

Mindset Calon Entrepreneur vs Super Konsumtif: Kamu Punya yang Mana?

Perkara keuangan emang salah satu topik yang sensitif—apalagi buat anak muda seperti kamu.

We get it, seiring berjalannya waktu, gaya hidup makin lama makin banyak macemnya. Kalau zaman dulu anak muda udah bisa dicap gaul hanya dengan punya poni jambul atau celana cutbray bekas bapak, sekarang kudu pakai pomade impor dan nongkrong di kafe kekinian berjam-jam. Nggak lupa smartphone terbaru biar bisa nge-instastory-in serunya momen nongkrong kamu.

Haduh. Dompet kudu kuat, yah.

Sebenernya, ngatur keuangan itu nggak seribet nyusun skripsi, kok. Pada dasarnya, semua tergantung mindset kamu masing-masing dalam bagaimana menyikapi kondisi keuangan dengan gaya hidup beserta kebutuhan lain yang kamu miliki.

Makanya nih gaes, yuk cek seperti apa mindset pengaturan keuangan yang kamu miliki saat ini: apakah mindset pengaturan keuanganmu sangat ciamik layaknya calon pebisnis, apa masih payah banget alias konsumtif gila-gilaan?

Arahan: beri tanda ceklis pada pertanyaan yang kamu anggap setuju.

No. Pernyataan Setuju?
1 Setiap kali dikirimi uang jajan, yang paling pertama kamu lakukan adalah menyisihkan sebagian untuk ditabung  
2 Setiap kali dikirimi uang jajan, yang paling pertama kamu lakukan adalah menganggarkan pengeluaran  
3 Ketika memutuskan untuk membeli sesuatu, itu adalah karena kamu butuh  
4

Ketika memutuskan untuk membeli sesuatu, itu adalah karena kamu ingin

 
5 Kamu selalu mencatat pengeluaranmu sampai ke yang terkecil  
6

Kamu selalu mengabaikan pengeluaran-pengeluaran kecil karena bikin catatan budgeting-mu berantakan

 
7 Kamu lebih suka membuat sendiri daripada membeli, karena kamu emang bisa membuatnya  
8

Kamu lebih suka membeli daripada membuat sendiri, karena praktis dan nggak pakai lama

 
9

Menurutmu, nggak apa-apa punya satu barang mahal, tapi kualitasnya jempolan

 
10

Menurutmu, nggak apa-apa punya barang berkualitas nanggung, tapi jumlahnya banyak

 
11

Kamu sering mencari alternatif sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu

 
12 Kamu memutuskan untuk membeli sesuatu karena impuls  
13 Kamu membeli sesuatu yang lagi diskon, dengan alasan kamu emang nungguin barang/jasa tersebut untuk didiskon    
14 Kamu membeli sesuatu yang lagi diskon, dengan alasan suatu saat kamu kayaknya bakal butuh barang/jasa tersebut  
15 Kalau udah kerja, hal yang paling pertama kamu lakukan adalah nyicil modal usaha kecil-kecilan  
16 Kalau udah kerja, hal yang paling pertama kamu lakukan adalah nyicil smartphone terbaru  
17 Di era cashless ini, kamu makin pusing gimana caranya mengatur uangmu yang nggak kelihatan  
18 Di era cashless ini, kamu makin lega karena melakukan pembayaran apa pun kini nggak sulit lagi  
19 Delayed gratification itu jauh lebih menyenangkan!  
20 Delayed gratification? Apa, tuh?  

 

Sekarang coba, yuk, hitung jumlah pernyataan yang sudah kamu ceklis.

Kalau kamu lebih banyak setuju di pernyataan bernomor ganjil, artinya kamu memiliki mindset seperti seorang entrepreneur.

Selamat, gaes, kamu sudah memiliki mindset yang ciamik dalam mengatur keuanganmu. Ketika ngobrolin soal uang, yang kamu pikirkan nggak cuma sampai sebatas hari ini, tapi juga “gimana besok” sampai “gimana masa depan”. Kontrol diri dan penempatan prioritasmu juga udah kece banget, karena itulah kamu juga dirasa mampu untuk menggerakan sesuatu yang jauh lebih besar dari kepelikan budgeting-mu. Makanya, nggak salah kalau mindset-mu disamain sama para entrepreneur jempolan.

1

Akan tetapi, kalau kamu lebih banyak setuju di pernyataan bernomor genap, artinya kamu memiliki mindset yang sangat, sangat konsumtif.

Emang, sih, nikmatin gaya hidup sesuai kemampuan itu seru banget. Tapi, kamu nggak boleh lupa, kalau kamu hidup nggak cuma untuk hari ini—masih ada hari esok, lusa, dan hari-hari lainnya. Sebisa mungkin, kamu harus lebih bijak lagi dalam menentukan prioritasmu ketika menyusun rencana keuangan, agar di masa depan kamu nggak sampai kecolongan.

Betewe, saat ini kamu punya mindset yang mana, nih?

Baca juga: 

(sumber gambar: xsmlfashion.com, akamaihd.net)

LATEST COMMENT
Sheila Amadea | 12 jam yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 15 jam yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 22 jam yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©