Menu

Cek Kemampuan Bahasa Indonesia Kamu. Apakah Secemerlang Ivan Lanin?

Kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar nggak kalah penting dengan kemampuan lainnya. Walaupun bahasa baku tidak digunakan tiap waktu (Jurnal Youthmanual pun bahasanya semi formal, bahkan kadang di-mix), namun dalam menulis esai, presentasi, atau kegiatan formal lainnya  kemampuan bahasa Indonesia sangat penting.

Nah, salah satu warganet yang beken sebagai penggiat bahasa Indonesia adalah Ivan Lanin. Sejak tahun 2006, alumni SMAN 3 Jakarta, Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung, dan Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia ini menulis di Wikipedia bahasa Indonesia. Menurut Wikipedia (ahey!)  saat ini do’i aktif sebagai Chief Technology Officer APB Group dan editor Google Indonesia. Kece ‘kan, jago bahasa Indonesia sekaligus andal dalam urusan teknologi?

Gaes, sebelum rada’ halu dan menyandingkan diri dengan beliau, cek ombak aja dulu dengan mengetes kemampuan bahasa Indonesia-mu dengan menjawab pertanyaan singkat berikut ini:

1. A. Mengubah B. Merubah

2. A. Apotik B. Apotek

3. A. Sumatera B. Sumatra

4. Bahasa Indonesia dari istilah download, upload dan gadget = ….

5. Arti kata: maslahat = ….

6. A. Risiko B. Resiko

7. A. Menunjukan B. Menunjukkan

8. A. Prancis B. Perancis

9. A. Halalbihalal B. Halal bihalal

10. A. Ke luar B. Keluar

Jawaban

1. A. Mengubah

2. B. Apotek

3. B. Sumatra

4. Unduh, unggah, dan gawai

5.  Sesuatu yang mendatangkan kebaikan; faedah; guna

6. A. Risiko

7. B. Menunjukkan

8. A. Prancis

9.A. Halalbihalal

10. A dan B. 'Ke luar' maupun 'keluar' merupakan penulisan yang benar :)

Salah kaprah Bahasa Indonesia

* Dianggap “gampang” sehingga mata pelajarannya kurang diperhatikan ketimbang pelajaran lain.

Ujung–ujungnya kemampuan dan nilai Bahaa Indonesia kamu jadi biasa aja. Kalau saja kamu mau lebih berusaha, hasilnya tentu lebih baik. Kalau dari sudut pandang akademik, Bahasa Indonesia tergolong pelajaran utama, lho. Coba deh, pikirkan, mau daftar SMA aja pakai nilai Bahasa Indonesia (dan mapel lain). Trus, Bahasa Indonesia masuk dalam penilaian rapor, SNMPTN, dan biasanya ada dalam tes masuk perguruan tinggi juga, lho. Coba deh, lihat materi Tes Kemampuan dan Potensi Akademik  pada SBMPTN. Ada Bahasa Indonesia juga, ‘kan?

Justru karena kamu sudah punya modal bisa dan mengerti Bahasa Indonesia, lebih mudah untuk memperlajarinya secara mendalam. Bayangkan jika kemampuan dan nilai bahasa Indonesia kamu (nyaris) sempurna. Pasti bakalan mendongkrak performa akademikmu, 'kan?

* Makanya jangan keminggris. Pelajari bahasa sendiri!

Wah, paling nggak setuju nih, yang seperti ini. Seolah–olah pilihannya hanya dua: Bahasa Inggris cas-cis–cus tapi bahasa Indonesia yasudahlah, atau bahasa Indonesia sempurna, tapi bahasa Inggris ancur.

Orang yang suka pakai bahasa Inggris, belum tentu bahasa Indonesianya pas–pasan atau nggak bangga dengan bahasa Indonesia. Sebaliknya, orang yang serius berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, belum tentu nggak suka belajar bahasa asing.

Bahasa Indonesia penting, bahasa Inggris penting, dan menguasai bahasa asing lain juga akan sangat baik. Bahkan untuk pekerjaan seperti penerjemah, public relations, penulis, dan lainnya butuh punya kemampuan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang mumpuni.

* Kamu akan memerlukan bahasa Indonesia saat membuat tugas, skripsi, presentasi, acara resmi, hingga melamar kerja.

Yup, kamu akan membutuhkannya. Jika bahasa Indonesia kamu nggak memenuhi standar, bisa bikin nilai jadi berkurang, bahkan menghambatmu.       

(sumber gambar: kbbi.web.id)

LATEST COMMENT
Khaedirul faqih | 11 jam yang lalu

karena bidikmisi itu sesuai dengan yang lebih dahulu mengeluarkan pengumuman

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Khaedirul faqih | 11 jam yang lalu

kalo ga salah disuruh prioritaskan yang lebih dahulu keluar pengumuman

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Rudjanah Widya Sari | 17 jam yang lalu

Boleh kok S1/S2 itu diambil kan cuman sebentar klo udh slesai D4 nya

Apa Sih, Bedanya D1, D2, D3, D4 dan S1?
Arifin Yuwono | 17 jam yang lalu

Kebetulan saya jg lulusan Gizi dari AKZI Depkes RI. Maaf hanya ingin sharing saja. Terimakasih

Profesiku: Ahli Diet dan Nutrisi, Irna Herawati
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©