Menu

8 Faedah Tayangan Sinetron dan FTV

Mungkin yang namanya sinteron atau FTV udah dicoret dari khasanah tontonan kamu. Atau ada juga, sih, yang masih suka ngikutin walau malu mengakui. Hihihi... Gimanapun juga, sinetron dan FTV ada faedahnya, lho. Ini buktinya!

1. Dari judul FTV atau sinetronnya saja, sudah cukup menghibur, misalnya Kaleng Kerupuk Pembawa Cinta, Ojek Cantik di Gang BecekCinta 'Kan Membawamu Narik Angkot Lagi. Kadang judul kayak begini bikin mikir, dapat idenya dari mana, ya? Hihihi…

Siapa tahu aja, di antara judul yang "ajaib" tersebut ada nyerempet sama kisah kamu sendiri. Ejiyeeee….

2. Membuka lapangan kerja baru, terutama kesempatan untuk anak muda yang belum lulus sekolah/kuliah. Bayangin, berapa banyak wajah baru yang menjadi pemain sinetron dan FTV? Kayaknya, tiap hari selalu berganti, dan kebanyakan di antaranya adalah anak muda.

Yah, asal sekolah dan kuliah nggak jadi keteteran lah, ya.

3. Bikin kamu lebih nyambung sama keluarga/tetangga yang nonton sinetron dan FTV juga. Biasanya nih, generasi di atas kamu, kayak ortu, eyang, tante, om, Pak RT, dan lainnya, masih hobi mantengin sinetron atau FTV.

Ini bisa menambah bahan obrolan kamu dengan mereka. Misalnya, “Wah, kemarin si Haji Muhiddin gimana, tuh?”

tukang bubur naik haji

4. Contoh hal yang lebay. Namanya juga sinetron atau film televisi, semua hiburan belaka dan nggak real. Maka, nggak heran adegannya banyak yang lebay, bahkan genggeus abis.

Nah, adegan kayak begitu tuh, bisa jadi bahan pelajaran bagi kamu buat nggak niru dengan ikutan lebay. Kalau gaya dan tingkah kamu kayak sinetron atau FTV yang drama abis, berarti kamu juga lebay. Nah, lho?!

5. Suka memasukkan isu lokal ke dalam tayangannya. Mulai dari nyempilin isu politik, harga cabe yang naik, sampai selentingan soal seleb. Isunya pun super update. Maklum, biasanya kejar tayang.

"Muatan lokal" yang kayak begini nggak bisa kamu dapatkan dari tayangan bule.     

6. Merangsang kreativitas. Nggak bisa dipungkiri kalau banyak banyak meme dan jokes yang terinspirasi dari  kedua jenis tayangan tersebut.

7. Cerita dan maksud karakter mudah dipahami. Kebanyakan akting di sinetron dan FTV, tuh, eksplisit abis.

Misalnya, ekspresi marah “template” dengan mata melotot dan shot kamera zoom in-zoom out, wajah culas nan licik, ekspresi malu-malu dengan gambar yang sengaja di slow motion.

Ada juga tokoh-tokoh idola a.k.a bintang utama yang biasanya ditampilkan dengan rambut berkibar a la efek blower, slow motion, atau ada backsound lagu khusus  yang biasanya adalah soundtrack filmnya.

Pokoknya, kamu bakal gampang deh, menerka karakter dan ceritanya.

meme ftv

8. Dengan nonton FTV dan sinetron, kamu juga jadi tahu lagu lokal yang ngehits, karena biasanya soundtrack-nya adalah lagu-lagu pop yang ngetop. Syedap!

Baca juga review tayangan yang nggak kalah serunya:

(sumber gambar: brilio.net, IG @dhanypramata via brilio.net, media.iyaa.com)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 6 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 20 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©