Menu

Rekomendasi 5 Museum Keren yang Ada di Indonesia

Ketika hari libur datang, pada umumnya, agenda orang-orang adalah wisata kuliner, belanja, serta main ke tempat-tempat hiburan. Padahal ada satu agenda yang menurut saya perlu diselipkan, yaitu main ke museum. Eits, walaupun kesan umum museum di Indonesia itu dekil dan membosankan, sebenarnya kita juga punya museum-museum yang seru dan keren, lho! Pokoknya wajib dikunjungi, deh.

Museum aja, sih? Beberapa diantaranya adalah lima museum rekomendasi penggiat museum sekaligus founder Museum Ceria Ajeng Ayu Arainikasih berikut ini:

1. Museum Ullen Sentalu - D.I. Yogyakarta

Museum yang berlokasi di D.I. Yogyakarta ini khusus mengangkat budaya Jawa, terutama kehidupan para bangsawan keratonnya. Duh, naluri princess saya jadi terketuk banget, deh, hihihi. Sebagian besar koleksi di Ullen Sentalu adalah koleksi intangible, alias warisan budaya tak-benda—seperti misalnya informasi tentang keterampilan, pengetahuan, dan ekspresi para bangsawan—yang disampaikan lewat lukisan naratif.

youthmanual - ullen sentalu

Museum Ullen Sentalu juga menyimpan banyak kisah tentang para putri keraton yang nggak banyak diketahui publik, Misalnya, kisah Gusti Noeroel, putri dari Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro VII yang pintar, cantik, mandiri, dan berani menolak diperistri Hamengkubuwono IX serta mantan presiden Soekarno. Oya, pengunjung museum ini bakal disuguhi minuman jahe awet muda resep salah satu putri keraton, lho. Brb, minum segalon!

Nggak heran kalau Ullen Sentalu terpilih sebagai museum terbaik Indonesia versi situs wisata Trip Advisor. Soalnya, selain karena bangunan dan isinya yang apik, suasana museum yang terletak di kaki gunung Merapi, Turgo dan Plawangan ini juga sangat asri dan sejuk, dengan suhu di antara 15-25 derajat Celcius. Museum Ullen Sentalu juga punya restoran Beukenhof yang bernuansa tempo doeloe dan nggak kalah cantik dengan museumnya, sehingga kita bisa makan atau ngeteh santai setelah puas jalan-jalan keliling museum.

youthmanual - ullen sentalu

Lokasi: Jl Boyong KM 25, Kaliurang Barat, Sleman, Yogyakarta

Harga tiket masuk: Rp15,000 (pelajar) – Rp30,000 (dewasa umum)

Waktu & jam buka: Selasa-Jumat (08.30-16.00), Sabtu-Minggu (08.30-17.00). Senin tutup.

2. Museum Sejarah Jakarta

Museum yang terletak di kota tua Jakarta ini sering disebut sebagai Museum Fatahillah. Bangunannya yang klasik dan megah didirikan pada tahun tahun 1710, alias lebih dari tiga abad lalu. Bagi Ajeng, kunjungan ke gedung Museum Sejarah Jakarta selalu bikin dia merinding karena membuatnya seperti balik ke zaman Batavia.

museum fatahillah

Museum ini menyimpan sekitar 23,000 koleksi benda peninggalan sejarah dan prasejarah Indonesia, seperti prasasti, senjata, replika bangunan, dan lukisan yang tersebar di berbagai ruangan.

youthmanual - museum fatahilah

Kalau ditotal, ada 37 ruangan di area museum yang baru selesai direnovasi Februari 2015 lalu ini. Saya sendiri paling terkesan dengan ruangan penjaranya, yang sempat menjadi rumah tahanan Pangeran Diponegoro. Suasananya sungguh sempit, gelap, dan pengap. Yup, dulu bangunan Museum Museum Sejarah Indonesia ini dipakai Belanda untuk memenjara tahanan, sedangkan lapangan depan museum merupakan tempat eksekusinya. Hiii!

youthmanual-penjara museum fatahillah

Lokasi: Taman Fatahillah 1, Jakarta Barat

Harga tiket masuk: Rp1,000 (pelajar), Rp2,000 (dewasa)

Waktu & jam buka: Selasa-Minggu (08.00-16.00). Senin libur

3. Museum Konferensi Asia Afrika – Bandung

Museum ini bertempat di Gedung Merdeka, lokasi pelaksanaan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

museum konferensi asia afrika

Sesuai namanya, Museum Konferensi Asia Afrika menampilkan berbagai hal terkait dengan KAA. Pengunjung nggak cuma bisa merasakan gimana jalannya KAA, tetapi juga menyimak berbagai kisah di balik konferensi tersebut, misalnya, delegasi dan wartawan dari RRC yang batal datang karena mengalami kecelakaan pesawat terbang, hingga respon warga Bandung yang pada masa itu terheran-heran melihat tamu-tamu negara dari Afrika. Maklum, pada tahun segitu, pelancong mancanegara masih langka, apalagi dari benua Afrika!

museum konferensi asia afrika

Lokasi: Jl.Asia Afrika No.65, Bandung

Harga tiket masuk: Gratis

Waktu & jam buka: Senin-Jumat (08.00-15.00, jam 12.00-13.00 istirahat)

4. Museum DPR RI - Jakarta

Datang ke gedung DPR jangan cuma pas mau demo doang, sob! Kalau kamu tertarik dengan politik dan sejarah parlemen Indonesia, coba, deh, main ke Museum DPR RI ini.

Museum ini sebenarnya berdiri sejak tahun 1997, cuma ia memang nggak standout dan nggak banyak diketahui masyarakat. Nah, pada pertengahan tahun 2015 lalu, museum DPR RI ini dirancang ulang oleh tim dari Departemen Arkeologi dan Departemen Teknik Arsitektur Universitas Indonesia. Konsep museum ini adalah postmodern, sehingga ia nggak sekadar memajang koleksi, tetapi juga mengajak pengunjung untuk berinteraksi dan berpartisipasi.

Sebagai contoh, pengunjung Museum DPR RI bisa sharing pengalaman dan opini yang terkait dengan DPR serta segala kebijakannya, lho. Wah, lumayan, sob, bisa ngeluarin uneg-uneg, nih! Selain untuk menarik pengunjung, bentuk partisipasi kayak begini bisa memperkaya pengetahuan politik museumnya sendiri, lho. Siapa tahu ada pengunjung yang dulunya pernah demo di DPR tahun 1998, atau malah seorang mantan anggota dewan, lalu ia membagi kisahnya. Menarik, ‘kan? Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan berbagai permainan interaktif di sini, termasuk simulasi Pemilu. Seru, ya?

Lokasi: Gedung Nusantara, Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD, Jl. Gatot Subroto

Harga tiket masuk: Gratis

Waktu & jam buka: Kunjungan rombongan dengan membuat janji terlebih dahulu ke pihak humas DPR.

5. Museum Kereta Api Ambarawa

Mau ngerasain time travel? Datang aja ke museum yang berada di stasiun kereta api abad ke-19 ini! Kamu nggak cuma bisa melihat kereta uap tua, tetapi juga mesin tiket dan kalkulator zaman baheula, telepon antik, mesin telegraf morse, serta berbagai perlengkapan kuno lainnya.

Museum Kereta Api Ambarawa punya 21 koleksi kereta uap antic, dan tiga di antaranya masih bisa beroperasi, lho. Tiap weekend, pengunjung bisa naik kereta-kereta tersebut dengan biaya ekstra Rp50,000. Banyak, lho, pengunjung yang berminat merasakan romantisnya kembali ke masa lalu dengan menumpang kereta uap. Mungkin termasuk kamu?

youthmanual-museum kereta api

Lokasi: Jl. Setasiun No.1, Ambarawa,

Harga tiket masuk: Rp5,000 (anak-anak), Rp10,000 (dewasa)

Waktu & jam buka: Senin-Minggu (08.00-16.00)

(sumber gambar: sketchbook90.files.wordpress.com, kui.atmajaya.ac.id, fib.ui.ac.id, jogjaholidays.com, panoramio.com, flickr/BambangHaryoko, d7news, anythingjakarta.com, yogyatrip.com, bdgexpat.com, tantular.com, autopoket-info.com, beritau-aja.com, birohumas.jatengprov.go.id, kebudayaanindonesia.net, static.ucontest.info)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 21 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 1 hari yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©