Menu

IPK Tinggi dan Aktif Berorganisasi, Mana yang Lebih Penting, Ya?

IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif adalah hal yang sering dibicarakan oleh para mahasiswa-mahasiswa, nih, gaes. IPK atau bahasa kerennya yaitu GPA alias Grade Point Average merupakan nilai-nilai yang dikumulatifkan atau dihitung dari kamu semester satu hingga nanti di semester delapan. Perhitungan IPK ini pun tentunya dipengaruhi oleh SKS atau Satuan Kredit Semester. Kalau pada suatu mata kuliah yang memiliki bobot SKS yang besar, maka, nilaimu pada mata kuliah tersebut pun akan sangat berpengaruh ke IPK yang kamu miliki.

Selain IPK, hal seru di dunia kuliah lainnya yaitu kamu bisa mengikuti berbagai organisasi yang disediakan oleh kampus, nih, baik itu UKM atau organisasi lainnya. Di dunia kuliah, kamu bebas dalam memilih UKM apa atau organisasi apa yang ingin kamu ikuti.

Pada semester awal, biasanya, nih, para mahasiswa memiliki berbagai idealis, nih, seperti ingin lulus cumlaude, punya IPK di atas 3.5 dan juga aktif berorganisasi. Namun, setelah beberapa semester telah dilalui, idealisme tersebut berkurang menjadi antara ingin memiliki IPK yang tinggi atau aktif berorganisasi. Nah, sebenarnya, mana, sih, yang lebih penting, apakah punya nilai IPK tinggi atau aktif berorganisasi?

Nah, sebelum menjawab mana yang lebih penting, ada baiknya kalau kamu tahu dulu, nih, keuntungan diantara keduanya!

Keuntungan memiliki IPK tinggi

1. Memberikanmu banyak pilihan pekerjaan

Yap, sebagian besar lowongan pekerjaan mencantumkan IPK sebagai syarat untuk diterima di pekerjaan tersebut. Banyak dari perusahaan-perusahaan yang mencantumkan minimal IPK 3.00 untuk para pelamar pekerjaan. Nah, coba bayangkan kalau IPK-mu nggak mencapai 3.00, pastinya, kamu akan sulit, dong, dalam mencari suatu pekerjaan?

Ditambah lagi, lowongan pekerjaan unguk para fresh graduate seperti Management Trainee, Officer Development Program, Graduate Association dan sebagainya menyaratkan para pelamarnya memiliki IPK lebih dari 3.00. Jadi, bisa dikatakan bahwa IPK yang tinggi dapat memberikanmu banyak pilihan ketika melamar pekerjaan.

2. Mempermudah kamu untuk mendapatkan beasiswa

Hampir sama dengan mencari pekerjaan, beasiswa pun meminta para pelamarnya memiliki IPK setara atau lebih dari yang disyaratkan. Sebagian besar beasiswa mengharuskan kamu memiliki IPK minimal 3.00, namun, ada juga, lho, beasiswa yang memiliki syarat IPK minimal 3.5, wah, duh!

Maka dari itu gaes, buat kamu yang masih malas-malas belajar, malas buka buku, malas mengikuti pelajaran di kelas dan sebagainya, yuk, mulai dari sekarang belajarlah lebih giat! IPK ini ternyata penting, lho, buat kamu yang ingin melamar beasiswa.

3. Dianggap gigih dan rajin

Yap, ketika kamu melamar di suatu perusahaan, jika kamu memiliki IPK lebih dari 3 pasti kamu akan memiliki nilai plus di mata perusahaan tersebut. Untuk mendapatkan IPK lebih dari tiga tentunya nggak semudah membalikkan telapak tangan, gaes, kamu memerlukan sikap gigih dan rajin.

Nah, kalau kamu memiliki IPK lebih dari tiga, kamu pun pasti dianggap sebagai seseorang yang gigih dan juga rajin. Gigih dan rajin ini pun menjadi nilai plus, lho, dalam dunia kerja.

4. Aman dari drop out

Selain nggak lulus-lulus, alasan seorang mahasiswa di drop out dari kampus ialah mahasiswa tersebut memiliki IPK yang kecil. Kalau kamu memiliki IPK yang tinggi, secara otomatis, kamu pasti aman dari ancaman drop out, dong. Ditambah, kamu pastinya bisa mengikuti berbagai beasiswa yang disediakan oleh pihak kampus. Nah, makanya, gaes, perlu banget kan, punya IPK tinggi?

5. Memberikan kebanggaan tersendiri

Siapa yang nggak bangga jika memiliki IPK tinggi? Pasti hampir semua orang bangga dengan pencapaiannya yang satu ini. Biasanya, kalau kamu memiliki IPK yang tinggi, kamu akan identik disandangkan dengan hal-hal positif seperti anak rajin, anak pintar, mahasiswa berprestasi dan sebagainya. Siapa, sih, yang nggak senang diidentikkan dengan hal-hal positif tersebut? Hehe.

Keuntungan berorganisasi

1. "Mempercantik" CV-mu

Selain IPK, pengalaman berorganisasi pun dapat mempercantik CV-mu, lho. Kok, bisa? Iya dong, bisa. Dengan mengikuti berbagai organisasi, tentunya menunjukkan bahwa kamu mau turut andil bekerja di lingkunganmu. Kamu pun mau diberikan berbagai tugas yang harus dikerjakan berbarengan dengan tugas kuliah. Nah, secara nggak disadari kamu jadi belajar membagi waktu antara mengerjakan tugas kuliah dan tugas organisasi. Kemampuan mengatur waktu ini, lah, yang menjadi nilai plus di mata para perusahaan.

Selain itu, dengan berorganisasi, kamu dianggap terbiasa bekerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Kurang lebih, apa yang kamu kerjakan di organisasi akan sama dengan di dunia kerja. Maka dari itu, pengalaman organisasi menjadi nilai plus di dunia kerja.

2. Tempat mengasah soft skill

Nah, kalau kamu terbiasa berorganisasi, secara tanpa disadari, kamu akan mengasah soft skills-mu. Soft skills apa saja, sih, yang diasah ketika berorganisasi? Soft skills tersebut ialah time management, komunikasi, bekerjasama dengan orang lain, kemampuan adaptasi, kemampuan mengontrol diri dan sebagainya.

Di kampus, kamu nggak akan banyak belajar hal ini karena ketika kamu belajar di kampus, kamu akan membicarakan hal-hal yang bersifat teoritis. Sedangkan, ketika kamu berorganisasi, kamu akan belajar tentang bertindak untuk mencapai suatu hal.

3. Bertemu banyak orang

Yap! Biasanya pergantian orang di suatu organisasi berjalan dengan cepat. Kurang lebih, kepemimpinan di organisasi kampus akan berakhir selama satu tahun. Nah, selama satu tahun itu, akan ada anggota yang pergi dan juga masuk. Kamu akan bertemu dengan banyak orang baru dan kamu akan dipimpin oleh berbagai orang-orang dengan latar belakang yang berbeda setiap tahunnya.

Dengan bertemu banyak orang, kamu akan belajar banyak hal, gaes! Kamu akan belajar berinteraksi dengan orang baru yang memiliki latar belakang yang berbeda, kamu akan belajar bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki sifat yang berbeda dan sebagainya.

4. Mengasah bakat yang sudah ada

Kalau kamu memiliki bakat, dengan mengikuti kegiatan organisasi, kamu akan lebih mengasah bakat tersebut. Misalnya, nih, kamu memiliki bakat yaitu kemampuan berinteraksi dengan orang banyak. Nah, dengan mengikuti organisasi, kamu akan berlatih berdiskusi di depan banyak orang, mengeluarkan pendapat di depan banyak orang, bahkan kamu bisa saja, lho, dijadikan MC di suatu acara. Disini, lah, kamu akan mengasah bakat-bakat yang kamu miliki!

5. Lebih banyak praktek daripada teori

Ketika kamu di ruang kelas, drlapan puluh persen hal yang akan kamu bahas ialah praktek. Sedangkan, ketika kamu berorganisasi, delapan puluh persennya ialah hal-hal yang bersifat praktek. Dengan begitu, kamu pun akan belajar untuk mempraktekkan apapun yang berhubungan dengan pekerjaanmu di organisasi.

***

Nah, dari keuntungan memiliki IPK tinggi dan aktif berorganisasi, dari keduanya, mana, nih, yang lebih penting menurutmu? Kalau menurut saya, keduanya merupakan dua hal yang penting, jadi, usahakan untuk aktif di organisasi dan juga meraih IPK yang tinggi, ya, gaes! Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: pinterest.com)

LATEST COMMENT
Amaliais | 25 menit yang lalu

Kalau sbmptn dah diterima dan sebagai pemohon bidikmisi namun belum verifikasi dan daftar simak bidikmisi dan lolos apakah bisa ambil yg simak bifikmidi dan meninggalkan sbmptn nya ?

Bolehkah Peserta yang Diterima SBMPTN 2019 Ikut Seleksi Mandiri?
Zulva Nur Imawati | 12 jam yang lalu

Makasih kakk udah jawab. Soalnya aku yakin ini jurusan yang aku cari2 sejak dulu. Tapi saya tinggal bukan di perkotaan, agak khawatir sama prospek kerja. Memang sih di daerah saya setelah saya mencari data tenaga kerja RS untuk okupasi terapis tidak ada. Hanya ada fisioterapi itupun hanya 1 orang. Terimakasih kak, semoga dimudahkan sekolahnya. Doakan saya bisa masuk jurusan ini yaa

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
Asyila | 14 jam yang lalu

Kalo tembus fkui lewat jalur sbmptn, biayanya semahal di PTS ga sih kak? Jujur aja aku pengen bgt keterima fk cuma kasian papa aku krn mengeluarkan biaya kedokteran ku yg pastinya mahal bgt, dan juga ada ibu dan kakakku yg perlu dinafkahi oleh ayah ku, rasanya aku agak egois ga sih?

Jurusan 101: Tanya Apapun Tentang Jurusan Kedokteran di Youthmanual
Komang S. Satyanata | 15 jam yang lalu

Mohon maaf Baru balas Bantu jawab, Boleh ttapi alangkah baiknya bila ambil aja sbm nya (A)

Seleksi Mandiri Universitas Udayana 2019: Mulai Dari Syarat Pendaftaran Hingga Program Studinya
Sabrina Halimatus Sakdiyah | 15 jam yang lalu

Saya bingung nanti setelah lulus SMA saya ngambil jurusan apa. Kata temanku dan guru seniku gambaran saya bagus tapi menurutku biasa aja soalnya saya melihat temen selain kelasku ada yang lebih bagus dari saya malah jauh lebih bagus. Saya sih pengen banget jurusan kecantikan tapi takut salah melangkah jauh. Tolong saran untuk saya?

8 Pekerjaan yang Banyak Dibutuhkan di Tahun 2020
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©