Menu

7 Manfaat Menjadi Pendengar yang Baik

Siapa, sih, yang nggak bisa menjadi pendengar? Pastinya semua orang bisa menjadi pendengar yang baik, kan? Hmm... Memang, sih, gaes, semua orang bisa saja menjadi pendengar yang baik. Tetapi, pada kenyataannya, masih banyak, lho, orang-orang yang nggak memiliki kemampuan sebagai pendengar yang baik.

Biasanya, nih, gaes, mereka yang nggak memiliki kemampuan sebagai pendengar yang baik memiliki ciri-ciri yaitu nggak mau mendengarkan, lebih suka berbicara dibandingkan mendengarkan, melakukan kegiatan lain ketika ia disuruh mendengarkan cerita dari orang lain, memotong percakapan ketika sedang mengobrol dengan orang lain dan sebagainya. Apakah kamu memiliki teman dengan ciri-ciri seperti ini, gaes? Atau jangan-jangan kamu sendiri, lagi, yang punya ciri-ciri seperti ini? Wah, kalau begitu, tandanya kamu bukanlah seorang pendengar yang baik.

Mendengarkan merupakan suatu aktivitas yang mudah, kan, gaes? Akan tetapi, perlu kamu ketahui, nih, ketika kamu menjadi pendengar yang baik, kamu akan mendapatkan banyak manfaat. Hmm... Manfaat apa saja, ya, yang bisa kamu dapatkan ketika kamu menjadi seorang pendengar yang baik?

1. Terbiasa mendengarkan orang lain dapat membuatmu lebih fokus

fokus

Yap, ketika kamu terbiasa mendengarkan cerita orang lain, pasti kamu akan berusaha untuk mengerti apa yang sedang dibicarakan, kan? Nah, agar kamu dapat mengerti apa yang dibicarakan oleh orang lain, pasti kamu akan fokus kepada apa yang dibicarakan oleh orang tersebut.

Kalau kamu fokus pada saat mendengarkan orang lain bercerita, kamu nggak akan memiliki perhatian ke hal-hal lainnya seperti memainkan gawai, bengong, menguap dan lain sebagainya. Kamu hanya memperhatikan apa yang dibicarakan dan apa yang akan dibicarakan selanjutnya. Dengan begitu, kamu menjadi terlatih untuk fokus kepada satu hal, sehingga, tanpa disadari kamu telah mengasah kemampuan dalam fokus kepada suatu hal.

2. Melatih kesabaran

Selain melatih fokus, dengan mendengarkan cerita orang lain, kamu pun dapat melatih kesabaran. Kenapa seperti itu? Well, ketika kamu mendengarkan orang lain bercerita, pasti kamu duduk diam dan mendengarkan, kan? Nah, secara nggak langsung, kamu sedang melatih kesabaranmu, lho.

Ketika kamu mendengarkan orang lain bercerita, kamu melatih kesabaranmu dengan cara yaitu nggak memotong pembicaraan lawan bicaramu, nggak memainkan gawai, nggak sibuk sendiri dan lain sebagainya hingga lawan bicaramu selesai menceritakan apa yang ingin diceritakan. Ternyata mudah, ya, untuk melatih rasa kesabaran.

3. Memiliki banyak cerita yang bisa dipelajari untuk kehidupanmu

Biasanya, ketika orang lain bercerita, pasti hal yang diceritakan nggak jauh dari cerita kehidupan sehari-hari, baik itu permasalahan maupun pengalaman-pengalaman yang telah dilalui oleh si pencerita. Nah, apa yang mereka alami, belum tentu, kan, sudah kita alami. Maka dari itu, mendengarkan orang lain bercerita, dapat memberikanmu pengalaman baru yang bisa kamu pelajari.

Misalnya, nih, kamu mendengarkan seniormu yang sudah lulus kuliah tentang sulitnya mencari kerja. Dari cerita seniormu, kamu bisa tahu, kan, apa-apa saja yang menjadi masalah, kendala dan sebagainya dari para fresh graduate? Setelah kamu mengetahui apa yang menjadi masalah dan kendala para fresh graduate, kamu bisa mencoba untuk menghindari atau mencari solusi masalah-masalah tersebut untuk diterapkan di kehidupanmu nantinya.

4. Memiliki sifat simpati yang lebih tinggi

empati

Cerita orang lain nggak selalu tentang hal-hal yang menyenangkan. Terkadang, ada saja temanmu yang bercerita tentang kesulitan-kesulitannya, masalah-masalahnya dan hal-hal yang menyebabkannya sedih atau kecewa. Nah, dengan kamu yang terbiasa mendengarkan berbagai cerita dari orang lain tentang hal-hal tersebut, secara nggak langsung, cerita-cerita tersebut akan membangunmu menjadi seseorang yang memiliki sifat simpati yang lebih tinggi.

5. Mengasah diri untuk berpikir kritis

Ketika kamu mendengarkan orang lain bercerita, biasanya orang tersebut akan meminta saran darimu. Kalau pun orang tersebut nggak meminta saran, paling nggak, pasti kamu ingin berpendapat atau memberikan opini kepada orang tersebut. Nah, pada fase inilah kamu dituntut untuk berpikir kritis dalam memberikan opini kepada orang tersebut.

Kamu harus membuat opini, yang tentunya, nggak membuat orang tersebut merasa down, tersinggung dan baiknya, opini ini harus berisi solusi untuk menyelesaikan masalah atau memperbaiki keadaan orang tersebut. Nah, untuk memberikan opini yang seperti ini, secara nggak langsung kemampuan berpikir kritismu juga diasah, lho.

6. Membangun pertemanan yang baik dengan orang lain

Percaya atau tidak, orang yang memiliki kemampuan mendengarkan cerita orang lain dengan baik, pasti, lebih disukai oleh banyak orang. Kenapa? Karena, hampir semua orang pasti ingin memiliki teman yang bisa mendengarkan semua ceritanya. Maka dari itu, ketika kamu menjadi pendengar yang baik, pasti banyak, deh, orang yang ingin dekat-dekat denganmu dan mencurahkan ceritanya kepadamu.

7. Belajar melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang

belajar dari perspektif orang lain

Ketika kamu mendengarkan orang lain menceritakan suatu cerita, pasti kamu punya tanggapan tersendiri terhadap cerita orang tersebut dan yang pasti, orang tersebut memiliki tanggapan atas apa yang ia ceritakan. Maka dari itu, akhirnya kamu akan belajar untuk mengerti bagaimana tanggapan atau sudut pandang dari orang lain dalam melihat suatu permasalah atau hal-hal yang ia ceritakan.

Nah, ketika kamu sudah menerima sudut pandang dari orang yang bercerita, pada akhirnya, kamu memiliki sudut pandang yang beragam dalam melihat suatu permasalahan. Hal yang kamu dapat ketika kamu memiliki banyak sudut pandang dalam melihat suatu hal, kamu dapat menjadi seseorang yang lebih toleran.

***

Wah, ternyata aktivitas yang mudah untuk dilakukan dapat memberikanmu banyak manfaat, ya. Selain memberikan manfaat secara personal, kamu pun mendapatkan manfaat secara interpersonal. Well, tunggu apa, lagi? Yuk, asah dirimu untuk menjadi seorang pendengar yang baik!

Baca juga:

(Sumber gambar: nytimes.com, entrepreneur.com, agoodson.com, leapagency.com)

LATEST COMMENT
Aufa B | 50 menit yang lalu

Lebih baik ikut utbk jarena ada beberapa univ yg mandiri juga menggunakan kombinasi dengan nilai utbk

Jadwal Lengkap SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri 2019
Aufa B | 51 menit yang lalu

Nama tesnya utbk, jalur masuknya sbmptn

Jadwal Lengkap SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri 2019
Aufa B | 52 menit yang lalu

Nggak berpengaruh

Jadwal Lengkap SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri 2019
Witri syafrida femelia | 6 jam yang lalu

min saya ikut utbk soshum dan saintek namun nilai soshum saya lebih tinggi, saat mendaftar sbmptn saya ingin ambil program studi soshum untuk kedua pilihannya apakah bisa min?atau harus ambil jurusan satu saintek dan satu soshum?

Serba-Serbi SBMPTN 2019, Cek Informasi Lengkapnya!
Dela Amelianta Ginting | 8 jam yang lalu

Kak maksud dari" jangan menempatkan prodi dgn kriteria kelulusan skor tinggi di bwh prodi yg skor lukusnya relatif rendah" itu kyk mana ya..

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©