Menu

6 Tipe Atasan yang Sering Ditemukan di Kantor dan Cara Menghadapinya

Ketika kamu masuk ke dunia kerja, hal yang pastinya berbeda dengan dunia kuliah ialah kamu akan mendapatkan jadwal kerja yang pada umumnya berkisar antara dari jam delapan atau jam sembilan pagi, hingga jam lima sore. Selama sembilan jam, kamu akan mengerjakan berbagai pekerjaan sesuai dengan job description-mu.

Selain kamu akan memiliki waktu delapan hingga sembilan jam untuk bekerja, pasti kamu akan diatasi oleh seorang manager atau supervisor. Biasanya, manager atau supervisor ini akan mengecek pekerjaanmu, apakah pekerjaanmu sudah benar atau belum. Kamu akan dituntut untuk mengerjakan pekerjaanmu sebaik mungkin dan setepat mungkin.

Nah, biasanya, nih, gaes, ketika bekerja, sang atasan ini bisa jadi salah satu alasan para pekerja mengeluh, lho. Hal yang dikeluhkan pun sebenarnya ada banyak, namun pada umumnya, para pekerja mengeluhkan sifat dari atasannya yang nggak sesuai dengan ekspektasi dari para pekerja. Hmm... Sebelum kamu bekerja dan mengeluh tentang atasanmu, mending cari tahu dulu, yuk, bagaimana, sih, tipe-tipe dari atasan yang biasa ada di tempat kerja dan cara bekerja yang baik dengannya.

1. Atasan killer

bos killer

Kata siapa yang killer-killer hanya kamu temukan di kampus atau di sekolah saja? Pada nyatanya, kamu akan bertemu dengan atasan-atasan killer, lho. Wah, duh, guru atau dosen killer aja sudah serem, gimana bos killer, ya?

Well, menurut saya, atasan killer pun sama menakutkannya dengan dosen atau guru killer, hehe. Tetapi, layaknya menghadapi guru atau dosen killer, atasan killer pun punya caranya tersendiri, lho. Kalau kamu bertemu dengan atasan killer, salah satu cara yang paling ampuh ialah jangan suka baper alias bawa perasaan.

Lah, kok gitu? Ya iya dong. Pada dasarnya atasan killer emang sudah galak terlepas dari kerjaanmu benar atau tidak. Ada baiknya kamu kerjakan pekerjaanmu sebaik mungkin dan jangan terlalu dibawa perasaan jika atasanmu marah-marah kepadamu.

2. Tukang Kritik

Siapa yang senang, sih, sedikit-sedikit di kritik? Mungkin hampir semua orang tidak suka jika dikritik terlalu sering. Namun, pada realitanya, ada, lho, atasan yang gemar sekali mengkritik. Misalnya, nih, kamu sudah mengerjakan tugasmu, eh, dikritik ada sesuatu yang salah. Sudah dibenari, eh, ada lagi kesalahannya. Duh, pastinya rese dong, ya?

Nah, tips dari saya ketika kamu bertemu atasan seperti ini ialah, kamu bisa kerjakan tugasmu seteliti mungkin. Kalau kamu mengerjakan tugas seteliti mungkin, kamu sudah meminimalisir kritikan dari atasanmu. Kalau masih saja di kritik, kerjakan tugasmu sesuai dengan keinginannya. Selebihnya, harus legowo dikritik, ya, hehe. Kalau kamu terima semua kritikan, saya yakin kamu nggak akan kesal dengan kebiasannya.

3. Friendly

bos rasa teman

Atasan yang seperti ini yang selalu didambakan oleh semua karyawan. Ketika kamu memiliki bos yang memiliki sifat ramah, seru dan asyik, pastinya, secara perlahan, batasan kamu dan atasanmu bisa berkurang. Nah, kalau batasan diantara kamu dan atasanmu berkurang, pasti kamu akan lebih terbuka dengan atasanmu sehingga hal itu pun bisa berdampak baik ke pekerjaanmu.

Kalau kamu punya atasan yang seperti ini, jangan sia-siakan kesempatan, ya, gaes. Kamu bisa membuka diri dengan atasanmu. Kamu bisa menceritakan keluh kesah dan bagian menyenangkan tentang pekerjaanmu. Dengan begitu, atasanmu pun akan mendapatkan feedback tentang pekerjaan dan timnya, sehingga atasanmu pun bisa mengembangkan banyak hal atau memperbaiki suatu hal.

4. Atasan yang demokratis

Nah, selain atasan yang friendly, atasan yang demokratis juga menjadi idaman dari semua karyawan. Bagaimana tidak, atasan yang satu ini selalu bersedia mendengarkan opini dari karyawannya. Selain itu, atasan ini pasti selalu mengajak timnya untuk memutuskan sesuatu agar semuanya tidak merasa keberatan atas hal yang diputuskan dan dapat bekerja dengan baik.

Kalau kamu bertemu dengan atasan yang seperti ini, kamu perlu banget untuk aktif, lho. Dengan kamu aktif memberikan saran atau feedback, kamu akan belajar banyak hal seperti belajar berani ngomong di depan banyak orang, belajar berpikir kritis, belajar merencanakan suatu hal, belajar memecahkan masalah dan sebagainya.

5. Merasa paling benar

merasa paling benar

Ketemu teman yang selalu merasa paling benar saja, pasti, sangat menyebalkan, bagaimana bertemu dengan atasan yang merasa paling benar, ya? Wah, harus sabar-sabar. Well, percayalah, atasan seperti ini nyata kehadirannya, gaes.

Kalau kamu bertemu atasan seperti ini, mau nggak mau kamu harus mengikuti apa yang ia inginkan. Sesekali kamu bisa, kok, untuk memberikan saran atau memberikan opini. Namun, jika saran atau opinimu ditolak mentah-mentah, kamu jangan baper, ya, gaes.

6. Atasan ala coach

Nah, atasan yang satu ini cukup menyenangkan, lho. Selain atasan ini akan memberikanmu instruksi yang jelas untuk menyelesaikan pekerjaan, pastinya atasan ini pun akan mengajarimu suatu hal hingga kamu bisa. Sifat mengayomi pun dimiliki oleh atasan dengan tipe coach ini.

Kalau kamu bertemu atasan yang seperti ini, jangan segan-segan untuk menanyakan apa yang kamu bingungkan, ya. Dengan senang hati, mereka akan mengajarimu. Kamu pun bisa memanfaatkan hal ini untuk belajar banyak hal dari atasanmu.

***

Sebenarnya ada banyak, nih, gaes, tipe-tipe dan sifat-sifat dari atasan di kantor. Maka dari itu, gaes, karena pada nantinya kamu nggak akan bekerja sendiri melainkan akan bekerjasama dengan atasanmu, ada baiknya kamu memperhatikan tipe atasanmu sehingga kamu bisa mencari cara terbaik untuk bekerjasama dengannya.

Karena tipe atasan yang berbeda-beda ini, pasti ada saja ketidakcocokan yang muncul. Maka dari itu pula, jangan terlalu baper alias bawa perasaan di kantor, ya. Lebih baik, kamu berusaha mengerjakan pekerjaanmu sebaik mungkin dibandingkan terlalu sibuk memikirkan perasaan nggak cocok karena tipe bos yang nggak cocok denganmu.

Baca juga:

(Sumber gambar: ragerlawoffice.com, talk-business.co.uk, gentlementalks.com, firstsun.com)

LATEST COMMENT
Fajar Haryadi | 8 jam yang lalu

UI itu secara resmi masuk Provinsi DKI Jakarta (meskipun sebagian kampus dan rektorat masuk Depok). Hanya warga DKI Jakarta saja yg bisa mendaftar SNMPTN ke UI. Sementara ITB itu kampus utamanya di Kota Bandung.

UI Versus ITB, Mana yang Lebih Unggul?
Aldayra Putri | 1 hari yang lalu

di desain interior ini nantinya bekerja sebagai apa ya?

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
Dhania Nur Indah | 1 hari yang lalu

Kak maksudnya pengetahuan umum itu apa ya?materinya apa aja ya kak?

Serba Serbi Selma dan Sekolah Vokasi Universitas Brawijaya 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©