Menu

5 Manfaat yang Kamu Dapatkan Ketika Kamu Berkuliah sambil Bekerja

Kuliah sambil bekerja? Wah, pastinya melelahkan sekali, ya, gaes. Bagaimana tidak? Setiap hari kamu memiliki banyak kegiatan, antara kamu akan memiliki kegiatan dari Senin hingga Minggu atau full kegiatan hingga malam pada hari Senin hingga Jumat.

Saya selalu salut dengan orang-orang yang mampu berkuliah sambil bekerja. Mau bagaimana pun, kuliah dan bekerja merupakan suatu aktivitas yang berat, lho. Selain itu, kamu pun harus memiliki konsistensi yang tinggi agar dapat menyelesaikan kuliahmu walaupun kamu memiliki tuntutan lain yaitu bekerja.

Tahu, kah, kamu? Walaupun kuliah sambil bekerja terdengar sangat melelahkan, tetapi, menjalankan kedua kegiatan ini secara bersamaan memiliki kelebihannya tersendiri, lho. Hmm... Kelebihan apa saja, ya, yang akan kamu rasakan jika kamu berkuliah sambil bekerja?

1. Menjadi seseorang yang lebih tangguh

menjadi orang yang tangguh

Ketika kamu berkuliah sambil bekerja, kelas yang kamu ambil biasanya disebut sebagai kelas paralel atau kelas khusus atau kelas karyawan. Penyebutan kelas ini memang beragam, akan tetapi, semuanya memiliki kelonggaran dalam waktu pelaksanaan kuliahnya.

Kalau kelas reguler, kamu harus kuliah dari pagi hingga sore hari. Berbeda dengan kelas reguler, kelas yang satu ini biasanya terbagi atas dua jadwal yaitu dilakukan pada Sabtu dan Minggu atau dilakukan pada weekday setelah sepulang kerja hingga malam hari.

Bayangkan saja kamu harus berangkat kuliah setelah capek-capekan di kantor dengan setumpuk tugas-tugasnya. Di kuliah pun, kamu harus terus mendengarkan apa yang diajarkan dosen dan mengerjakan semua tugas-tugasnya. Well, menurut saya, kalau kamu kuliah sambil bekerja dan ingin lulus, konsisten merupakan suatu hal yang sangat amat dibutuhkan.

2. Terbiasa mengatur waktu

Yak, ketika kamu memiliki dua hal yang menjadi prioritas terbesarmu, maka, kamu pun akan terbiasa dalam mengatur waktu. Sebenarnya, selain terbiasa, kamu harus bisa mengatur waktu dengan tujuan yaitu agar kamu nggak memiliki jadwal yang bentrok antara kuliah dan juga bekerja. Selain itu, dengan pandai mengatur waktu, kamu pun, jadi bisa menyisihkan sebagian waktu untuk beristirahat dari semua kesibukanmu.

Kalau kamu sudah terbiasa mengatur waktu, lama-kelamaan, mengatur waktu menjadi suatu kemampuanmu, lho. Ketika kamu sudah memiliki kemampuan untuk mengatur waktu, nggak ada lagi, deh, cerita kehabisan waktu, nggak punya waktu luang untuk beristirahat dan sebagainya.

3. Bisa belajar menyusun prioritas

kemampuan menyusun prioritas

Yes, kamu, kan, memiliki dua hal yang menjadi prioritas utamamu. Dua prioritas utamamu ialah belajar dan bekerja. Maka dari itu, gaes, karena kamu memiliki prioritas utama sebanyak dua hal, kamu akan menjadi terbiasa menyusun prioritas-prioritas yang lainnya.

Nah, ketika kamu sudah terbiasa menyusun prioritas-prioritas lainnya, pasti kamu nggak akan kebingungan, deh, jika kamu dihadapkan dengan prioritas lainnya. Kalau kamu sudah jago dalam menyusun prioritas, pasti nggak akan ada, deh, ceritanya aktivitas-aktivitas yang bentrok, kebingungan memulai suatu aktivitas dan lain sebagainya.

4. Sudah mengenal dunia kerja sehingga dapat menerapkan ilmu di kuliah dengan lebih mudah

Ketika kamu sudah bekerja, seenggaknya kamu menjadi lebih tahu bagaimana keadaan di dunia kerja. Setelah kamu mengetahui keadaan lingkungan pekerjaan seperti apa, kamu bisa mencoba untuk menerapkan ilmu-ilmu yang kamu pelajari di kuliah ke dalam urusan pekerjaanmu.

Selain itu, kalau kamu sudah bekerja, namun, masih mau melanjutkan studimu, pasti, kamu nggak akan kebingungan untuk mencari program studi apa yang cocok untukmu. Kamu menjadi lebih tahu, program studi apa yang cocok untukmu sesuai dengan pekerjaan yang sedang kamu jalani.

5. Mandiri secara finansial

mandiri secara finansial

Ketika kamu berkuliah sambil bekerja, kamu nggak akan, deh, minta uang lagi ke orangtuamu untuk keperluan kuliah seperti membeli buku, fotokopi, uang SPP dan lain sebagainya. Kamu bisa mencukupi keperluan kuliahmu dengan uangmu sendiri. Siapa yang nggak senang, ya, dapat memenuhi semua keperluan kuliah secara mandiri? Pasti semua orang akan merasa senang, dong!

6. Menjadi lebih produktif

Percayalah, gaes, ketika kamu berkuliah, kurang lebih kamu akan merasa sibuk pada semester awal. Ketika kamu sudah berada di semester-semester akhir, kamu akan merasa kurang produktif alias sedikit sekali kegiatan belajar di kampus yang dapat kamu ikuti.

Nah, ketika kamu berkuliah sambil bekerja, pasti kamu akan lebih produktif, gaes. Selain produktif di dunia kampus seperti membuat tugas-tugas, belajar, berinteraksi dengan dosen-dosen dan sebagainya, kamu pun bisa berproduktif dalam dunia kerja. Percaya, deh, gaes, kehidupan yang produktif jauh lebih menyenangkan untuk dijalankan jika dibandingkan dengan kehidupan yang begitu-begitu saja.

***

Memang, sih, gaes, mau bagaimana pun, berkuliah sambil bekerja merupakan suatu hal yang cukup melelahkan. Saran saya, jika kamu ingin berkuliah sambil bekerja, kamu harus yakinkan dirimu untuk berlaku sekonsisten mungkin agar kamu dapat menyelesaikan masa kuliahmu. Kamu pun harus pandai-pandai dalam membagi waktu antara berkuliah, mengerjakan tugas kuliah, bekerja dan juga beristirahat agar kamu nggak terkena penyakit dikarenakan kelelahan. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: monster.com, thebluediamondgallery.com, economy.okezone.com, tommcifle.com)

  •  

LATEST COMMENT
Aufa B | 45 menit yang lalu

Lebih baik ikut utbk jarena ada beberapa univ yg mandiri juga menggunakan kombinasi dengan nilai utbk

Jadwal Lengkap SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri 2019
Aufa B | 46 menit yang lalu

Nama tesnya utbk, jalur masuknya sbmptn

Jadwal Lengkap SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri 2019
Aufa B | 47 menit yang lalu

Nggak berpengaruh

Jadwal Lengkap SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri 2019
Witri syafrida femelia | 6 jam yang lalu

min saya ikut utbk soshum dan saintek namun nilai soshum saya lebih tinggi, saat mendaftar sbmptn saya ingin ambil program studi soshum untuk kedua pilihannya apakah bisa min?atau harus ambil jurusan satu saintek dan satu soshum?

Serba-Serbi SBMPTN 2019, Cek Informasi Lengkapnya!
Dela Amelianta Ginting | 8 jam yang lalu

Kak maksud dari" jangan menempatkan prodi dgn kriteria kelulusan skor tinggi di bwh prodi yg skor lukusnya relatif rendah" itu kyk mana ya..

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©