Menu

5 Manfaat Membaca Untuk Para Pelajar dan Mahasiswa

Oleh Jessica Jelita Murni

“... Ayolah, Varenka, sadarlah; jangan dengar nasihat-nasihat bodoh dan fitnahan-fitnahan, tetapi bacalah bukumu kembali; itu akan bermanfaat bagimu.”

Ketika membaca kutipan dari buku Poor Folk di atas, saya merasa baru saja “disentil” oleh Fyodor Dostoyevsky—seorang sastrawan Rusia yang cukup terkenal pada zamannya—yang mengingatkan bahwa membaca jauh lebih bermanfaat dibandingkan melakukan hal-hal nirfaedah seperti kelamaan nongkrong di media sosial dan baperin hate comment yang masuk ke akun Instagram kamu.

Sedari kecil, kamu pasti udah khatam dengan nasihat tentang pentingnya membaca sebagai ajakan halus untuk kamu mau membaca buku pelajaran yang tebel bingits agar kamu bisa mengerjakan PR dengan baik dan benar. Tapi, apakah membaca hanya bemanfaat untuk bisa mengerjakan PR dengan baik dan benar aja?

Tentu saja jawabannya nggak. Manfaat dari membaca itu banyak banget lho, gaes. Apalagi untuk kamu para pelajar dan mahasiswa yang punya aspirasi dan cita-cita tinggi di masa depan. Seperti...

manfaat membaca

Memperkaya gagasan

Seseorang yang terbiasa membaca akan menjadi orang yang penuh gagasan. Kenapa? Karena banyak membaca, informasi dan wawasan yang akan kamu miliki pun semakin semakin banyak. Cara pandangmu terhadap sesuatu juga akan lebih terbuka, karena kamu akan dapat memahami sesuatu dari berbagai perspektif.

Kalau kamu memiliki banyak gagasan, ngobrol dengan berbagai macam orang yang berlatar belakang berbeda dari kita pun menjadi lebih enak. Soalnya, kamu bisa “nyambung” ketika diajak ngobrol mengenai topik apa pun, terutama dalam hal yang pernah kamu baca sebelumnya. Jadi, agar gagasan dan wawasanmu semakin luas, ada baiknya kalau kamu membaca berbagai bacaan dengan topik yang bervariasi pula.

Mempertajam kemampuan untuk fokus dan berkonsentrasi

Ketika membaca di lingkungan yang ramai dan bising, kamu bisa konsen, nggak? Saya yakin mayoritas akan menjawab “nggak”. Mungkin hanya segelintir yang punya superpower mampu membaca di tengah kebisingan. Kalau kamu termasuk salah satunya, good for you.

Idealnya, kegiatan membaca memang sebaiknya dilakukan di tempat yang tenang dan kondusif agar kamu fokus dan apa yang kamu baca bisa terserap dengan maksimal. Nggak heran kalau di perpustakaan selalu ada poster “Dilarang Berisik” terpampang. Sayangnya, nggak semua orang dianugerahi dengan lingkungan membaca yang kondusif—kecuali kalau niat banget mau ke perpustakaan tiap kali ingin membaca. Pe-er banget, Kak!

Eniwei, untuk kamu yang tadi menjawab “nggak”, kamu pun juga bisa, lho, melatih dirimu untuk dapat memiliki superpower ini. Semakin sering kamu melatih dirimu, kamu akan semakin terbiasa untuk dapat berkonsentrasi di lingkungan yang paling tidak kondusif sekali pun.

Kamu bisa mulai melatih superpower ini dengan membaca di tempat sepi terlebih dahulu tanpa diselingi main hp kegiatan lain. Yakin deh, pasti lama kelamaan kamu akan terbiasa untuk fokus dan berkonsentrasi dalam membaca, atau bahkan ketika melakukan kegiatan-kegiatan lainnya.

manfaat membaca

Memperkaya perbendaharaan kata

Saya pernah membaca “kicauan” dari Erlangga Greschinov, pendiri Komunitas Fakta Bahasa, yang kurang lebih berbunyi: jika kita hendak mempelajari sebuah bahasa, kita dapat memulainya dengan cara banyak membaca buku atau tulisan yang menggunakan bahasa tersebut.

Oya, kaya akan perbendaharaan kata juga penting untuk menghadapi tes seleksi Perguruan Tinggi, lho. Kamu tahu, ‘kan, kalau salah dua mata pelajaran yang ada di bagian TKPA SBMPTN adalah Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris? Nah, di sana ada banyak soal bacaan berisi kosakata yang cukup asing di telinga kita. Bahkan terkadang ada pula soal yang sering menanyakan arti, sinonim, antonim kata. Kalau perbendaharaan katamu masih sempit, gimana kamu bisa jawab soal-soal seleksinya?

Jadi, dengan rajin membaca dan mencari kata-kata yang kamu nggak tahu melalui kamus online yang bisa kita unduh dengan mudah di smartphone, mudah-mudahan ketika kita ngerjain soal SBMPTN-nya jadi lebih lancar jaya. Amin!

Meningkatkan kemampuan menulis

Menulis adalah kegiatan yang umumnya dilakukan setiap orang. Seumur hidup, saya yakin kamu pasti pernah menulis. Entah itu dalam bentuk buku harian, cerpen, artikel, esai, karya ilmiah, atau sekadar menulis status galau di twitter jawaban pada soal uraian ujian dengan terstruktur.

Kemampuan menulis sendiri sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada dunia perkuliahan. Makanya, jangan kaget saat kamu memasuki dunia kuliah, kamu akan disuguhkan dengan banyak tugas yang mengharuskan kamu untuk menulis berlembar-lembar setiap hari, termasuk pada jurusan kuliah yang sehari-harinya banyak melibatkan angka dan rumus!

Menurut saya, menulis adalah kegiatan yang mudah dilakukan, tapi mencari ide untuk menulis adalah hal yang cukup sulit. Seiring berjalannya waktu, saya sadar kalau ternyata inspirasi atau ide sebenarnya bisa kamu dapatkan dengan mudah apabila kamu banyak membaca.

Menurut Bapak Setyawan Pujiono dalam bukunya yang berjudul Terampil Menulis, tanpa bacaan yang luas, kita tidak akan mempunyai panduan pengetahuan yang memadai untuk mengevaluasi materi-materi berharga dan meletakkannya dalam perspektif yang benar. Jadi, pesan moralnya: daripada bengong, lebih baik kamu perbanyak membaca. Hehe.

manfaat membaca

Meningkatkan kreativitas

Pentingnya kreativitas, tuh, nggak usah kita ragukan lagi, lah, ya. Orang yang kreatif adalah orang yang senang berimajinasi. Coba bayangin kalau kreativitas semua orang pada tumpul. Kita nggak mungkin nggak akan bisa merasakan manfaat adanya lampu, telepon, dan berbagai penemuan hebat lainnya!

Para penemu yang menciptakan inovasi-inovasi keren di sekitarmu adalah orang yang berkreativitas tinggi. Kamu pun bisa mengikuti jejak mereka jika kamu terus konsisten mengasah kreativitasmu. Salah satunya adalah dengan… yup, membaca!

Selain meningkatkan kreativitas, membaca juga dapat melatih kamu untuk dapat mengapresiasi orang lain dengan penuh empati, lho. Itu adalah karena orang yang kreatif cenderung mudah membuka diri dengan hal-hal baru. Alhasil, mereka sangat menghargai adanya perbedaan serta mudah memecahkan masalah.

***

Setelah mengetahui betapa berfaedahnya kegiatan membaca, kamu jadi “tergerak” untuk rajin membaca, nggak, nih?

Oya, untuk mulai melatih kebiasaan gemar membaca, kamu nggak harus langsung terjun ke bahan bacaan yang “berat” kok. Ingat, membaca harusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk kamu. Buat kamu yang bingung harus mulai dari mana, di artikel selanjutnya, saya bakal kasih rekomendasi bahan bacaan seru untuk memulai kegiatan membaca.

Stay tuned!

(sumber gambar: tes.com, readingagency.or.uk, cdn.com, 

LATEST COMMENT
Rachel S | 44 menit yang lalu

Utk prodi soshum gimana kak?

25 Prodi Saintek dengan Nilai UTBK Tertinggi di SBMPTN 2019
Elis Kurniawan | 7 jam yang lalu

Lanjut ke skor utb 600 sd 650 kak... Biar jadi acuan buat th depan, tks

25 Prodi Saintek dengan Nilai UTBK Tertinggi di SBMPTN 2019
Lutfiya R | 8 jam yang lalu

Min, sistem minus itu hanya untuk kemampuan ipa/ips saja atau kemampuan dasar juga ?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Indonesia (SIMAK UI) 2019
Bhahari Abdul Gani | 10 jam yang lalu

Kak Mau tanya Kalau penerima Bidikmisi di UIN bayar apa tidak UKT nya?

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©