Menu

Serba-Serbi Ujian Tulis (Utul) UGM 2018 dan Tips Suksesnya

Untuk informasi seputar UTUL UGM 2019, baca Info Lengkap Seleksi Mandiri UTUL UGM 2019, Wajib Ikut UTBK & Tanpa Prodi D3

Punya mimpi masuk Universitas Gadjah Mada? Jangan lewatkan kesempatanmu di seleksi mandiri, Ujian Tulis UGM. Inilah segala sesuatu yang perlu kamu ketahui soal Utul UGM 2018!   

Jadwal

  • Pendaftaran: 21 Mei – 25 Juni
  • Pelaksanaan ujian: 8 Juli
  • Pengumuman:  18 Juli

Biaya pendaftaran ujian

  • 300,000 (saintek dan soshum)
  • 325.000 (campuran)

Materi Tes

  • Tes Potensi Akademik (TPA)
  • Tes Kemampuan Dasar Umum (TKDU). TKDU meliputi Matematika dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris
  • Tes Kemampuan Saintek dan/atau Tes Kemampuan Soshum.

Syarat dan Berkas yang perlu disiapkan:

1. Warga Negara Indonesia.

2. Lulusan SMA/sederajat atau Paket C tahun 2018, 2017, atau 2016.

3. Menyiapkan ijazah SMA/Sederajat. Bagi lulusan 2018 yang belum memiliki ijazah, ketika ujian wajib membawa Surat Keterangan Lulus (KL) yang memuat foto terbaru dan dibubuhkan stampel sah dari pihak sekolah.

4. Mencetak bukti pembayaran pendaftaran dan dibawa pada saat tes.

5. Mencetak kartu peserta untuk dibawa pada ujian. Pencetakan kartu peserta dilakukan pada 6 Juli 2018.

6. Dokumen yang perlu di-upload saat pendaftaran online adalah ijazah SMA (atau SKL) dan KTP atau Kartu Keluarga.

Trivia

* Melalui seleksi mandiri Ujian Tulis UGM, peserta berkesempatan untuk masuk S1 reguler dan program vokasi (D3 dan D4). Jalur ini penting banget, mengingat UGM memberikan porsi daya tampung cukup besar yaitu 30 persen kuota S-1 reguler, atau 2,130 kursi. Sementara pada program vokasi tersedia 1,478  kursi.

* Tahun lalu peserta Utul UGM mencapai 47,306 orang.

* Peserta Utul UGM 2018 bisa memilih 3 prodi Sarjana dan atau Diploma. Tapi untuk Diploma dibatasi maksimal 2 prodi.

* Di tahun 2017 dan 2016 lalu ada dua kali Utul UGM. Bedanya seleksi Utul yang kedua hanya untuk program vokasi. Kuota dan pesertanya juga relatif lebih sedikit. Seperti pada Utul UGM kedua tahun 2017 jumlah pesertanya hanya 7,041 orang dan memperebutkan 683 kursi prodi vokasi.

* Peserta bisa mengikuti ujian Saintek, Soshum atau Campuran (Soshum dan Saintek). Aturan main ini serupa dengan SBMPTN.

* Totalnya ada 67 program S1 reguler, 20 prodi D3, dan 4 prodi D4 yang ditawarkap pada Utul.

Program studi S1 Reguler yang bisa dipilih pada Utul 2018 dan Daya Tampungnya

Saintek

1. Biologi             

Daya tampung: 69

2. Farmasi           

Daya tampung: 72

3. Geografi Lingkungan 

Daya tampung: 34 atau 35

4. Kartografi dan Penginderaan Jauh      

Daya tampung: 25 atau 26

5. Pembangunan Wilayah            

Daya tampung: 27

6. Higiene Gigi  

Daya tampung: 15

7. Kedokteran Gigi          

Daya tampung: 45

8. Kedokteran Hewan   

Daya tampung: 72

9. Gizi Kesehatan            

Daya tampung: 30

10. Ilmu Keperawatan   

Daya tampung: 33

11. Kedokteran

Daya tampung: 52 atau 53

12. Kehutanan  

Daya tampung: 82 atau 83

13. Elektronika dan Instrumentasi           

Daya tampung: 23

14. Fisika             

Daya tampung: 25

15. Geofisika     

Daya tampung: 20

16. Ilmu Komputer         

Daya tampung: 23

17. Kimia             

Daya tampung: 49 atau 50

18. Matematika

Daya tampung: 23

19. Statistika      

Daya tampung: 23

20. Agronomi    

Daya tampung: 24

21. Akuakultur  

Daya tampung: 18

22. Ekonomi Pertanian dan Agribisnis     

Daya tampung: 24

23. Ilmu Tanah  

Daya tampung: 18

24. Manajemen Sumberdaya Akuatik    

Daya tampung: 18

25. Mikrobiologi Pertanian          

Daya tampung: 12

26. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian          

Daya tampung: 12

27. Proteksi Tanaman    

Daya tampung: 18

28. Teknologi Hasil Perikanan     

Daya tampung: 18

29. Ilmu dan Industri Peternakan             

Daya tampung: 90

30. Arsitektur    

Daya tampung: 30

31. Perencanaan Wilayah dan Kota         

Daya tampung: 24

32. Teknik Elektro           

Daya tampung: 33

33. Teknik Fisika               

Daya tampung: 39

34. Teknik Geodesi         

Daya tampung: 39

35. Teknik Geologi          

Daya tampung: 36

36. Teknik Industri          

Daya tampung: 33

37. Teknik Kimia               

Daya tampung: 49 atau 50

38. Teknik Mesin             

Daya tampung: 42

39. Teknik Nuklir              

Daya tampung: 21

40. Teknik Sipil  

Daya tampung: 49 atau 50

41. Teknologi Informasi

Daya tampung: 33

42. Teknik Pertanian      

Daya tampung: 30

43. Teknologi Industri Pertanian               

Daya tampung: 33

44. Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian             

Daya tampung: 39

Soshum

1. Akuntansi      

Daya tampung: 45

2. Ilmu Ekonomi               

Daya tampung: 27

3. Manajemen 

Daya tampung: 39

4. Filsafat            

Daya tampung: 45

5. Hukum            

Daya tampung: 93

6. Antropologi Budaya  

Daya tampung: 18

7. Arkeologi       

Daya tampung: 12

8. Bahasa dan Kebudayaan Korea            

Daya tampung: 12

9. Bahasa dan Sastra Indonesia 

Daya tampung: 13 atau 14

10. Pariwisata   

Daya tampung: 18

11. Sastra Arab 

Daya tampung: 15

12. Sastra Inggris             

Daya tampung: 15

13. Sastra Jawa 

Daya tampung: 9 atau 10

14. Sastra Jepang            

Daya tampung: 9 atau 10

15. Sastra Prancis            

Daya tampung: 9 atau sepuluh

16. Sejarah         

Daya tampung: 12

17. Ilmu Hubungan Internasional             

Daya tampung: 24

18. Ilmu Komunikasi       

Daya tampung: 22 atau 23

19. Manajemen dan Kebijakan Publik    

Daya tampung: 22 atau 23

20. Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan       

Daya tampung: 22 atau 23

21. Politik dan Pemerintahan     

Daya tampung: 22 atau 23

22. Sosiologi      

Daya tampung: 22 atau 23

23. Psikologi      

Daya tampung: 72

*Daya tampung berdasarkan perhitungan 30 persen dari total kuota S1.

Program studi vokasi (D3 dan D4) yang bisa dipilih pada Utul 2018

Saintek

1. Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi     

Daya tampung: 60

2.  Kesehatan Hewan    

Daya tampung: 80

3. Pengelolaan Hutan    

Daya tampung: 80

4. Teknologi Instrumentasi         

Daya tampung: 40

5. Rekam Medis dan Informasi Kesehatan           

Daya tampung: 60

6. Komputer dan Sistem Informasi          

Daya tampung: 60

7. Teknik Geomatika       Daya tampung: 60

8. Teknik Mesin               

Daya tampung: 90

9. Teknologi Listrik          

Daya tampung: 90

10. Teknik Sipil  

Daya tampung: 60

11. Agroindustri

Daya tampung: 80

12. Metrologi dan Instrumentasi              

Daya tampung: 40

13. Teknologi Rekayasa Internet              

Daya tampung: 48

14. Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil       

Daya tampung: 60

15. Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat            

Daya tampung: 60

Soshum

1. Akuntansi      

Daya tampung: 90

2. Ekonomika Terapan  

Daya tampung: 60

3. Manajemen 

Daya tampung: 60

4. Bahasa Jepang             

Daya tampung: 30

5. Bahasa Korea               

Daya tampung: 30

6. Bahasa Inggris              

Daya tampung: 60

7. Pariwisata      

Daya tampung: 60

8. Kearsipan      

Daya tampung: 60

9. Pembangunan Ekonomi Kewilayahan               

Daya tampung: 60

Tips sukses Utul UGM

1. Pada dasarnya, materi dan tata cara ujian tulis mirip dengan SBMPTN, sehingga yang dipelajari pun sama. Jadi kamu bisa mempersiapkan diri untuk SBMPTN sekaligus Utul.

2. Salah satu persiapan yang bisa kamu lakukan adalah dengan latihan soal Utul tahun-tahun lalu. Trus jawabannya juga dikupas tuntas, nggak hanya sekadar mengecek benar atau salah.

Misalnya, jawaban A benar karena apa. Trus, kenapa pula lain salah, dan jawaban b, c, d, dan e seharusnya untuk pertanyaan seperti apa.

3. Buat suasana belajar yang menyenangkan dan nggak membosankan. Belajar nggak mesti mengurung diri di dalam kamar, kamu juga bisa belajar bareng teman supaya nggak bosan. Hal ini dilakukan Kadir, mahasiswa jurusan Teknologi Informasi UGM yang sukses lulus Utul 2016. Alternatif lain, kamu bisa belajar di tempat yang nyaman seperti di kafe atau coffee shop. Sekalian ganti suasana baru.

4. Karena di Utul UGM nggak ada nilai minus, maka kerjakan soal semaksimal mungkin. Sebaiknya, jangan mengosongkan jawaban.

5. Di hari--H ujian, saat ada soal yang susah atau nggak bisa dikerjakan, tetap tenang dan jangan down. Kepercayaan diri dan ketenangan penting banget. Ini seperti yang dialami Kadir. “Waktu ikut Utul dulu, menurutku tes Saintek-nya susah banget. Walaupun merasa nggak bisa mengerjakan soal tersebut, yang penting jangan down. Anggap aja pesaing yang lain juga nggak bisa. Soalnya, jika ada rasa takut (merasa nggak bisa),  mengerjakan soal pun jadi terburu-buru, sehingga nggak teliti,” jelasnya.

Benar juga, sih. Di ruang ujian itu selain tes otak juga tes mental. Banyak lho, yang konsentrasinya buyar dan ketelitiannya berkurang gara-gara kekhawatiran berlebihan atau sudah merasa “kalah” duluan. Sebaliknya, kalau bisa stay positive meski di situasi kurang menguntungkan (baca: menghadapi soal ujian sulit), maka itu bakal sangat membantumu.

Satu lagi, saat mengerjakan soal baru, lupakan soal yang sebelumnya kamu kerjakan. Misalnya, kamu merasa stuck di soal Saintek atau Soshum. Segera move on, sehingga bisa fokus menjalani ujian TPK dan TKDU.

6. Jangan anggap remeh hal teknis, seperti menyiapkan dan mengecek berkas yang perlu dibawa, atau menuju lokasi ujian di awal waktu. Biar kesalahan seperti terlambat atau ketinggalan kelengkapan tidak menjadi ganjalanmu.

7. Cek syarat jurusan SMA yang bisa mengambil suatu prodi. Yup, meskipun kamu bisa memilih tes Soshum, Saintek, atau Campuran, tapi ada syarat latar belakang SMA untuk mengambil suatu prodi di Utul. Seperti prodi Kedokteran dan Kedokteran Gigi hanya bisa diambil siswa SMA IPA. Jadi anak IPS, Bahasa, dan SMK nggak bisa mengambil prodi tersebut.

Bagi yang ikutan Utul UGM 2018, semoga mendapat hasil terbaik!

Baca juga:

(sumber gambar: ugm.ac.id/firsto)

LATEST COMMENT
Anisa | 3 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 10 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 10 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Syafara nur Jannah | 13 jam yang lalu

Kirain jurusan dokter forensik dibedain jurusan dokter pada umumnya

Mengenal Serba-Serbi Profesi Dokter Forensik
arinal izzay | 18 jam yang lalu

go visit : http://news.unair.ac.id/2018/09/10/manajemen-perhotelan-unair-siapkan-mahasiswa-hadapi-dunia-kerja/

Serba-Serbi Jurusan Perhotelan: Dari Mata Kuliah Hingga Prospek Kerja
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©