Menu

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019

Di sini, pasti banyak yang mengira bahwa Bidikmisi adalah salah satu beasiswa yang disediakan pemerintah. Ya, ‘kan? Kalian kurang tepat, gaes.

Sebenarya, Bidikmisi itu bukan beasiswa. Hah, terus apaan, dong? Kenapa Bidikmisi bukan disebut sebagai beasiswa ?

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan dari pemerintah. Berbeda dari beasiswa yang berfokus pada memberikan penghargaan atau dukungan dana terhadap mereka yang berprestasi, Bidikmisi berfokus kepada yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi tetapi memiliki potensi akademik yang baik.

Walaupun demikian, syarat yang diajukan oleh pemerintah juga nggak main-main, lho. Program ini ditujukan untuk menjamin bahwa penerima Bidikmisi terseleksi dari yang benar-benar mempunyai potensi dan kemauan untuk menyelesaikan Perguruan Tinggi tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.

Kabar baiknya, kuota yang diberikan pada tahun 2019 ini akan ditingkatkan hingga 50% lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, lho, gaes. Nah, buat kamu yang igin mendaftar Bidikmisi tahun ini. Simak semua informasi di bawah berikut ini.

Fasilitas bagi penerima bidikmisi:

* Bebas biaya pendaftaran seleksi masuk untuk SBMPTN serta seleksi lain yang ditetapkan oleh masing-masing Perguruan Tinggi (seperti Mandiri/PMDK/UMPN).

* Penggantian biaya kedatangan pertama untuk pendaftar Bidikmisi yang ditetapkan sebagai penerima Bidikmisi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

* Pembebasan biaya pendidikan yang dibayarkan ke Perguruan Tinggi aka Uang Kuliah Tunggal (UKT).

* Subsidi biaya hidup senilai Rp 700.000,- per bulan (untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN).

* Subsidi biaya hidup sekurang-kurangnya sebesar Rp 700.000,00 per bulan (untuk jalur Mandiri/PMDK/UMPN).

Durasi pemberian beasiswa:

* Program Sarjana (S1): 8 semester

* Program Diploma I: 2 semester

* Program Diploma II: 4 semester

* Program Diploma III: 6 semester

* Program Profesi:

- Dokter, Dokter Gigi, Dokter Hewan: 4 semester

- Ners: 2 semester

- Apoteker: 2 semester

Persyaratan:

* Kamu siswa/siswi SMA/SMK/sederajat yang lulus pada tahun 2019 atau lulusan tahun 2018.

* Mempunyai potensi yang akademik baik serta mengalami keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah. Bukti dokumen tersebut berupa kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali senilai Rp 4.000.000,- atau pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp 750.000,-.

* Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru pada perguruan tinggi.

*Calon penerima Bidikmisi wajib terdaftar pada sistem Bidikmisi dengan memasukkan NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) dan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) yang valid.

Cara mendaftar:

* Untuk mendaftar Bidikmisi jalur SNMPTN dan SBMPTN 2019 dilakukan secara online melalui laman LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) https://ltmpt.ac.id/ atau laman Bidikmisi https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/.

* Sementara, untuk mendaftar Bidikmisi jalur untuk jalur Mandiri/PMDK/UMPN dilakukan secara online melalui laman Bidikmisi https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/.

Tahapan pendaftaran:

* Bagi siswa

- Untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN 2019, kalau kamu sudah punya KIP, kamu bisa langsung melakukan pendaftaran secara mandiri pada laman LTMPT atau Bidikmisi.

- Untuk jalur Mandiri/PMDK/UMPN, kalau kamu sudah punya KIP, kamu bisa langsung melakukan pendaftaran secara mandiri pada sampai mendapatkan KAP dan PIN.

Nah, KAP dan PIN yang kamu dapatkan dari sistem Bidikmisi digunakan dalam pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi.

- Kalau kamu belum punya KIP (baik itu jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN), kamu harus mendaftarkan melalui sekolah terlebih dulu untuk direkomendasikan ke pusat.

* Bagi sekolah:

- Kalau sekolah kamu sudah memiliki Kode Akses Sekolah, pihak sekolah langsung merkomendasikan masing-masing siswa/siswi-nya melalui laman Bidikmisi menggunakan kombinasi NPSN dan NISN.

- Kalau sekolah kamu memiliki Kode Akses Sekolah, pihak sekolah harus mendaftarkan diri sebagai institusi pemberi rekomendasi ke laman Bidikmisi terlebih dengan melampirkan scan berupa lampiran 1 bagian persetujuan dan tanda tangan. Ditjen Belmawa Kemenristekdikti akan memverifikasi pedaftaran sekolah dan mengeluarkan Kode Akses Sekolah dalam kurun waktu 1 x 24 jam pada hari dan jam kerja.

- Kemudian pihak sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada siswa/siswi yang mendaftar.

Bidikmisi

Nah, kalau pihak sekolahmu sudah melakukan tahapan pendaftaran di atas. Kamu bisa langsung mendaftar dan menyelesaikan semua tahapan dalam sistem pendaftaran, deh.

Oyaa, buat kamu yang mendaftar beasiswa Bidikmisi ini dan sudah dinyatakan LOLOS di Perguruan Tinggi tertentu, akan dilakukan verifikasi lebih lanjut dan penetapan kelayakan mahasiswa penerima Bidikmisi oleh masing-masing Perguruan Tinggi dengan mempertimbangkan dokumen persyaratan.

Jadi, jangan lupa buat siap-siapin dokumen yang diperlukan mulai dari sekarang, ya, gaes! Kalau perlu disimpan di map tersendiri, biar nanti kamu nggak kebingungan nyari pas lagi dibutuhin, deh. Hihihi.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: belmawa.ristekdikti.go.id)

LATEST COMMENT
fanny chandra | 4 jam yang lalu

Ada kampus swasta yang terima smk cuma SMK (SMF, SM Keperawatan, SM Analisis Gizi dan SM Analisis Kesehatan

10 Tanda Kamu Cocok Jadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran
fanny chandra | 4 jam yang lalu

Tergantung FK nya ada yang swasta dan negri Biasanya kalo swasta kurang lebih 300 jt dan semesterannya kurang lebih 30 jt (swasta dan bisa kok ambil beasiswa)

10 Tanda Kamu Cocok Jadi Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Rafli | 5 jam yang lalu

gaada ilmu politik?

Bedah Daya Tampung SIMAK UI 2019 dan Peluang Masuknya
Aini | 6 jam yang lalu

Assalamualaikum kaa,mau nnya apaa blh UIN ini pke cadar atau niqob?

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©