Menu

Plus-Minus Kuliah di Jurusan Baru

Pada SBMPTN 2018, terdapat 147 jurusan kuliah baru. Kalau dengan kampus swasta, totalnya ada sekitar 500 program studi D3 dan S1 yang baru dibuka. Tertarik masuk prodi baru? Kamu perlu pertimbangkan plus minusnya.

Yang termasuk jurusan kuliah baru adalah program studi yang baru dibuka di suatu perguruan tinggi. Prodi tersebut bisa jadi belum ada atau masih jarang di Indonesia. Bisa juga sih, jurusan yang umum, hanya saja baru dibuka di kampus tersebut. Apapun itu, memilih jurusan baru memberikan kamu keuntungan, seperti.....

Plus

1. Persaingan di jurusan baru cenderung belum seketat program studi nonbaru. Yup, kebanyakan calon maba memilih prodi yang familiar atau telah ada lama di suatu kampus. Sebaliknya, prodi baru belum terlalu dilirik.

2. Kamu jadi yang pertama di kampus tersebut. Maba pertama, lulusan pertama (Amiiin), alumni pertama, dan banyak lainnya yang perdana. Kamu juga nggak memiliki senior.

3. Beberapa prodi baru memiliki prospek yang cerah, apalagi jika lulusannya masih langka di Indonesia. Misalnya saja, prodi Bisnis Digital Universitas Padjadjaran atau Aktuaria Universitas Indonesia. Prodi Bisnis Digital merupakan yang pertama di Indonesia dan didirikan untuk menjawab tantangan industri masa depan. Sementara lulusan prodi Akutuaria sangat dibutuhkan karena sangat jarang.

 4. Jurusan yang baru dibuka biasanya menawarkan sesuatu yang “fresh, seperti kurikulum terbaru, dosen yang update, materi pengajaran terkini, hingga fasilitas baru. Masih kinclong deh, segala laboratorium, buku penunjang, dan lainnya.

5. Karena kamu adalah pioneer di prodi tersebut, maka jangan heran kalau banyak yang tertarik untuk nanya-nanya. Apalagi kalau di tahun-tahun ke depan jurusan tersebut jadi booming.

6. Prodi yang “fresh from the oven” alias baru beroperasi biasanya akan mendapatkan perhatian ekstra dari pihak kampus. Trus, karena kamu adalah angkatan pertama, berarti total mahasiswanya belum terlalu banyak. Alhasil, dosen bisa lebih fokus mengajar angkatan kamu. Bandingkan dengan jurusan populer yang memiliki segudang mahasiswa. Pengajar pun kewalahan menghadapinya.

Namun ada juga sisi kurang menguntungkan apabila mengambil prodi baru. Kamu harus menghadapi risiko berikut ini:

Minus

1. Berpotensi bikin terlena, karena mengira persaingan masuknya santai, eh ternyata malah ketat. Yup, kenyataannya pada SNMPTN 2018, Aktuaria UI menjadi salah satu prodi yang terbanyak dipilih.

2. Belum ada akreditasinya dan belum bisa dievaluasi apakah prodi baru di kampus tersebut memiliki kualitas yang baik. Palingan kamu hanya bisa mengira-ngira dari reputasi kampus atau faktor lainnya.

3. Kamu menjadi proyek pertama, yang kemungkinan besar mengalami trial and error. Mungkin pihak kampus bakalan sukses menerapkan cara belajar dan melaksanakan kurikulum/mata kuliah yang efektif. Tapi sangat mungkin akan ada yang perlu diganti/diperbaiki.

4. Nggak punya senior untuk nanya-nanya atau untuk patokan buat skripsi, tempat magang, tempat kerja setelah lulus, dan lainnya. Kamu harus memulainya sendiri.

5. Kalau nggak melakukan riset yang mendalam, kamu bisa salah kaprah tentang program studinya. Soalnya, program studi ini baru dibuka di kampus yang kamu tuju. Itu artinya, kamu perlu cari tahu lebih dalam tentang prodinya. Kalau perlu tanya-tanya sama pihak kampus dan dosen. Lagi-lagi nggak ada senior atau alumni yang bisa jadi rujukan.

Sekadar catatan, jangan sampai kamu “tertipu” nama prodi yang keren, padahal yang dipelajari nggak terlalu nyambung sama harapanmu.

6. Kamu bakal dihadapkan dalam situasi harus meyakinkan pihak lain mengenai jurusan baru pilihamu tersebut. Mulai dari meyakinkan ortu hingga meyakinkan perusahaan untuk memberikan kamu peluang magang/kerja. Apalagi prodi baru biasanya belum memiliki akreditasi atau prestasi yang diakui. Kamu lah yang harus mempresentasikan tentang jurusan tersebut.

So, prodi baru apa yang menarik minatmu?

Baca juga:

(sumber gambar: wayup.com)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 19 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©