Menu

Perubahan UN dan Tes Masuk PTN pada 2017 dan 2018. Gimana dengan SBMPTN dan Ujian di 2019?

“Angkatan ini jadi kelinci percobaan!”

“Kenapa sih, pas angkatan ini semua serba susah?”

Familiar dengan komentar seperti ini? Apa benar, tantangan tersebesar menuju kelulusan dan seleksi PTN dihadapi angkatan 2018? Atau justru angkatan 2017? Simak pula kebijakan pendidikan apa yang akan terjadi tahun depan alias tahun 2019, supaya kamu bisa bersiap dari sekarang.

Yuk, flashback tantangan dan perubahan bidang pendidikan yang dialami angkatan 2017 dan 2018 .

2017

Ujian Sekolah

* Kehebohan dimulai dengan rencana moratorium (penyetopan sementara) Ujian Nasional. Mendikbud bahkan sudah memberi pernyataan bahwa tahun 2017 bakal nggak ada UN.

* Sebagian  masyarakat dan pelajar mungkin merasa lega dengan moratorium ini, namun ada juga pihak pihak yang nggak setuju. Alasannya, kalau nggak ada ujian skala nasional, bagaimana cara mengevaluasi hasil belajar di berbagai daerah. Dikhawatirkan pula siswa jadi terlalu nyantai tanpa adanya ujian sekaliber UN.

* Akhirnya UN pun diputuskan TETAP ADA, namun tetap tidak menentukan kelulusan. Namun pelaksanaan UN diubah menjadi lebih baik.

* Salah satu perubahannya, hanya ada 4 mata pelajaran yang diujikan, salah satunya bebas dipilih peserta. Tahun sebelumnya, ada 6 mapel yang diujikan. Lebih santai? Hmm…cek dulu poin berikut ini.

* Pada tahun 2017 pula mulai diadakan USBN alias Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang mengujikan hampir semua mata pelajaran penting. Alhasil lulusan SMA tahun 2017 harus menjalani dua set ujian, UN dan USBN. Hasil USBN ini turut menentukan nilai akhir dan kelulusan siswa.

* Ujian Nasional Berbasis Komputer juga makin gencar diadakan di SMA-SMA/sederajat, meskipun belum 100 persen. Masih banyak laporan kendala teknis pada UN 2017, seperti mapel yang muncul pada saat UN, beda dengan yang  dipilih sebelumnya. Waduh!

Tes Masuk PTN

* Di tahun 2017, kuota SNMPTN mengalami pengurangan, dari yang sebelumnya minimal 40 persen menjadi minimal 30 persen, sama seperti SBMPTN.

* Kabarnya, perubahan ini dimaksudkan supaya SNMPTN bisa makin selektif, apalagi ketika performa mahasiswa dari jalur SNMPTN dipertanyakan. Soal pengurangan “jatah” SNMPTN bisa kamu cek pada artikel ini.

* Selain kuota di tiap PTN, kuota peserta SNMPTN di tiap sekolah juga berubah menjadi lebih selektif. Di tahun 2016, yang bisa jadi peserta SNMPTN adalah:

Sekolah akreditasi A: 75 persen siswa terbaik  

Sekolah akreditasi B: 50 persen siswa terbaik  

Sekolah akreditasi C: 30 persen siswa terbaik  

Sekolah belum akreditasi: 10 persen siswa terbaik  

Sementara di tahun 2017, yang bisa jadi peserta SNMPTN adalah:

Sekolah akreditasi A: 50 persen siswa terbaik  

Sekolah akreditasi B: 30 persen siswa terbaik  

Sekolah akreditasi C: 10 persen siswa terbaik  

Sekolah belum akreditasi: 5 persen siswa terbaik  

2018

Ujian Sekolah

* Dilaksanakan UN dan USBN seperti tahun sebelumnya.

* Secara teknis UN 2018 untuk tingkat SMA dilakukan dengan komputer, dengan kata lain 100 persen UNBK. Supaya perangkatnya memadai, dalam sehari UN dibagi menjadi 3 sesi. Jadi pesertanya dibagi pada sesi 1, 2 atau 3.

* Pada UN Matematika terdapat 4 soal isian. Banyak peserta yang mengeluhkan betapa sulit ujian matematika yang konon lebih berat daripada ujian hidup. Berat dek, kamu nggak akan kuat. Hiks!

Tentang hikmah dibalik sulitnya soal UN 2018 bisa kamu cek di sini

* Terdapat laporan kebocoran USBN. Salah satu yang melaporkan adalah Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) setelah ditemukan kunci jawaban USBN Jawa Barat.

Tes Masuk PTN

* Aturan proporsi daya tampung jalur masuk PTN sama dengan tahun sebelumnya.

* Perubahan yang paling signifikan adalah soal sistem penilaian SBMPTN. Nggak ada lagi sistem minus jika salah menjawab soal. Trus nggak ada nilai plus 4 untuk jawaban benar. Nantinya, jawaban peserta juga akan dievaluasi menurut bobot soal.

Mengenai sitem penilaian baru SBMPTN bisa kamu baca di sini.

* Kuota ujian tulis berbasis komputer ditambah hingga 10 kali lipat.

* Dicoba ujian dengan gadget android (handphone dan tablet) di panlok Bandung.

2019

Walau masih tahun depan, namun sudah ada bocoran mengenai “nasib” angkatan 2019. Siap-siap, gaes!

Ujian Sekolah

* Kalau tahu 2018 hanya UN Matematika yang ada soal isiannya, maka di 2019 rencananya keempat mapel UN akan ada jatah soal isiannya.

* Dari segi teknis pelaksanaan UNBK, sepertinya peralatan akan makin lengkap dan makin canggih.

* Pengawasan akan lebih ketat supaya nggak ada kebocoran UN maupun USBN.

Tes Masuk PTN

* Pada konferensi pers peluncuran SNMPTN dan SBMPTN 2018 lalu, Menristekdikti Mohamad Natsir menegaskan bahwa pemerintah ingin ada perubahan pada sistem seleki mahasiswa baru di PTN.

* Panitia pun membocorkan bahwa mereka sedang membuat Test Center, yang akan merombak total sistem seleki PTN. Banyak yang menduga bahwa nggak akan ada lagi SNMPTN dan SBMPTN. Sebab Test Center memungkinkan calon mahasiswa mengikuti seleksi di waktu yang mereka tentukan sendiri di sepanjang tahun.

* Prediksi saya, bakalan tetap ada seleksi secara nasional (SNMPTN dan SBMPTN), namun dikombinasikan dengan seleksi dari Test Center.

* Cara seleksi dan sistem penilaian seleksi masuk PTN  tahun 2019 sepertinya akan makin banyak terinspirasi dari sistem seleksi perguruan tinggi di Amerika Serikat.    

(sumber gambar: bedsandhomes.com)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 1 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 11 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 18 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 18 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©