Menu

Panduan Lengkap Lolos SBMPTN 2018

Buat yang bercita-cita masuk Perguruan Tinggi Negeri, lolos SBMPTN pasti jadi sesuatu yang diidam-idamkan banget. Apalagi dengan kondisi di mana kita nggak pernah bisa berharap terlalu banyak dengan hasil SNMPTN. Makanya, banyak banget nih yang belajar jor-joran supaya bisa lolos SBMPTN dan menembus perguruan tinggi idaman.

Berdasarkan kebijakan yang berlaku di tahun 2017 lalu, kuota penerimaan mahasiswa baru untuk jalur SBMPTN di masing-masing PTN adalah 30% dari daya tampung. Selain itu, nggak seperti SNMPTN dan Ujian Mandiri, peserta SBMPTN tidak dibatasi untuk siswa SMA/sederajat yang lulus di tahun itu aja, dan diikutsertai oleh seluruh PTN di Indonesia secara serentak. Nggak heran sampai detik ini masih banyak yang punya cita-cita masuk PTN lewat SBMPTN. Which means, persaingan untuk bisa lolos SBMPTN bakal ketat bingit.

Meskipun sulit, tapi bukan berarti lolos SBMPTN itu adalah hal yang mustahil. Yuk persiapkan diri kamu dengan pengetahuan seputar SBMPTN—mulai dari yang hal yang paling dasar sampai tips dan trik cantik sukses lolos SBMPTN. Apa pun pilihanmu ketika menjalani SBMPTN 2018 nanti, Youthmanual punya semua jawabannya!

Mitos-Mitos Seputar SBMPTN

Untuk bisa lolos SBMPTN, kamu harus mempersiapkan diri dan mengumpulkan informasi. Jangan sampai kerancuan seputar mitos dan fakta SBMPTN menghalangi kamu dari kesuksesan menembus SBMPTN 2018 mendatang. Yup, di luar sana, banyak banget info serta tips yang beredar, namun nggak semuanya tepat. Ada juga detail seputar SBMPTN yang sering terlewat, padahal penting.

Nah, sebagai pejuang SBMPTN yang bakalan menghadapi Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri, kamu wajib meluangkan waktu untuk menyimak informasi penting soal mitos, fakta, hingga hoax seputar SBMPTN di bawah ini.

Mitos 1: Passing grade adalah patokan skor untuk “lulus” SBMPTN.

Kenyataannya, nggak ada, tuh, yang namanya passing grade resmi.

Umumnya, passing grade merupakan perkiraan skor aman untuk bisa masuk suatu program studi di suatu universitas yang dibuat oleh bimbingan belajar. Misalnya, disebutkan di Forum Tentor Indonesia bahwa passing grade Pendidikan Dokter/Ilmu Kedokteran‍ Universitas Indonesia‍ tahun 2017 adalah 62.78%, sedangkan Pendidikan Dokter Universitas Gadjah Mada‍ 60.70%. Tapi, nggak pernah ada informasi resmi mengenai angka-angka tersebut. Bahkan UGM sempat terang-terangan menyebutkan bahwa pihak kampus tidak pernah mengeluarkan info passing grade.

Nah, yang angka dan datanya bisa dilihat adalah kapasitas kursi yang tersedia pada SBMPTN, dan jumlah pesertanya. Misalnya untuk program studi Pendidikan Dokter di UI data resminya adalah:

Kapasitas SBMPTN 2016: 72

Pendaftar SBMPTN 2016: 2,940

Kapasitas SBMPTN 2017: 126

Sementara Pendidikan Dokter UGM:

Kapasitas SBMPTN 2016: 53

Pendaftar SBMPTN 2016: 3,321

Kapasitas SBMPTN 2017: 70

Nah, info di atas menunjukkan seberapa ketat persaingan untuk memasuki program studi terkait. Sedangkan skor untuk bisa masuk program studinya sendiri tergantung performa para pesaing. Misalnya, dari 2,940 pendaftar SBMPTN FKUI diambil yang nilainya 126 terbaik. Skornya bisa di atas 60 persen, atau di bawahnya, tergantung nilai 126 terbaik di tahun tersebut.

Mitos 2: Ikutan Bimbel XXX aja, dijamin lolos SBMPTN!

Hoax! Duh, jangan percaya deh sama yang model begini. Apalagi kalau sampai meminta uang yang lebih besar dari biaya kuliah. Jangan sampai juga kamu terlibat hal-hal yang ilegal, kayak jual-beli soal/kunci jawaban atau pakai joki.

Belajar dari pengalaman kecurangan SBMPTN yang pernah terjadi, sempat ada kasus dimana siswa yang kedapatan curang dengan menyelundupkan hape ke ruang ujian untuk melihat bocoran jawaban yang dikirim via SMS. Si peserta yang curang pun langsung terciduk panitia!

Sekadar membawa hape ke kelas saat tes berlangsung (tanpa mencontek) aja udah termasuk pelanggaran. Walau kesannya sepele, tapi sekali melanggar aturan, akibatnya bisa fatal.

Mitos 2: Masukkan pilihan yang sama (prodi yang sama di universitas yang sama), supaya peluang masuknya makin besar.

Gaes, kamu memang diberikan kesempatan untuk mengisi 3 pilihan program studi. Kamu tentunya boleh memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin. Makanya, info di atas cuma mitos doang. Logikanya, mau kamu pilih Manajemen‍ Universitas Padjadjaran‍ di pilihan 1, 2, dan 3 sekaligus, kalau nilainya emang nggak cukup, ya nggak bakal masuk. Gitu.

Mitos 4: Jangan pilih program studi "top" di ketiga pilihan. Nanti susah tembus!

Nah, informasi di atas merupakan opini mengenai salah satu strategi menembus SBMPTN.

Seperti saran Profesor John Hermana, panitia SBMPTN 2017 sekaligus Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, “Setiap tahun, biasanya ada data mengenai program studi favorit, misalnya di Teknik adalah Teknik Informatika, kemudian Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Kimia. Jangan memilih yang program studi top di pilihan pertama dan kedua (juga ketiga), karena daya saingnya berat. Di sini saja (ITS) peluang masuk Teknik Informatika adalah 1:25. Sudah begitu, yang masuk pintar-pintar (skor relatif tinggi). Harus pakai strategi supaya bisa lolos SBMPTN. Misalnya, boleh, lah, memilih program studi top di pilihan pertama, namun pilihan selanjutnya yang lebih rendah.”

Ingat: itu hanya salah satu saran, dan strategi setiap orang bisa aja berbeda. Kamu bisa cek ketatnya persaingan di situs SBMPTN. FYI, panitia SBMPTN biasanya mengeluarkan 10 daftar program studi yang paling banyak dipilih peserta SBMPTN tiap tahun. Ada juga kampus yang merilis daftar program studi yang banyak dipilih di perguruan tinggi tersebut.

Misalnya, dari hasil SBMPTN 2017 diperoleh informasi bahwa program studi dengan peminat paling sedikit di Universitas Brawijaya adalah:

1. Ilmu Hukum 

2. Pendidikan Dokter

3. Administrasi Bisnis (Administrasi Niaga) 

Sedangkan program studi dengan peminat paling sedikit:

1. Sastra Perancis 

2. Sastra Cina (Sastra Mandarin) 

3. Seni Rupa Murni 

Kamu bisa pilih, misalnya 1. Hukum, 2 Ilmu Administrasi Bisnis, 3. Bahasa dan Sastra Prancis. Tapi sah-sah aja jika yang kamu pilih, program studi favorit semua. Toh nanti yang menentukan adalah hasil skor kamu.

Nah, kalau menurut Bapak Ravik Karsidi, Ketua Penyelenggara SBMPTN 2017 sekaligus rektor Universitas Sebelas Maret‍, hal yang terpenting dalam menentukan program studi kuliah adalah memilih sesuai dengan minat dan bakat. Kalau emang udah ‘sreg’ ama program studinya, seketat apa pun persaingan di depan mata, apa pun pasti mampu kamu lakukan demi bisa masuk ke program studi impian!

Mitos 5: Peluang lulus Paper Based Test (PBT) lebih besar ketimbang Computer Based Test (CBT)

Mitos, ah. Peluang lulus tetap seratus persen ditentukan oleh hasil ujian kamu, dan bukan dilihat dari media yang digunakan untuk menjawab soal.

FYI, di SBMPTN 2017 ada 776.163 peserta PBT, dan yang lulus 143.253 peserta (18.4 %). Sedangkan peserta CBT berjumlah 20,860, dan yang lulus 4,543 di antaranya (21.7%). Malah gedean presentasi kelulusan CBT, tuh.

Pastinya ada kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis tes. Diantaranya, PBT adalah metode klasik yang sudah sangat familiar bagi siswa. Dari zaman mama-papa, bude-pakde kamu ikutan Sipenmaru dan UMPTN (istilah lawas untuk SBMPTN), sistemnya memang PBT. Kekurangannya, PBT nggak praktis karena bikin tangan pegel karena sibuk berkutat dengan buletan dan pensil 2B. Apalagi kalau udah semangat ’45 ngebuletin, eh ternyata salah nomor. Kudu dihapus, deh. Syedih!

Sementara CBT lebih canggih, nggak ribet, anti kotor, anti lecek, ayey. Tapi, belum semua orang terbiasa dengan CBT. Antara keburu panik saat ada kendala teknis, atau pusing mantengin layar monitor. Belum lagi nggak semua daerah sudah memiliki sarana dan prasarana yang mendukung. So, pilih aja yang paling nyaman untukmu, dan pastikan kamu ikutan try out sesuai jenis tes yang kamu pilih.

Kalau ngomongin untuk kedepannya, sepertinya sistem CBT bakal digunakan secara menyeluruh karena lebih efisien. Jadi nggak ada salahnya untuk siap-siap dari sekarang, dong, ya.

Mitos 6: Peluang lolos IPC lebih besar dibandingkan kalau ikutan SBMPTN IPA saja atau IPS aja.

Nggak juga, tuh.

Intinya tiap peserta memiliki maksimal tiga pilihan prodi yang diinginkan, baik itu peserta IPA, IPS, dan IPC. Bedanya, yang ikutan IPC bisa pilih prodi rumpun Sosial Humaniora sekaligus Sains Teknologi. Tapi tesnya juga lebih banyak, yaitu:

  • Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA).
  • Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
  • Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

‘Ntap, lah!

Mitos 7: Untuk program studi di SBMPTN yang ada Ujian Keterampilan, nggak perlu repot persiapan ujian tulis.

Hoax banget banget banget. Seluruh peserta SBMPTN, termasuk yang menjalani Ujian Keterampilan (UK), wajib menjalani tes tulis. Tenang, pelaksanaan UK dan ujian tertulis beda hari, kok. Ujian tertulis berlangsung lebih dahulu secara serentak. Baru, deh, besok/lusanya dilangsungkan UK, sesuai jadwal kampus.

Betewe, kalau pilih program studi dengan UK, berarti ujian tulisnya IPA atau IPS?

Tergantung program studi yang dipilih, tentunya. Misalnya, FSRD Institut Teknologi Bandung‍ termasuk rumpun IPS, sedangkan Desain Produk ITS termasuk IPA. Karena ujiannya ada 2 (teori pelajaran tulis dan praktek keahlian di UK), maka harus mempersiapkan keduanya.

Mitos 8: Peserta SBMPTN bakalan susah menembus PTN yang ada di kota/daerah lain.

Setiap peserta bisa memilih PTN di luar domisilinya dan punya kesempatan yang sama, asalkan sesuai persyaratan. Apa, tuh?

Begini: ‘kan tiap peserta diberikan tiga pilihan. Nah, setidaknya salah satu di antaranya adalah prodi di PTN yang kelompok wilayahya berada di area pelaksanaan ujian.

Di tahun 2018, terdapat 85 PTN yang berpartisipasi dalam pelaksanaan SBMPTN dengan panitia lokal (panlok) di berbagai kota dalam tiap-tiap provinsi. Wilayah pesebaran PTN sendiri dibagi menjadi 4, yaitu:

Wilayah 1: Sumatra, Jabodetabek, Bandung, Pontianak

Wilayah 2: Jawa Tengah, D.I Yogyakarta

Wilayah 3: Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Kalimantan (kecuali Pontianak)

Wilayah 4: Sulawesi, Maluku, Papua

Jika misalnya kamu ujian di Lombok, maka kamu nggak bisa pilih UI, ITB, dan UGM saja. Salah satu pilihannya harus PTN di wilayah 3, seperti Universitas Airlangga, atau Universitas Diponegoro.

Kecuali... kalau kamu cuma mengambil satu pilihan, the one and only. Bebas deh, mau pilih di mana aja.

Mitos 9: Kalau udah lolos SNMPTN nggak bisa ikutan SBMPTN.

Nggak ada larangan, kok. Tapi, mau nggak mau kamu harus memilih salah satunya. Sebab pendaftaran ulang SNMPTN di masing-masing kampus (yang tidak bisa diwakili orang lain) diselenggarakan berbarengan dengan ujian SBMPTN.

Itulah kenapa kamu harus pertimbangkan baik-baik program studi yang akan kamu pilih ketika mendaftar SNMPTN, nggak cuma asal pilih yang “gampang ditembus” biar judulnya keterima SNMPTN. Kalau ampe nyesel dan buang-buang jatah kursi orang lain, gimana?

Mitos 10:  Jika nggak lulus SBMPTN (dan juga SNMPTN), nggak ada kesempatan lain masuk PTN.

Masih ada Ujian Mandiri, meskipun nggak semua kampus memilikinya.

UM adalah jalur penerimaan yang diselenggarakan masing-masing PTN dengan kuota maksimal 30 persen. Proses seleksinya berlangsung sesuai dengan kebijakan kampus. Nah, ada beberapa kampus yang memakai NILAI SBMPTN untuk seleksi UM. Jadi kamu-kamu yang belum lolos di SBMPTN punya kesempatan di UM.

Kamu pun bisa memilih prodi yang beda dengan saat SBMPTN, asalkan masih satu rumpun. Kali aja kamu mengalami change of heart alias labil.com, ‘kan?

Rektor Universitas Airlangga Prof. DR. Mochammad Nasih menjelaskan prosedurnya, “Misalnya, peserta SBMPTN memilih Kedokteran, tetapi dia ingin memilih Komunikasi saat jalur Mandiri. (Itu artinya) Dia harus mengikuti ujian IPC saat SBMPTN, baru bisa diterima di Komunikasi jalur Mandiri. Sebab, kita akan menggunakan nilai SBMPTN yang satu rumpun ilmu (untuk bisa diterima di jalur Mandiri UNAIR).”

Makanya, kamu harus bersungguh-sungguh dalam menyiapkan dan mengerjakan SBMPTN. Gini, nih, cara menghitung skor hasil SBMPTN kamu.

Jawaban benar = +4

Jawaban salah = -1

Jawaban tidak diisi = 0

Alur Pendaftaran SBMPTN

Lalu, gimana caranya daftar SBMPTN?

1. Daftar di pendaftaran.sbmptn.ac.id untuk mendapatkan Kode Akses Pendaftaran (KAP), PIN, dan kode pembayaran

2. Lakukan pembayaran dengan kode pembayaran yang dimiliki

3. Login dengan KAP dan PIN yang dimiliki di pendaftaran.sbmptn.ac.id

4. Lengkapi semua persyaratan mulai dari pas foto, biodata, dan data pendidikan

5. Pilih lokasi ujian yang sesuai dengan panlok program studi di PTN pilihan

6. Isi nama program studi yang ingin kamu pilih

7. Pastikan kembali bahwa semua data yang kamu isikan adalah benar sebelum melanjutkan ke laman berikutnya

8. Pilih metode ujian tulis yang ingin kamu ikuti

9. Kartu tanda pesertamu sudah siap dicetak!

lolos sbmptn 2018

Jenis-Jenis Ujian di SBMPTN

Secara garis besar, ujian di SBMPTN memiliki dua jenis yang terdiri dari Ujian Tulis (UTBC dan UTBK) dan juga Ujian Keterampilan. 

Materi Ujian Tulis terdiri atas:

1. Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) terdiri atas mata uji Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, TPA Verbal, TPA Numerikal, dan TPA Figural.

2. Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) terdiri atas mata uji Matematika IPA, Biologi, Kimia, dan Fisika.

3. Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum) terdiri atas mata uji Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

Ujian tulis dilaksanakan dengan memilih 1 (satu) dari 2 (dua) metode, yaitu :

- Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC)

- Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), yang dapat menggunakan salah satu dari dua metode berikut:

  • UTBK menggunakan desktop (PC) yang disediakan panitia
  • UTBK menggunakan perangkat bergerak (Tablet atau Telepon Pintar) berbasis Android yang dibawa sendiri oleh peserta. Dengan spesifikasi sebagai berikut
4.5" >= Handphone <= 6.9" Tablet >= 7.0"
OS Android Kitkat OS Android Kitkat
API 19 API 19
RAM 1.5 GB RAM 1 GB
Resolusi 720 x 960 Pixels Resolusi 600 x 800
DPI (Kerapatan) 240  DPI (Kerapatan) 160
Protocol Wireless 802.11n/802.11ac Protocol Wireless 802.11n/802.11ac
Free Memory 200 MB Free Memory 200 MB
Free Internal Storage 200 MB Free Internal Storage 200 MB
Free External Storage 100 MB Free External Storage 100 MB

 

Sementara itu, Ujian Keterampilan (UK) dilakukan untuk masuk ke jurusan bidang seni dan olahraga, baik di perguruan tinggi swasta maupun negeri. Nah, yang bakal dibahas lebih mendalam di sini tentunya Ujian Keterampilan di SBMPTN, dong, ya. Ngomong-ngomong, bidang program studi apa aja, sih, yang mensyaratkan UK sebagai tes wajib yang harus dijalani?

1. Bidang Seni Rupa dan Desain

Sejauh ini, ada 16 PTN yang membuka pendaftaran SBMPTN untuk program studi di bidang Seni Rupa dan Desain, diantaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Program studi yang bisa kamu pilih adalah:

Materi yang akan diujikan:

  • Tes Menggambar suasana atau ekspresi
  • Tes Pengetahuan Seni dan Wawasan Seni. Tes ini bisa dalam bentuk tes potensi kreatif atau wawancara

Perlengkapan ujian yang perlu dibawa:

  • Pensil (B, 2B, 3B, 4B, 5B, dan 6B)
  • Penghapus
  • Alas gambar ukuran A3 (420 x 297 mm)
  • Kertas untuk menggambar? Nggak perlu. Bakal disediakan oleh panitia, kok.

2. Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik), Tari, Musik

Ada sekitar 14 PTN yang membuka kesempatan pendaftaran mahasiswa baru untuk bidang program studi ini. Detailnya: Sendratasik di 13 PTN, Seni Musik di 8 PTN, sedangkan Seni Tari di 6 PTN.  Kampusnya antara lain, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Politeknik Negeri Jakarta, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Negeri Padang. Program studi yang bisa kamu pilih adalah:

Materi yang akan diujikan:

  • Drama/Teater:  
    • Tes Praktik Monolog
    • Tes Pantomim
    • Tes Pengetahuan Seni dan Wawasan Seni dalam bentuk wawancara
  • Tari:
    • Tes Tari Bentuk
    • Tes Kreativitas Tari
    • Imitasi Gerak
    • Tes Pengetahuan Seni dan Wawasan Seni dalam bentuk wawancara.
  • Musik:
    • Tes Musikalitas
    • Tes Praktik Instrumen
    • Tes Pengetahuan Seni dan Wawasan Seni dalam bentuk wawancara.

Perlengkapan ujian yang perlu dibawa:

  • Tari: rekaman musik iringan tari yang akan digunakan dalam format CD, kaset, atau flashdisk, serta pakaian latihan/praktik tari
  • Musik: peralatan musik sesuai dengan pilihan, kecuali piano atau drum, soalnya rempong bawanya
  • Drama/Teater: perlengkapan seni peran

3. Olahraga

Pilihan kampus di bidang olahraga adalah yang terbanyak dibanding bidang keterampilan lainnya, yaitu 33 PTN. Kampus dengan studi bidang olahraga antara lain Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Sriwijaya, Universitas Cenderawasih, serta Universitas Negeri Gorontalo. Program studi yang bisa kamu pilih adalah:

Materi yang akan diujikan:

  • Tes Kesehatan
  • Tes Keterampilan Motorik, yang terdiri dari lempar tangkap bola ke dinding (wallpass), lompat tegak (vertical jump), sit-up, push-up, tes kelincahan (Illinois agility run test), dan uji daya tahan kardiorespiratori dengan berlari 1,600 meter. Kalau kamu push up atau sit up-nya masih ‘freestyle’ alias belum sesuai kaidah olahraga, mendingan latihan dulu, yes.

Perlengkapan ujian yang harus dibawa:

  • Perlengkapan olahraga lengkap, termasuk baju dan sepatu yang sesuai

IPC dan Lintas Jurusan: Mempengaruhi Kesempatan Tembus SBMPTN?

Menjelang SBMPTN salah satu kegalauan yang paling banyak dirasain oleh anak SMA/SMK/Sederajat adalah soal IPC dan lintas jurusan. IPC adalah istilah untuk tipe tes Ilmu Pengetahuan Campuran di SBMPTN, yang artinya mengambil ujian IPA sekaligus IPS dengan tujuan mendaftar di jurusan kuliah IPA dan IPS.

Hampir mirip dengan SBMPTN IPC, SBMPTN lintas jurusan memperbolehkan peserta SBMPTN yang berasal dari rumpun ilmu tertentu untuk memilih program studi dari rumpun ilmu lain. Bedanya, kalau peserta SBMPTN IPC ambil pilihan program studi masing-masing dari kedua rumpun ilmu, peserta SBMPTN lintas jurusan seratus persen “nyebrang” ke rumpun ilmu yang lain—seperti anak IPA ambil rumpun ilmu IPS ataupun sebaliknya.

Idealnya, pelajar yang mengambil program IPA ketika SMA akan meneruskan kuliah di bidang IPA, sementara yang IPS mengambil bidang IPS. Tapi ‘kan kadang kita suka galau: antara punya banyak mau, beragam minat, sampai titah orangtua. Jadilah pengen ambil jurusan kuliah yang bidang IPA sekaligus IPS, atau benar-benar berpindah haluan ke jurusan yang samasekali berlawanan dengan jurusan SMA.

Memilih untuk mengambil IPC atau lintas jurusan itu nggak mudah. Kamu dituntut untuk menguasai sebuah pelajaran yang benar-benar baru dan berbeda dengan apa yang telah kamu pelajari selama 3 tahun di SMA. Belum lagi kalau IPC, kamu harus belajar dua kali lipat dibanding mereka yang hanya memilih IPA atau IPS.

Kalau kamu mau tau lebih lanjut soal SBMPTN lintas jurusan, kamu bisa baca di sini. Dan kalau ingin tau lebih banyak soal SBMPTN IPC kamu bisa klik di sini.

Anyway, banyak yang bilang kalau lintas jurusan dan IPC akan mempengaruhi kesempatan kamu lolos SBMPTN. Padahal, ini semua nggak benar. SBMPTN lintas jurusan ataupun IPC itu sah-sah aja, asalkan kamu siap dengan segala konsekuensi dan risikonya. Bukan berarti juga kalau lintas jurusan itu akan memperberat kamu atau malah ngambil jatah orang lain. Kalau emang jalan untuk mencapai cita-citamu adalah dengan lintas jurusan untuk mengambil program studi yang diinginkan, nggak ada salahnya untuk diperjuangin, ‘kan? Asedap.

SBMPTN untuk Anak SMK

Menurut data, jumlah siswa SMK per tahun 2017 adalah 4.6 juta orang. Ada sekitar 10 persen dari total anak SMK yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dibanding anak SMA, kuota penerimaannya pun kecil banget.

Meskipun begitu, bukan berarti anak SMK nggak bisa bersaing masuk kampus idaman, kok. Jadi, untuk kamu siswa SMK yang masih bertanya-tanya apakah mereka punya kesempatan untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri.

“Bisa nggak, sih, anak SMK masuk PTN—atau bahkan lolos SBMPTN?”

Jawabannya: BISA BANGET!

Kekhawatiran ini bisa dipatahkan dengan persiapan matang dan rajin mencari informasi, gaes. Kalau lulusan SMK memilih jalur SBMPTN, kamu memang harus belajar pelajaran SMA secara maksimal sebelum ikut ujian. Kesempatan untuk masuk PTN antara anak SMA dengan SMK itu sama aja, asalkan nilai ujiannya mampu bersaing.

Masalahnya, anak SMK nggak belajar mata pelajaran normatif (Matematika, Kimia, Ekonomi, dll) sedalam anak SMA. Karena itu kamu butuh mempelajari kembali materi ujian seperti layaknya anak-anak SMA.

Contoh deh, Intan Pandini, alumni SMK Administrasi Perkantoran, yang berhasil lolos SBMPTN di jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Indonesia. Ia telah mempersiapkan dirinya untuk ikut SBMPTN selama satu tahun dan rajin ikut try-out serta belajar giat di bimbingan belajarnya.

Setiap tahun, jatah penerimaan siswa SMK di sebuah Perguruan Tinggi Negeri tuh beda-beda banget, gaes. Jadi jangan lupa untuk cek terus informasinya di website resmi SBMPTN.

Agar lebih memudahkan, begitu masuk kelas 12, kamu sudah harus memikirkan kelas tambahan atau kursus mata pelajaran yang akan menjadi soal ujian masuk kampus incaran. Kebanyakan anak SMK yang akan meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi mengambil kelas tambahan Matematika dan Bahasa Inggris. Tapi, berhubung kamu nggak mendalami mata pelajaran normatif selama sekolah, bakal lebih bagus lagi kalau kamu juga mengambil kursus khusus untuk ini.

Selanjutnya, yang perlu kamu lakukan nggak berbeda dengan anak SMA yang akan menghadapi SBMPTN: belajar dengan tekun dan persiapkan semua kelengkapan dari jauh-jauh hari. Ingat, kalian punya kesempatan yang sama untuk lolos SBMPTN di perguruan tinggi impian!

Tips Sukses Lolos SBMPTN

Buat kamu menganggap masuk PTN lewat SBMPTN sebagai harga mati, tentunya kamu perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin. Kalau usahamu nggak maksimal atau persiapannya berantakan, kamu sendiri yang bakal nyesel. Duh, amit-amit!

SBMPTN terkenal dengan kompetisinya yang super ketat bak kaos kaki spandex. Jadi, kamu harus merancang dengan baik hal apa aja yang harus kamu lakukan selama mempersiapkan diri menuju hari-H SBMPTN. Apa aja sih yang harus kamu persiapkan agar bisa lolos SBMPTN?

Persiapan dari jauh-jauh hari

Mentang-mentang SBMPTN masih lama, bukan berarti kamu masih bisa leyeh-leyeh sampai hari-H, gaes. Nggak pakai basa-basi, kamu harus fokus mempersiapkan diri dari detik ketika kamu memutuskan untuk ikutan SBMPTN—yaitu dari awal kelas 12!

Itulah sebabnya kamu anak kelas 12 yang tahun ini bakal ikutan SBMPTN harus melakukan hal-hal di bawah ini.

1. Sudah mengetahui arah minat dan kemampuanmu dengan spesifik

Sejauh ini, kamu udah tau kepribadian, minat, dan bakat diri kamu sendiri, belum?

Kalau belum, buruan ikutan asesmen Youthmanual, deh. Dari sini, kamu udah bisa memilih program studi apa yang akan kamu pilih di SBMPTN nanti, dan tipe ujian apa yang akan kamu ambil. Atau, mungkin aja kamu masih butuh waktu untuk figuring things out dan mempertimbangkan untuk menjalani gap year yang penuh faedah. Who knows.

2. Cari tahu seputar program studi dan universitas incaran, serta prospek karier yang kamu inginka

Setelah mengetahui kepribadian, minat dan bakat kamu, saatnya kamu menggali lebih dalam mengenai program studi yang sekiranya cocok untuk kamu. Selain itu, kampus dan prospek karier yang akan kamu kejar juga wajib didalami dari sekarang, lho! Cari tahu anu-itu mengenai kampu yang menyediakan jurusan idaman kamu, mulai dari lokasi hingga biayanya. Begitu juga dengan profesi dan karier seperti apa yang bisa kamu pilih setelah kamu lulus. Semuanya juga bisa kamu temukan dengan mudah di laman Eksplorasi Youthmanual.

3. Catat timeline ujian dan event penting lainnya selama kelas 12

Biarpun semester ganjil baru aja dimulai, UN, Ujian Praktik dan seleksi perguruan tinggi sesungguhnya sudah di depan mata, lho, sob. Biar nggak kaget, penting banget, nih, kamu catet tanggal-tanggal penting di timeline menjelang ujian-ujian sakral ini.

Lho, buat apa sampai nyatetin jadwal UN dan Ujian Praktik segala? Meskipun secara langsung nggak mempengaruhi persiapan SBMPTN-mu, keeping up dengan ujian-ujian ini bisa membantumu dalam menyusun prioritas untuk nyicil belajar SBMPTN.

4. Perbanyak latihan soal

Meskipun persiapan SBMPTN kerap diidentikan dengan ikut bimbingan belajar (bimbel), tapi kamu juga tetep bisa lolos SBMPTN dengan belajar sendiri, lho! Nggak percaya, baca deh cerita Pejuang SBMPTN kita, Siti Musarofah, yang berhasil lolos SBMPTN tanpa bimbel di sini.

Eniwei, menurut survei kecil-kecilan yang Youthmanual lakukan, 90% dari Pejuang SBMPTN mengaku bahwa melakukan latihan soal secara rutin adalah salah satu kunci sukses mereka dalam menembus SBMPTN.

Youthmanual punya tips latihan soal seru lho yang bisa kamu praktekkan dalam belajar untuk menembus SBMPTN. Cek di sini yuk!

Menjelang SBMPTN

Agar persiapanmu demi lolos SBMPTN lebih maksimal, ini dia hal-hal yang kudu banget diperhatikan menjelang detik-detik pelaksanaan SBMPTN:

1. Jaga kesehatan. Menjelang SBMPTN, mungkin kamu langsung merasa sebebas merpati dan bisa mengerjakan apapun sesuka hati kamu (gara-gara udah nggak perlu ke sekolah). Walaupun begitu, kamu tetap wajib menjaga kesehatan. Jangan bablas keasyikan jalan-jalan, main, pulang malam, dan jajan sembarangan. SBMPTN memang bisa diulang dua kali, tetapi memangnya kamu rela, kalau tahun ini gagal masuk PTN impian cuma gara-gara kurang fit atau bahkan sakit?

2. Cek lokasi ujian. Kamu bisa aja kebagian lokasi ujian SBMPTN yang jauuuuh banget dan nggak familiar. Karenanya, setelah mendapatkan informasi lokasi SBMPTN-mu, lakukanlah survei tempat. Tujuannya supaya ketika hari H, kamu sudah bisa memperkirakan waktu berangkat agar nggak terlambat, apalagi nyasar. Jangan sampai, deh. Survei lokasi juga berguna untuk mencari tempat parkir enak serta tongkrongan yang tersedia, untuk menunggu waktu sebelum dan setelah ujian berlangsung. Acia.

3. Persiapkan semua berkas penting. Biarpun hari-H masih lama, nggak ada salahnya mempersiapkan berkas penting agar nantinya nggak kelabakan. Berkas yang harus kamu bawa antara lain: kartu peserta, kartu tanda pengenal, dan Surat Keterangan Lulus (SKL).

4. Pastikan foto peserta SBMPTN kamu sesuai ketentuan. Alkisah ada seorang peserta SBMPTN yang pernah diusir pas mau ikut ujian? Bukan karena dia nyontek, bukan juga karena ngelawan korupsi pengawas. Dia diusir karena memasang foto Naruto di kartu pesertanya. Alasannya, sih, karena dia nggak punya foto lain. So, pastikan bahwa foto peserta SBMPTN kamu sesuai ketentuan dan jelas, sehingga nanti kamu mudah dikenali oleh pengawas ujian.

Hari-H SBMPTN

1. Datang on time ke lokasi ujian. Idealnya  sih, sekitar 15-30 menit sebelum waktu masuk kelas.

2. Sarapan dulu atau nggak? Do it your way. Kalau kamu sudah terbiasa sarapan, jangan sampai lupa sarapan. Kalau nggak, tentunya nggak masalah kalau kamu nggak sarapan.

3. Nggak perlu buka-buka buku lagi. Kalau sebelum masuk kelas kamu mau berdoa, baca-baca, nyemil, ngobrol, atau bobo-bobo cantik, terserah aja! Yang penting nggak bablas. Pokoknya, bikin diri kamu senyaman mungkin selama menunggu ujian mulai.

4. Pastikan alat tulis kamu lengkap, dan dalam kondisi yang oke, terutama jika ujiannya adalah Paper-Based Test (ujian di kertas). Sebisa mungkin, bawa alat tulis ekstra. Kalau alat tulisnya ketinggalan atau hilang pas hari-H gimana? Beli di koperasi terdekat yang menjual alat tulis. Jika nggak memungkinkan, coba pinjam ke temanmu atau ke pengawas. Sebaliknya, kalau kamu punya alat tulis ekstra yang nggak terpakai, jangan pelit minjemin teman yang membutuhkan, ya.

5. Penulisan data di lembar jawaban—seperti nama, nomor peserta, dan tanggal lahir—HARUS DIPERHATIKAN. Kalau penulisannya sampai ada yang keliru, akibatnya bisa fatal. Maka luangkan waktu untuk mengisi dengan benar dan teliti. Bahkan kalau perlu, sisihkan waktu di akhir ujian untuk mengeceknya kembali.

6. Jika ada hal yang diperlukan atau ditanyakan, sampaikan pada pengawas. Termasuk kalau alat tulis yang hilang/rusak, atau kalau ada masalah dengan lembar jawaban ujian maupun naskah soal ujian. Jangan cuma dipendam di hati, apalagi nanya ke teman sebelah. Beuh, kamu bisa dianggap melanggar tata tertib, sob!

***

Sudah siap menghadapi SBMPTN? Nah, untuk panduan SBMPTN yang lebih lengkap dan komprehensif kamu bisa langsung menuju laman Panduan Sukses Lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Selamat menghadapi SBMPTN, semoga sukses!

Baca juga:

LATEST COMMENT
Shahfa Ananda | 8 menit yang lalu

apa aja sih kak jurusan yang berkaitan dengan fisika selain teknik sipil?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Arif Alfon Gordon | 11 jam yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 13 jam yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Azizah Nur | 15 jam yang lalu

Bismillah maba oseanografi itb 2021:)). O iya kalo oseano di itb tesnya saintek atau soshum?

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
bae eristhaaak | 15 jam yang lalu

Wahh :') aku tahun ini gak keterima sma negeri walaupun nem bagus tapi karena zonasi dan kurangnya perkiraan. Tapi aku berusaha untuk yakin bahwa semua sekolah sama yang membuat beda adalah isinya atau diri kita sendiri walaupun bakalan masuk swasta semoga ini merupakan jalan terbaik dari tuhan.

Masuk SMA Favorit dan Unggulan, Penting Nggak, Sih?
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©