Menu

Ingin Masuk Jurusan Kuliah Baru? Perhatikan 7 Hal Ini

Perguruan tinggi didukung Kemristekdikti akan membuka sekitar 120 jurusan kuliah baru. Hal ini merespon dorongan pemerintah untuk menghadirkan prodi yang “kekinian” alias inovatif dan sejalan dengan perkembangan zaman. Mungkin saja kamu tertarik dengan prodi baru tersebut. Inilah yang perlu kamu perhatikan saat akan mengambil jurusan kuliah baru.

1. Pastikan kamu cukup terinformasi dengan prodi tersebut.

Jangan langsung menyimpulkan berdasarkan nama prodi saja. Kamu mesti tahu apa yang dipelajari di program studi tersebut serta apa pula keahlian yang diberikan dalam perkuliahan. Ini tentu lebih menantang ketimbang mencari tahu mengenai prodi yang sudah umum, ya. Saat riset jurusan, kamu nggak bisa nanya ke senior karena itu adalah program studi baru. Yang bisa kamu lakukan adalah:

A. Buka situs kampus untuk memperoleh informasi dasar mengenai prodi tersebut. Sayang, biasanya informasi mengenai prodi baru masih sangat minim atau belum di-update pihak kampus. Jangan patah semangat, lakukan langkah berikutnya.

B. Cek di direktori program studi Youthmanual. Di situ akan diberikan gambaran mengenai prodinya. Jika belum ada, kamu bisa request, agar kami dapat segera memasukkan prodi baru tersebut.

C. Kamu juga bisa browsing prodi tersebut. Sebab walau baru di Indonesia, mungkin jurusan kuliah itu sudah ada di negara lain. Tapi kamu perlu memperhatikan poin yang kedua.

2. Cari tahu mengenai kurikulum prodi di kampus tersebut.  

Setelah kamu mengetahui mengenai prodi baru tersebut, kamu perlu menyesuaikan dengan kurikulum di kampusnya. Jangan sampai ekspektasi kamu berbeda dengan kenyataannya. Misalnya, prodi Sosial Media, prodi Nanoteknologi, atau Artificial Intelligence. Jurusan ini kan, sudah ada di luar negeri dan kamu bisa cek informasinya. Namun sebelum memutuskan mengambil prodi tersebut, kamu harus mengeceknya dengan pihak kampus.  Soalnya, bisa saja yang dipelajari atau fokusnya berbeda.

Kamu bisa bertanya pada pihak kampus melalui telepon atau email. Yang perlu kamu ketahui adalah:

A. Apa saja keahlian dan kemampuan yang akan dimiliki lulusannya.

B. Kurikulum yang diterapkan beserta mata kuliahnya.

C. Kampus mana yang menjadi rujukan perguruan tinggi tersebut.

D. Bidang kerja lulusannya.

3. Cek dan pertimbangkan mengenai perguruan tingginya.

Seperti apa saja fasilitas yang tersedia di perguruan tinggi tersebut, siapa dan bagaimana tenaga pengajarnya, apa saja seminar yang diadakan kampus, seperti apa kegiatan mahasiswanya, dan lainnya. Tujuan mengetahui informasi ini adalah:

A. Memastikan apakah sarana dan prasarana di kampus tersebut sesuai yang kamu butuhkan dan mendukung perkuliahan.

B. Apakah kampus tersebut sejalan dengan jurusan baru. Misalnya, jurusan barunya berkaitan dengan teknologi, seperti Nanoteknologi atau prodi Smart Technology. Nah, jika kampusnya memang sudah punya reputasi baik di bidang teknologi dan memiliki laboratorium yang memadai tentu akan menjadi nilai plus. Namun jika prodi lain di kampus tersebut nggak ada yang berkaitan dengan teknologi dan fasilitas yang sejalan dengan jurusan baru tersebut minim, tentu harus kamu pertimbangkan kembali.

4. Eksplorasi bidang di jurusan baru tersebut.

Misalnya, kamu tertarik masuk jurusan seputar kopi, kamu perlu mengeksplorasi lebih lanjut mengenai:

A. Bidang industri dan pekerjaan yang sejalan dan masa depannya.

B. Bidang usaha yang bisa digeluti lulusannya serta peluangnya di masa depan.

C. Kesempatan meneruskan studi ke jenjang S2/profesi dan ketersediaan prodi lanjutan tersebut.

Yup, kamu harus mempertimbangkan soal masa depan prodi yang akan diambil tersebut.

5. Mengetahui kekurangan dan kelebihan jurusan baru.

Ada sejumlah konsekuensi dan manfaat dari mengambil prodi baru. Dengan menyadari hal tersebut, kamu jadi bisa menyikapinya dengan tepat, yakni memperbesar keuntungan dan mengakali kekurangan.

Kelebihan kuliah di prodi baru antara lain kemungkinan kamu akan sangat dibutuhkan di dunia kerja karena lulusannya baru sedikit. Kekurangannya, karena masih angkatan pertama, dan jurusannya langka/belum ada di Indonesia, kamu akan dihadapkan dengan trial and error. Kamu menjadi yang pertama menjalani prodi tersebut, tidak bisa tanya-tanya ke senior. Kasarnya, angkatan kamu pun jadi “kelinci percobaan”.Bisa jadi ada kekurangan dalam perkuliahan, baik di kelas maupun praktik. Namun dalam tone positif, angkatan kamu merupakan pioneer.

So, jika kamu mengambil prodi baru, harus lebih proaktif. Nggak bisa minjem buku/peralatan ke senior karena kebanyakan harus cari sendiri. Perlu banyak berdiskusi dengan dosen, lebih banyak membaca dan mencari informasi, aktif mencari magang, dan lain sebagainya.

Nah, apakah kamu siap untuk itu semua?

6. Mesti tahu syarat dan tes masuknya.

Ketahui apa saja kualifikasi yang dibutuhkan untuk masuk prodi tersebut, jumlah kursi yang tersedia, jadwal pendaftaran dan ujian, tes apa saja yang diberikan, dan lainnya.

Untuk prediksi peluang masuk, memang agak tricky. Kadang peluang masuk jurusan baru relatif lebih besar dibandingkan prodi populer seperti Manajemen atau Teknik Industri. Namun, kadang banyak juga yang memilih prodi baru. Sebagai gambaran prodi Bisnis Digital di Unpad dan Aktuaria UI yang baru dibuka tahun 2018 menjadi salah satu prodi yang paling banyak dipilih.

 7. Tanyakan kembali ke dirimu: apakah prodi ini sesuai dengan minat dan kemampuanmu? Ya, setelah mencari tahu dan mempertimbangkan poin 1 hingga 6, kembalikan semua pada dirimu. Apakah prodi baru tersebut memang kamu inginkan dan sesuai untukmu?

Dengan kata lain, jangan sampai kamu memilih hanya lantaran mereknya “baru”, ikutan tren, atau demi prestise masuk jurusan yang lain daripada yang lain.

Sebaliknya, nggak masalah tertarik dengan prodi baru yang inovatif dan bangga masuk ke jurusan tersebut, asalkan benar-benar pas dengan kemampuan dan minatmu. Setuju?

(sumber gambar: pexels.com)

LATEST COMMENT
Ahmad Faidoli Siregar | 6 jam yang lalu

Apa bisa modal jago gambar kita masuk jurusan arsitektur?

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Cindy Tan | 9 jam yang lalu

Semoga lolos dan keterima SBMPTN ke UI 2019

Berapa Passing Grade SBMPTN 2019?
Hawwa 'Ainaa | 11 jam yang lalu

Saya sma jurusan ipa, apakah bisa masuk fsrd lewat jalur snmptn?

Serba-Serbi Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau bertanya. Boleh nggak mengambil 1 prodi saja di 2 PTN berbeda?

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Adrian Sasori | 23 jam yang lalu

Kak, mau tanya. Boleh nggak mengbila 1 prodi pada 2 PTN yang berbeda? Sekian terima kasih!

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©