Menu

Informasi Seputar Persiapan Kuliah untuk Penyandang Disabilitas

Persiapan kuliah memang merupakan momen yang menyenangkan sekaligus menegangkan. Dari mulai mikirin jurusan apa yang mau diambil, universitas mana yang harus dipilih, lebih enak kost atau pulang pergi, sampai apa aja peralatan mahasiswa baru nanti.

Untuk semua anak muda, persiapan kuliah haruslah disikapi dengan serius. Nah, kali ini, Youthmanual mau khusus membahas informasi seputar persiapan kuliah untuk penyandang disabilitas, gaes. Penting untuk tahu apa aja hak kita sebagai mahasiswa dan fasilitas apa aja yang bisa membantu kita supaya optimal dalam menjalani masa perkuliahan.  

1. Percaya diri bahwa kamu bisa menjalani perkuliahan

Bagi para penyandang disabilitas, kuliah merupakan babak baru perjuangan kamu dalam mencari ilmu dan pengalaman. Nggak kayak SMA, kuliah mewajibkan kita lebih proaktif, punya inisiatif dan mau “nyemplung “ duluan. Persiapkan diri kamu untuk lebih mandiri dan percaya diri.

Sebuah penelitian dalam jurnal Harvard menyebutkan nggak sedikit penyandang disabilitas yang sukses menjalani masa perkuliahan dan lulus dengan gemilang. Itu karena mereka mau menyingkirkan rasa takut dan menganggap bahwa kondisi mereka jutru sesuatu yang amat spesial. Misalnya, banyak mahasiswa yang mengalami kelumpuhan yang nggak ragu-ragu naik shuttle bus ke kampus dan ikut aktif dalam diskusi di kelas.

Pokoknya, don’t let things block your spirit!

Kalau menurut Handry Satriago, CEO General Elctric Indonesia yang harus duduk di kursi roda sejak usia 17 tahun, setiap manusia dibekali kemampuan untuk beradaptasi dalam sebuah kondisi. Karena itu beliau mampu gelar Sarjana S1 nya dari IPB dalam bidang Teknologi Industri Pertanian (Agroindustrial Technology) pada tahun 1993, dan S2 (Cum Laude) Magister Management (MM) dari IPMI, Jakarta. Dual degree dgn MBA dari Monash University, Australia pada tahun 1997. Handry Satriago menamatkan S3 nya pada tahun 2010 di Universitas Indonesia, dengan meraih gelar Doktor dalam bidang Strategic Management.

2. Ketahui hak-hak kamu selama di kampus

Sebagai mahasiswa penyandang disabilitas, kamu nggak boleh berhadapan sama diskriminasi. Namun tentu aja, kamu berhak meminta cara atau fasilitas yang bisa memudahkan kamu dalam menjalani aktivitas perkuliahan. Misalnya, seseorang yang memiliki gangguan muskuloskeletal (kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf dan tendon, serta tulang belakang) yang menghambat mobilitasnya mungkin bisa meminta tempat duduk lebih ke depan agar bisa jelas melihat dosen yang sedang mengajar.

Tentu aja, hak-hak seperti ini akan diberikan oleh orang-orang di lingkungan kampus kamu.

3. Cari tahu kampus yang cocok untuk kamu

Salah satu tips dari Mac Murray Disability Service di Illinois, Amerika Serikat, kunci kemudahan berkuliah bagi para penyandang disabilitas adalah mencari tahu kampus yang cocok. Tanya informasi dan bandingkan hasil research kamu soal beberapa kampus incaran.

Pikirkan kira-kira hambatan apa yang bakal kamu alami selama perkuliahan nanti, lalu diskusikan hal ini dengan pihak kampus. Apakah mereka bisa membantu mencari jalan keluar untuk hambatan tersebut. Cari jalan tengah dari apa yang bisa kamu lakukan dan yang pihak kampus tawarkan. Penting untuk kamu tahu lebih dulu apa yang mereka bisa lakukan. Soalnya, kalau sudah mulai masa perkuliahan, akan lebih sulit mengatur hal-hal seperti ini.

Universitas Indonesia (UI), misalnya, UI lewat Fakultas Psikologi menyediakan layanan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan. Menurut Ketua Program Sarjana Fakultas Psikologi UI, Prof. Dr. Frieda Mangunsong, M.Ed., Psi. layanan tersebut tersedia bagi setidaknya 200 mahasiswa dari jenjang S1 Reguler, 50 mahasiswa S1 Paralel, dan 40 mahasiswa S1 Kelas Khusus Internasional (KKI). Pendamping atau fasilitator untuk mahasiswa penyandang disabilitas diseleksi terlebih dahulu oleh Fakultas Psikologi.

Termasuk soal seleksi masuk UI, yang nggak didasarkan pada kriteria yang terkait dengan keterbatasan fisik calon mahasiswa. Sejumlah mahasiswa penyandang disabilitas antara lain pernah atau masih belajar di Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI.

Selain UI, masih banyak kampus lain kayak Universitas Bina Darma (UBD) yang menyiapkan mata kuliah Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo). UNJ, UIN dan UPI juga menjadi pilihan bagi banyak penyandang disabilitas.

4. Jangan ragu berhubungan dengan komunitas

Transisi masa SMA ke kuliah bukan perkara mudah buat setiap anak muda. Makanya, jangan ragu untuk bertanya atau meminta bantuan. Nggak ada salahnya bkomunitas juga, gaes. berhubungan dengan komunitas supaya perjalanan kamu selama kuliah bisa dibimbing dengan baik.

Do not hesitate to say yes untuk setiap kesempatan yang datang ke kamu. Yuk, bersiap untuk memasuki babak baru perkuliahan di hidup kamu!

 

(Sumber gambar: ert.gr, una.edu)




LATEST COMMENT
Tisam Ali | 3 jam yang lalu

Kami kurang tahu jangka waktu tepatnya, namun pastinya setelah kuliah berjalan. Untuk lebih jelanya, kamu bisa mngecek ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Teknik Biomedik, Bisnis Digital, serta Jurusan Kuliah Baru Lainnya di Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2018
Tisam Ali | 3 jam yang lalu

Tidak berhubungan. Kamu hanya akan berkesempatan lulus di 1 prodi.

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 3 jam yang lalu

Jika diisi dan benar poinnya 1, jika salah poin 0. Jika tidak diisi poin juga 0. Bagi saya, lebih baik diisi karena ada peluang benar dan mendapat poin.

Sistem Penilaian Baru SBMPTN 2018, Menristekdikti: Lebih Menguntungkan Peserta!
Alia Rahmawati | 12 jam yang lalu

trus kalau kita betul-betul mentok gatau jawabannya apa, lebih baik tetap diisi atau dikosongkan saja ya? masih ga ngeh soal ini huhu

Sistem Penilaian Baru SBMPTN 2018, Menristekdikti: Lebih Menguntungkan Peserta!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2018 Youthmanual ©