Menu

5 Tips Menembus SNMPTN Untuk Anak SMK

Saya adalah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Swasta. Jurusan yang saya ambil di universitas pun berbeda dengan jurusan yang saya ambil selama tiga tahun bersekolah di SMK. Emangnya bisa? Ya, bisa aja. Kebetulan, saya menemukan passion baru ketika saya kuliah. Itulah kenapa setelah lulus SMK, saya memilih jurusan kuliah yang nggak “nyambung” .

Tapi saya menyesal, lho, karena dulu saya nggak cukup pede bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ditambah, saya nggak punya bekal informasi yang cukup mengenai SNMPTN, PMDK atau SBMPTN secara umum. Akibatnya, pilihan universitas saya jadi terbatas pada Perguruan Tinggi Swasta aja. Padahal ‘kan lebih baik kalau kita punya pilihan perguruan tinggi sebanyak-banyaknya.

Nah, ternyata para junior saya di SMK banyak yang menanyakan hal serupa. “Bisa nggak, sih, kita masuk Perguruan Tinggi Negeri lewat jalur SNMPTN meskipun kita lulusan SMK?”.

Jawabannya, bisa banget, dong! Nih, saya rangkum tips menembus Perguruan Tinggi Negeri lewat jalur SNMPTN, khusus untuk anak SMK.

***

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri tanpa tes. Penilaiannya berdasarkan nilai raport. Oleh karena itu, sekolah kamu juga bakal dilihat prestasi dan track record-nya. Misalnya, apakah sekolah kamu pernah terlibat tawuran, punya kasus kekerasan, punya banyak prestasi, punya jejak alumni yang oke, dan lain sebaginya.

Berikut rangkuman tips untuk menembus SNMPTN, khusus untuk anak SMK.

a. Pahami persyaratan pendaftaran SNMPTN

Syarat untuk ikut SNMPTN adalah sebagai berikut:

A. Memiliki prestasi unggul yaitu: calon peserta masuk peringkat terbaik di sekolah pada semester tiga, semester empat dan semester lima, dengan ketentuan berdasarkan akreditasi sekolah sebagai berikut:

akreditasi A, 75% terbaik di sekolahnya;

akreditasi B, 50% terbaik di sekolahnya;

akreditasi C, 20% terbaik di sekolahnya;

akreditasi lainnya, 10% terbaik di sekolahnya.

B. Memiliki NISN dan terdaftar pada PDSS

C. Memiliki nilai rapor semester satu sampai semester lima (bagi siswa SMA/MA, SMK tiga tahun) atau nilai rapor semester satu sampai semester tujuh (bagi SMK empat tahun) yang telah diisikan pada PDSS

D. Memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN.

Harus diakui, pendidikan sarjana sebetulnya dipersiapkan untuk siswa SMA. Oleh karena itu, jatah penerimaan siswa SMK melalui SNMPTN memang nggak banyak. Tapi jatah yang nggak banyak itu bisa kamu maksimalkan, kok. FYI, sudah tahu, ya, bahwa biaya SNMPTN ini ditanggung oleh pemerintah alias gratis?

b. Pilih jurusan kuliah yang sejalur dengan jurusan SMK kamu

Menurut situs Halo Kampus, panitia SNMPTN menyarankan agar siswa SMK memilih jurusan kuliah yang sejalur dengan jurusan pendidikan mereka di SMK. Soalnya, kalau kamu mendaftar di jurusan yang sesuai dengan rumpun pendidikan SMK kamu, maka peluang penerimaan kamu relatif akan lebih besar. Wah, berarti kesempatan menembus SNMPTN bagi siswa SMK yang mau kuliah di jurusan yang “nggak nyambung”—seperti saya dulu—jadi kecil banget, dong?

Jangan sedih dulu, shay! Coba cek jurusan SMK dan jurusan kuliah di bawah ini. Siapa tahu jurusan kuliah incaran kamu sebenarnya nggak jauh-jauh amat dengan jurusan SMK kamu sekarang!

c. Lihat peta sebaran alumni SMK

Coba datangi guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolah kamu dan minta data sebaran alumni di berbagai Perguruan Tinggi Negeri.

Soalnya, seperti yang saya bilang di atas, salah satu penilaian SNMPTN adalah asal sekolah. Dengan demikian, kamu perlu cari tahu, lulusan SMK kamu paling banyak diterima di Perguruan Tinggi Negeri mana?

Misalnya, kamu adalah siswa SMK A. Setelah kamu lihat, ternyata alumni SMK A paling banyak diterima di PTN B. Dengan demikian, kesempatan kamu lebih besar untuk masuk PTN B daripada PTN C, D, E, dan lainnya. Maka, PTN B sebaiknya jadi prioritas kamu.

d. Cari tahu jatah penerimaan SMK di setiap Perguruan Tinggi Negeri dan kuota jurusannya

Selain cari tahu data sebaran alumni, kamu juga perlu cari tahu jatah penerimaan SMK di Perguruan Tinggi Negeri yang kamu tuju.

FYI, setiap tahun, jatah penerimaan siswa SMK di sebuah Perguruan Tinggi Negeri tuh beda-beda banget, gaes. Ada Perguruan Tinggi Negeri yang banyak menerima lulusan SMK, ada yang nggak menerima sama sekali. Lagi-lagi, hal ini tergantung asal sekolah dan sebaran alumninya.

Selain cari tahu tentang jatah penerimaan anak SMK di Perguruan Tinggi Negeri incaran kamu, kamu juga musti kepoin jatah penerimaan di jurusannya. Biasanya, kalau tingkat penerimaan jurusannya besar, peluang anak SMK untuk bisa masuk jurusan tersebut juga makin besar.

SMK Lulus SNMPTN(Timothy Nugroho, SMAK 7 Penabur Jakarta – Ilmu Hukum UGM, untuk situs Halo Kampus)

e. Prestasi di sekolah menjadi pertimbangan penerimaan

Kalau kamu punya prestasi lomba/kejuaraan, baik akademis maupun non akademis, kamu jadi bisa mendapat nilai tambah. Soalnya, prestasi tambahan di luar kelas akan menjadi pertimbangan tersendiri bagi Perguruan Tinggi Negeri untuk menerima siswa SMK lewat SNMPTN.

Jadi jangan lupa konsultasikan dengan guru di SMK kamu, supaya prestasi kamu di-recognize oleh Perguruan Tinggi Negeri pilihan kamu.

***

SMK Lulus SNMPTN - YouthmanualCerita Warda Tenry, lulusan SMK Farmasi IKIFA Jakarta, sekarang jadi mahasiswi Farmasi Universitas Hasanuddin, untuk situs Halo Kampus

Menurut mantan Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. H. Engkus Kuswarno, M.S., siswa SMK punya peluang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNMPTN yang sama dengan siswa SMA, kok.

Namun harus diingat, untuk jalur SNMPTN, salah satu kriteria penilaiannya adalah nilai mata pelajaran yang diuji dalam Ujian Nasional. Sehingga pelajaran-pelajaran yang menjadi kriteria penilaian itu otomatis harus kamu ikuti dari semester 1 sampai semester 5, selama di SMK.

Semangat terus, ya, adik-adik SMK!

*diolah dari: Halo Kampus, unpad.ac.id, snmptn.ac.id

(sumber foto: oketekno.com, halokampus.com)

LATEST COMMENT
Gabriela Sindi Pramesti | 5 jam yang lalu

Bisa kak, kita (perawat) bisa buka klinik perawatan luka

5 Hal yang Harus Kamu Tahu Sebelum Siap Menjadi Mahasiswa Jurusan Keperawatan
Tisam Ali | 13 jam yang lalu

Ada juga, dalam kategori tersendiri (vokasi). Tunggu artikel selanjutnya, ya.

Perguruan Tinggi Terbaik 2019 Versi Kemenistekdikti
Tisam Ali | 14 jam yang lalu

Yup, benar. Jika prodi yang ingin dipilih hanya dari rumpun Soshum, maka cukup ikut UTBK Soshum, ya.

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Achmad Maliki | 14 jam yang lalu

gk ada yang Politeknik Min ?

Perguruan Tinggi Terbaik 2019 Versi Kemenistekdikti
Tisam Ali | 14 jam yang lalu

Menyatakan mengundurkan diri dari kampus.

Persiapan SBMPTN Buat Mahasiswa yang Ingin Mengulang
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©