Menu

5 Hal yang Saya Rasakan Sebagai Mahasiswa Baru Menjelang Awal Kuliah

Oleh Ananda Vickry Pratama

Sebagai mahasiswa baru, tentunya saya sangat antusias menyambut perkuliahan, karena saya ingin cepat-cepat ketemu dengan jodoh aktivitas kampus. Meski begitu, benar, lho, gaes, kuliah memang ternyata butuh banyak persiapan. Buktinya, menjelang awal kuliah, saya sudah merasakan hal-hal berikut ini:

1. Mencari kost nggak segampang mencari gebetan

Jarak antara rumah saya dengan kampus cukup jauh, maka mau nggak mau, saya mesti cari tempat tinggal dekat kampus. Nah, pilihan saya jatuh pada kost, karena saya nggak punya sanak keluarga yang tinggal dekat kampus saya. Syedih.

Memilih kost yang tepat butuh banyak pertimbangan, sob. Mulai dari harga, jarak ke kampus, fasilitas, dan lingkungan sekitar kostnya. Pilihan kost di sekitar kampus memang cukup banyak, tetapi hal tersebut malah membuat saya semakin sulit menentukan pilihan, karena harus cocok-cocokan. Jadi, kalau kamu bilang cari gebetan itu gampang, saya setuju! Tapi kalau kamu bilang cari gebetan di kost itu gampang, saya nggak setuju.

2. Kampus terasa lebih "penuh"

Di sekolah saya dulu, jumlah total siswa per kelasnya mungkin maksimal 50 orang saja. Tetapi di kampus saya sekarang, jumlah mahasiswanya jauh lebih banyak. Di jurusan saya sendiri aja, jumlah mahasiswanya mencapai 150 orang lebih.

Namun dengan begitu, kampus otomatis menjadi platform yang oke untuk mendapatkan teman dengan berbagai latar belakang, sifat, dan daerah asal. Selain karena jumlah mahasiswanya yang banyak, kampus juga lebih plural dibandingkan sekolah, yang notabene hanya mencakup siswa dari satu kawasan dalam satu kota aja.

Alhasil, pergaulan kita pun jadi luas dan lebih “kaya”. Dan buat saya yang jomlo, hal ini tentunya memperbesar peluang saya mendapatkan “teman dekat”. Semangat!

3. Tugas orientasi kampus bikin ‘ger’

Orientasi kampus ternyata berbeda dengan orientasi sekolah. Karena mahasiswa dianggap sudah dewasa, tugas saat orientasi kampus biasanya lebih ‘ger’, karena mirip dengan tugas kuliah yang sebenarnya. Misalnya, kita disuruh bikin makalah dan esai yang menguji kreativitas dan pengetahuan. Jadi kita nggak lagi sekedar diberi “tugas” bikin surat cinta untuk senior, ya! Mungkin hal ini bertujuan sebagai pemanasan, agar mahasiswa terbiasa dengan tugas-tugas kuliah yang berat nanti.

Saya, sih, sangat senang mendapat tugas-tugas seperti ini, karena membuat saya jadi paham bahwa kehidupan kuliah memang penuh dengan tugas berat yang penuh analisa. Gimana skripsi nanti, ya?

4. Belum sepenuhnya beradaptasi dengan lingkungan kampus

Sekarang ini, saya belum beraktivitas di kampus, jadi saya belum kenal kampus saya sepenuhnya, termasuk senior, dosen, ruangan-ruangan penting, organisasi kampus, bahkan teman-teman sejurusan.

Wajar dong, ya. Namanya juga mahasiswa baru. Seiring berjalannya waktu nanti, perlahan saya pasti akan mengenal lingkungan kampus dengan lebih baik. Sehingga kalau saya ditanya, “WC kampus di mana?” saya bisa jawab!

5. Harus siap mulai belajar dan dikejar tugas lagi

Seusai UN kemarin, aktivitas saya sebagai siswa juga perlahan berhenti, dan pada akhirnya tuntas saat ijazah sudah di tangan. Jadinya saya gabut, deh. Apalagi saya keterima kuliah lebih cepat, karena lewat jalur undangan. Saya pun semakin gabut di rumah.

Nah, berhubung rentang waktu gabut saya—mulai dari lulus SMA sampai masuk kuliah—lumayan lama, menjelang mulai kuliah seperti ini, rasanya mager banget untuk kembali belajar. Tapi di sisi lain, kangen juga, sih, menuntut ilmu di kelas dan “seru-seruan” dikejar deadline tugas.

Kalau kamu juga mahasiswa baru seperti saya, apa aja, sih, hal-hal yang kamu rasakan menjelang awal kuliah?

(sumber foto: verywell.com, wizamisasi.com, okezone.com)

LATEST COMMENT
Just adulting: (Sal) | 7 jam yang lalu

Tambahan: Bisa juga dalam bentuk rasio. Misal DT2018 jumlahnya 10, peminat 2018 ada 1.000. Rasionya 10:1.000 atau 1:100 yang bisa diartikan 1 kursi dalam prodi di PTN tersebut diperebutkan oleh 100 orang

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Just adulting: (Sal) | 7 jam yang lalu

Keketatan itu perhitungan Daya Tampung 2018 dibagi Peminat 2018 dan dikali 100, hasilnya dalam bentuk persen. Semakin kecil persentase keketatan berarti semakin sulit masuknya sekalipun DT-nya banyak karna peminatnya sudah pasti banyak, begitu sebaliknya

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Johan adham p | 9 jam yang lalu

Apakah memungkinkan kalo jurusan ipa masuk hi tapi ke univ swasta?

5 Tanda Bahwa Jurusan Hubungan Internasional Cocok Buat Kamu
Dela Amelianta Ginting | 11 jam yang lalu

Kak maksud tingkat keketatan itu yg gimana ya, apa harus ambil tingkat keketatan yg tinggi biar peluang lulus besar?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©