Menu

4 Hal yang Harus Kamu Tahu Tentang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Saya adalah salah satu alumnus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta yang baru aja lulus tahun ini.  Di kesempatan ini, saya mau memperkenalkan kampus saya (yang katanya termasuk jajaran kampus idaman, hehe) yang merupakan salah satu IAIN (Institut Agama Islam Negeri) yang tertua di Indonesia.

Hah? Apa tuh IAIN? Kok kayak belum pernah denger?

Jadi, IAIN merupakan penyebutan terdahulu dari UIN (Universitas Islam Negeri) yang jumlahnya pun nggak cuma satu di Indonesia. Perubahan nama dan status ini didasari karena semakin banyak kampus-kampus IAIN yang membuka ilmu umum di luar ilmu agama, seperti kedokteran, Ekonomi, atau pun teknik tanpa menghilangkan esensi IAIN sebagai kampus agama.

Meskipun UIN Syarif Hidayatullah menggunakan embel-embel Kota Jakarta di dalam namanya, aslinya UIN Syarif Hidayatullah berlokasi di Ciputat, Tangerang Selatan. UIN Syarif Hidayatullah tentunya memiliki motonya tersendiri, yaitu Knowledge, Piety, Integrity.

Eniwei, hal-hal mengenai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (yang biasa disingkat dengan UIN Jakarta) nggak cuma hal umum dan trivial aja, kok. Kalau kamu bercita-cita untuk kuliah di UIN Jakarta, ini  empat hal yang harus banget kamu tahu dari sekarang.

1. Budaya kampus yang islami, tapi nggak kaku

UIN Jakarta, Kampus yang islami namun nggak kaku

Namanya aja udah Universitas Islam Negeri, pastinya budaya kampus juga lebih Islami ya Gaes. Jadi, nggak heran kalau mahasiswi UIN Jakarta diharuskan untuk menggunakan kerudung dan mahasiswa diwajibkan menggunakan pakaian yang sopan. Ada juga di beberapa fakultas seperti Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Dirasat Islamiyah yang mengharuskan perempuan menggunakan celana yang longgar atau rok.

Karena budaya kampus yang Islami ini, banyak dari orang-orang yang menganggap bahwa UIN Jakarta merupakan kampus yang “kaku”, tidak menyenangkan, radikal, dan sebagainya. Eits, sebagai alumnus, saya berani jamin anggapan tersebut merupakan anggapan yang salah besar!

Meskipun UIN Jakarta memiliki budaya islami yang kental, bukan berarti hal tersebut membentuk lingkungan UIN Jakarta jadi kaku dan terkesan “ketinggalan”, kok. Budaya islami yang diterapkan oleh lingkungan UIN Jakarta sangatlah terbuka dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan juga perkembangan zaman. Sisanya tinggal bagaimana para mahasiswanya menyikapi budaya tersebut dalam kehidupan berkuliah, yang juga membentuk budaya berkehidupan dalam sehari-hari.

2. UIN Jakarta nggak melulu program studi keagamaan

Mungkin sampai saat ini sebagian besar dari kamu menganggap bahwa setelah lulus dari UIN Jakarta, kamu akan menjadi Ustadz atau Ustadzah. Duh, kayaknya kamu deh, nih, yang masih ketinggalan zaman.

UIN Jakarta punya dua tipe dalam pembagian keilmuan fakultas-fakultasnya, yaitu ilmu agama dan ilmu umum. Ilmu agama biasanya memang membahas tentang keagamaan seperti program studi Perbandingan Agama, Akidah Filsafat, Tafsir Al-Qur’an, Tafsir Hadits dan sebagainya. Biasanya, mahasiswa yang mengambil program studi ini akan memiliki gelar Sarjana Agama (S. Ag). Selain itu, ada pula program studi Dirasat Islamiyah yang akan memiliki gelar Sarjana Studi Islam (S. S .I).

Kalau ilmu umum, program studi yang tersedia sama dengan program studi di kampus-kampus lainnya seperti program studi Ekonomi PembangunanIlmu Politik, Hubungan Internasional , Ilmu Perpustakaan, Ilmu Hukum , Ilmu Kesejahteraan Sosial , Sastra Inggris , Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian), Ilmu Keperawatan , Farmasi , Kesehatan Masyarakat , dan masih banyak lagi.

Tentunya ada yang membuat UIN Jakarta berbeda dari kampus-kampus lain yang memiliki program studi yang sama. Kalau di UIN Jakarta, di semester satu hingga semester tiga para mahasiswa akan mendapatkan mata kuliah keagamaan seperti Bahasa Arab, Qiro’at, Praktikum Ibadah, dan sebagainya.

Tenang aja, mata kuliah tersebut nggak akan sampai pada tahap yang tingkat tinggi, kok. Tapi nggak menutup kemungkinan kalau kamu masih ingin mendalami mata kuliah tersebut di semester-semester selanjutnya.

3. Kampusnya ada tiga!

Buat yang nggak familiar, pasti kebanyakan mengira bahwa kampus UIN Jakarta hanya memiliki satu kampus aja, yaitu tepat di samping Jalan Ir. H. Juanda atau tepat di samping jalan menuju arah Lebak Bulus. Sesungguhnya, UIN Jakarta memiliki tiga kampus yang biasa disebut Kampus  Satu UIN, Kampus Dua UIN dan yang terbaru Kampus Tiga UIN. Lokasinya pun berbeda!

Kampus Satu UIN merupakan kampus UIN Jakarta yang paling pertama berdiri, paling terkenal, dan paling banyak mahasiswanya karena mayoritas Fakultas ada di sini. Yup, inilah kampus UIN Jakarta yang paling luas di samping Jalan Ir. H. Juanda, yang paling dikenal oleh orang-orang.

Kampus Satu UIN Jakarta

Kampus Dua UIN terletak di Jalan Kertamukti, dalam wilayah yang sama dengan Kampus Satu. Kalau kamu mau ke Kampus Dua UIN dari Kampus Satu UIN, kamu bisa berjalan kaki atau menggunakan kendaraan pribadi. Kampus Dua UIN ditempati oleh empat fakultas yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Kesehatan dan Fakultas Kedokteran.

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan terletak di Kampus dua UIN Jakarta

Terakhir, Kampus Tiga UIN merupakan Kampus UIN yang paling baru dan ditempati oleh dua Fakultas, yaitu Fakultas Adab Humaniora dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kampus Tiga UIN ini terletak di Jalan Tarumanegara untuk Fakultas Adab Humaniora dan di Jalan Ibnu Taimiyah IV untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Fakultas Adab Humaniora terletak di Kampus 3 UIN Jakarta

4. Fasilitas yang super lengkap

Karena kuliah nggak cuma sekadar ngampus aja, kamu pun harus tau selengkap dan semutakhir apa fasilitas yang disediakan oleh UIN Jakarta untuk mendukung keberlangsungan hidup para mahasiswanya.

Misalnya, kamu butuh sertifikat TOEFL ITP (Institutional Testing Program) untuk mendaftar beasiswa. Nggak usah jauh-jauh cari lembaga tes, UIN Jakarta sudah menyediakannya di Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Jakarta.  PPB UIN Jakarta telah menjalin kerjasama secara institusional dengan lembaga ITP (Institutional Testing Program) yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan sertifikat TOEFL di bawah pengawasan langsung lembaga ETS (English Testing System).

Atau kalau kamu hanya ingin memprediksi skor TOEFL, kamu pun dapat melakukannya di PPB dengan harga yang terjangkau. Selain TOEFL, jika kamu ingin memprediksi skor kemampuan berbahasa Arab menggunakan tes TOAFL dengan harga yang terjangkau. UIN Jakarta pun memiliki pusat karir yang dapat membantu para alumni UIN Jakarta untuk menemukan pekerjaan yang sesuai.

Ngerasa nggak fit dan harus check-up ke rumah sakit? UIN Jakarta juga memiliki fasilitas Rumah Sakit Syarif Hidayatullah yang terletak tepat di depan Kampus Satu UIN, lho. Dengan kartu mahasiswa, kamu akan mendapatkan potongan harga untuk melakukan pemeriksaan dengan dokter spesialis dan gratis apabila kamu melakukan pemeriksaan di dokter umum.

UIN Jakarta pun memiliki fasilitas asrama yang dibagi menjadi asrama putra dan asrama putri untuk kamu yang berdomisili di luar Jakarta dan sekitarnya. Serunya lagi, kalau kamu temasuk penerima beasiswa dari UIN Jakarta, kamu berhak tinggal di asrama ini selama setahun dan gratis. Satu kamar asrama dapat dihuni oleh empat orang, tiap kamarnya dilengkapi dengan lemari pakaian dan dua kasur tingkat. Tentu di asrama ini sangat aman karena selalu diawasi oleh petugas keamanan yang siaga 24/7.

Saking banyaknya, saya tidak dapat menjelaskan satu persatu dan dapat dikatakan bahwa fasilitas yang ada di UIN Jakarta sudah cukup lengkap. Bisa dibilang, kehidupan kampusmu di UIN Jakarta akan sangat dimudahkan!

Nah, setelah kamu tahu tahu tentang UIN Jakarta, apakah sekarang kamu tertarik untuk bersekolah di UIN Jakarta, Gaes?

Baca juga:

(sumber gambar: id.wikipedia.org, uinjkt.ac.id, rimanews.com, journoliberta.com)

LATEST COMMENT
Zulva Nur Imawati | 2 jam yang lalu

Makasih kakk udah jawab. Soalnya aku yakin ini jurusan yang aku cari2 sejak dulu. Tapi saya tinggal bukan di perkotaan, agak khawatir sama prospek kerja. Memang sih di daerah saya setelah saya mencari data tenaga kerja RS untuk okupasi terapis tidak ada. Hanya ada fisioterapi itupun hanya 1 orang. Terimakasih kak, semoga dimudahkan sekolahnya. Doakan saya bisa masuk jurusan ini yaa

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
Asyila | 4 jam yang lalu

Kalo tembus fkui lewat jalur sbmptn, biayanya semahal di PTS ga sih kak? Jujur aja aku pengen bgt keterima fk cuma kasian papa aku krn mengeluarkan biaya kedokteran ku yg pastinya mahal bgt, dan juga ada ibu dan kakakku yg perlu dinafkahi oleh ayah ku, rasanya aku agak egois ga sih?

Jurusan 101: Tanya Apapun Tentang Jurusan Kedokteran di Youthmanual
Komang S. Satyanata | 5 jam yang lalu

Mohon maaf Baru balas Bantu jawab, Boleh ttapi alangkah baiknya bila ambil aja sbm nya (A)

Seleksi Mandiri Universitas Udayana 2019: Mulai Dari Syarat Pendaftaran Hingga Program Studinya
Sabrina Halimatus Sakdiyah | 5 jam yang lalu

Saya bingung nanti setelah lulus SMA saya ngambil jurusan apa. Kata temanku dan guru seniku gambaran saya bagus tapi menurutku biasa aja soalnya saya melihat temen selain kelasku ada yang lebih bagus dari saya malah jauh lebih bagus. Saya sih pengen banget jurusan kecantikan tapi takut salah melangkah jauh. Tolong saran untuk saya?

8 Pekerjaan yang Banyak Dibutuhkan di Tahun 2020
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©