Menu

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019

SNMPTN dan SBMPTN 2019 (beserta Seleksi Mandiri) tetap ada, namun dengan perubahan yang cukup signifikan berkat konsep baru yang disebut-sebut sebagai “test center”. Inilah 10 perubahan penting pada penerimaan perguruan tinggi negeri 2019 tersebut.

1. Tahun ini, kamu hanya punya maksimal 2 pilihan program studi  pada SBMPTN dan juga SNMPTN (masing-masing 2 pilihan). Pilihan tersebut boleh terdiri dari 1 PTN atau 2 PTN, dan dibebaskan PTN-nya. Jadi nggak harus di PTN yang satu wilayah dengan tempat tes. Sementara tahun tahun sebelumnya, peserta bisa memilih hingga maksimal 3 prodi.  

Pada SBMPTN, diperbolehkan lintas jurusan, IPA mengambil prodi Soshum atau IPS mengambil prodi Saintek. Sedangkan untuk SNMPTN dihimbau agar pilihan prodi sesuai dengan jurusan SMA (nggak lintas jurusan).

2. Mulai tahun 2019, LTMPT menjadi penyelenggara SNMPTN dan SBMPTN. LTMPT  adalah Layanan Tes Masuk Perguruan Tinggi.  LTMPT ini tetap setiap tahun, dan nggak berubah-ubah seperti sebelumnya, sehingga diharapkan lebih profesional. Tugas mereka antara lain:

a. Menyelenggarakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang merupakan tes masuk PTN (SBMPTN).

b. Mengelola dan mengolah data SNMPTN, SBMPTN, dan bisa juga Seleksi Mandiri (jika seleksi mandiri tersebut memakai UTBK)

3. Tidak ada Ujian Keterampilan pada SBMPTN. Yup, kalau dulu untuk prodi bidang kesenian dan olahraga ada dua tes (ujian tertulis dan uji keterampilan), maka tahun ini hanya ada UTBK. Namun peserta yang memilih prodi seni dan olahraga perlu memasukkan portofolio sesuai bidang yang diambil. Nah, portofolio ini mirip dengan seleksi SNMPTN. Jadi kamu diminta mengirimkan dokumen/video yang menunjukkan kemampuanmu.

4.a Peserta SNMPTN yang diterima OTOMATIS tidak bisa ikutan SBMPTN. Yup, LTMPT memiliki sistem database yang terintegrasi dan efisien antara SNMPTN dan SBMPTN. Ini berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana peserta yang telah lolos SNMPTN masih bisa ikutan SBMPTN.

4 b. Di sisi lain, bagi peserta SNMPTN 2019 yang belum berhasil lolos bisa ikutan SBMPTN tanpa mengisi ulang data pribadi karena sudah terdaftar di database. Praktis, ‘kan?

5. Kuota minimal juga mengalami perubahan, yakni SNMPTN minimal 20 persen sementara SBMPTN minimal 40 persen. Sedangkan untuk jalur mandiri tetap, yakni maksimal 30 persen.

Nantinya, PTN bebas mengatur sesuai ketentuan proporsi tersebut. Bisa saja ada yang memberikan jatah 30 persen SNMPTN, 40 persen SBMPTN, dan 30 persen Seleksi Mandiri. Bisa pula 20 persen SNMPTN, 80 persen SBMPTN, tanpa Seleksi Mandiri.

6. Tes pada SBMPTN juga berubah yaitu TPS dan TKA:

a. TPS adalah Tes Potensi Skolastik yang mengukur kemampuan kognitif atau kemampuan penalaran serta pemahaman umum.

b. TKA adalah Tes Kompetensi Akademik yang megukur pengetahuan serta penguasaan materi di sekolah. Tes berisi soal–soal yang dapat mengukur Higher Order Thinking Skills alias HOTS, yang nggak sekadar menghafal namun mengetes pemahaman. 

7. Dulu, SBMPTN hanya dilakukan satu kali secara serentak di satu waktu. Maka pada SBMPTN 2019 peserta bisa mengambil tes (UTBK), maksimal dua kali dan yang dipakai adalah nilai terbaik. Jadi peserta mendaftar ke LTMPTN kemudian memilih sendiri jadwal tes. Rencananya, akan ada 12 jadwal tes  yang bisa dipilih peserta.

8. Perubahan yang juga signifikan adalah peserta bisa mengetahui skor ujian. Hore! Biasanya ‘kan, sibuk cek kunci jawaban dan berusaha hitung-hitung sendiri. Selain itu, dalam konferensi pers, panitia memberitahukan bahwa nantinya juga diberikan informasi apakah nilai si peserta termasuk di atas rata–rata (dibandingkan peserta lain).

9.  Proses pendaftaran SBMPTN adalah melakukan tes, mendapat nilai, baru kemudian mendaftar di prodi dan kampus yang dituju. Sehingga, ketika mendaftar peserta sudah mengetahui seberapa kemampuan (skor) SBMPTN-nya.

Trus, gimana soal passing grade?

Nah, pada konferensi pers 22 Oktober lalu masalah passing grade sempat dibahas panitia. Intinya, passing grade atau batasan skor untuk bisa masuk ke suatu prodi nggak bisa ditentukan di awal, karena hal tersebut tergantung skor pendaftarnya. Jadi nanti diurutkan mana saja pendaftar yang terbaik. Misalnya, jurusan Sastra Inggris UGM memiliki 48 kursi untuk SBMPTN. Nah, dari seluruh SBMPTN yang mendaftar Sastra Inggris UGM, diambil 48 terbaik.

Hasil UTBK menjadi pertimbangan utama pada SBMPTN. Namun, bisa saja ada kriteria lain sesuai kesepakatan PTN. Semoga apabila memang ada kriteria lain tersebut, bisa dijelaskan sehingga prosesnya transparan, dan adil, ya.

10. Bye-bye kertas ujian, pensil 2B, penghapus, rautan, karena ujian SBMPTN seluruhnya menggunakan komputer alias Ujian Tulis Berbasis Komputer. UTBK ini lebih efisien, terutama dari segi biaya dan waktu. Oiya, kalau di tahun 2018 sempat SBMPTN dengan Android, maka tahun 2019 ini ditiadakan dulu. Namun, ujian dengan Android tetap dikembangkan, dan mungkin saja diterapkan di tahun –tahun selanjutnya (SBMPTN 2020, 2021, atau berikutnya).

***

Nah, setelah mengetahui perubahan SNMPTN dan SBMPTN 2019, semoga kamu lebih siap menghadapinya, ya. Sejauh ini perubahan tersebut cukup positif, dan Youthmanual akan terus memberikan update soal pelaksanaan penerimaan PTN 2019 beserta informasi terkait lainnya.

LATEST COMMENT
M Dhiyaul Muafi | 1 hari yang lalu

kak nilai UTBK itu masuk ke persyaratan untuk masuk kuliah kah?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Gilang Gilang | 1 hari yang lalu

Kak terima hasil UTBK nya secara online??

Panduan dan Jadwal Lengkap UTBK SBMPTN 2019
Alisha Dharmawan | 1 hari yang lalu

Maaf kak apa tahun ini ada peraturan bahwa bila memilih 2 ptn, salah satunya harus di satu provinsi?

Serba-Serbi SNMPTN 2019 yang Penting Kamu Ketahui
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©