Menu

Cara Keren SMA Al-Azhar 2 Pejaten Melatih Kepekaan Sosial Siswanya

Beberapa waktu lalu, Youthmanual berkunjung ke SMA Al-Azhar 2 Pejaten, alias Alpen, dan ngobrol bareng teman-teman dari OSIS dan beberapa ekstrakurikuler. Ngobrolnya tentu aja banyak banget ya, gaes, tapi ada satu hal yang menarik dari Alpen dan bikin Youthmanual sangat terinspirasi.

“Apa, sih, yang paling kalian suka dari bersekolah di Alpen?”

Pertanyaan ini saya lempar ke beberapa teman siswa Alpen, dan mereka langsung cerita bahwa Alpen bikin mereka jadi lebih peka sama dunia sosial. Jadi sekolah nggak hanya mementingkan prestasi akademik siswa, tetapi juga mendalami arti kebersamaan dan berbagi.

Jadi, murid-murid Alpen, yang notabene sekolah Islam, punya satu anak asuh.

What?! Masih SMA udah belajar ngasuh anak?! Bukan gitu, gaes. Tapi setiap minggu, murid-murid Alpen mengumpulkan uang untuk membiayai anak asuh mereka. “Ini ladang pahala banget ‘kan buat kita. Kalau bukan sekolah di Alpen, mungkin saya nggak bakal belajar kayak gini,” kata Dimas, Wakil Ketua OSIS yang juga aktif di banyak ekskul ini bercerita.

Contoh lainnya nih, gaes, setiap tahun mereka diajarkan untuk mengumpulkan uang menjelang Hari Raya Idul Adha dan belajar berkurban sejak usia SMA. Nggak cuma itu, kalau ada teman yang keluarganya meninggal, mereka bakal sama-sama menyisihkan uang jajan buat menyumbang, juga sejenak menghentikan pelajaran untuk berdoa.

Kalau Monda, Sang Ketua MPK lain lagi ceritanya, Monda merasa kegiatan di Alpen itu banyak dan bervariasi. Waktu Monda kelas 10, sekolah memfasilitasi murid-muridnya untuk mengikuti kegiatan Pesantren Alam dan berkunjung ke tempat-tempat seru yang menambah pengetahuan. Monda merasa, nggak semua sekolah mau mengurus kegiatan seperti gini.

SMA Al-Azhar 2 Pejaten - Youthmanual

Dimas, Dhani, Monda dan Hilma - para murid-murid yang rela pulang sore terus karena mengurus banyak kegiatan.

Kegiatan Alpen yang bervariasi ini membuat murid-murid Alpen jadi lebih peka sama dunia sosial. Mereka belajar berempati sama lingkungan dan jadi nggak egois. Apalagi, masa muda rentan banget sama sikap egois dan alay.

Oh iya, murid-murid Alpen juga diwajibkan untuk shalat berjamaah waktu Dhuhur dan Ashar. Memmang, sih, kesannya kok ibadah kayak dipaksa, ya… Tapi murid-murid Alpen nggak merasa begitu. Mereka justru bilang, peraturan tersebut membantu mereka untuk disiplin dan lebih bertanggung jawab dengan kewajiban mereka.

Kalaupun ada masa-masa di mana mereka lagi "bandel" dan melanggar peraturan, it will be something worth to remember ketika mereka lulus nanti.

Lingkungan Alpen yang luas tapi terintegrasi juga membuat mereka seneng banget bergaul di lingkungan sekolah. “Alpen tuh luas, tapi karena lapangan dan kantinnya ada di tengah, kita jadi bisa melihat setiap kegiatan teman-teman lain dan terlibat bareng-bareng,” kata Jendra, Sang Ketua OSIS.

SMA Al-Azhar 2 Pejaten Ketua OSIS - Youthmanual

Jendra, Ketua OSIS Alpen yang lagi sibuk mengurus acara tahunan terbesar Alpen, ALFORCE yang bakal diadakan bulan ini.

SMA Al-Azhar 2 Pejaten Gedung Sekolah - Youthmanual

Sttt, mau tahu tips jadi murid berprestasi ala murid-murid Alpen? Nantikan artikel berikutnya ya, gaes!

(Sumber gambar: Iyank)

LATEST COMMENT
Fajar Haryadi | 8 jam yang lalu

UI itu secara resmi masuk Provinsi DKI Jakarta (meskipun sebagian kampus dan rektorat masuk Depok). Hanya warga DKI Jakarta saja yg bisa mendaftar SNMPTN ke UI. Sementara ITB itu kampus utamanya di Kota Bandung.

UI Versus ITB, Mana yang Lebih Unggul?
Aldayra Putri | 1 hari yang lalu

di desain interior ini nantinya bekerja sebagai apa ya?

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
Dhania Nur Indah | 1 hari yang lalu

Kak maksudnya pengetahuan umum itu apa ya?materinya apa aja ya kak?

Serba Serbi Selma dan Sekolah Vokasi Universitas Brawijaya 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©