Menu

6 Tipe Pelajar Ketika Akan Menghadapi Ujian. Kira-Kira Kamu Tipe yang Mana?

Setiap pelajar pasti punya reaksi yang berbeda-beda kalau akan menghadapi ujian di sekolah—mau itu ulangan harian, Ujian Tengah Semester (UTS) ataupun ujian akhir semester (UAS). Ada yang rajin banget, ada juga yang biasa-biasa saja.

Nah, penasaran nggak sih, seperti apa tipe-tipe pelajar saat menjelang ujian di sekolah? trus, kira-kira kamu tipe yang mana ya, gaes? Check this out!

1. Rajin

Yang pertama ada si tipe rajin, gaes. Semuanya pasti diringkas sama mereka. Mulai dari matematika hingga seni rupa. Semuanya diringkas dengan rapi dan nggak ada yang ketinggalan satupun dari apa yang sudah dijelaskan guru. Wow!

Setiap malem si tipe ini juga akan mengulang materi yang sudah didapatkannya pada hari itu. Tujuannya? Ya, biar mereka memahami materi lebih baik dan bisa mengerjakan ujian tanpa tengok kanan-kiri, deh.

As we know, kebanyakan orang-orang yang termasuk tipe ini adalah tipe yang kutu buku dan orang yang beranggapan bahwa nilai itu amatlah penting.

2. Ngeluh

Di era yang serba digital, si tipe yang satu ini banyak bermunculan di segala media sosial aka medsos yang kalian miliki saat menjelang ujian. Yups, kerjaannya curhat mulu di medsos!

Bukannya belajar, si tipe ini malah ngeluh atau buat kata-kata bijak dalam rangka menghadapi ujian. Daripada bermain medsos yang nggak ada akhirnya gitu, alangkah lebih baik kalau kalian buat ringkasan materi pelajaran yang pastinya lebih bermanfaat.

3. Mageran

Kalau ada si tipe rajin, pasti akan ada tipe mageran. Beberapa ciri dari tipe ini saat masa ujian mau dekat adalah mereka nggak mau nyari soal buat latihan dan mereka nggak mau nyatet materi pelajaran apa yang penting serta yang sudah dijelaskan guru.

Bagi seorang mageran, mereka akan mengandalkan si anak rajin. Mulai dari pinjem catetan sampai berhari-hari hingga minta soal-soal latihan untuk persiapan ujian.

4. SKS

Siapa yang nggak tahu sama istilah Sistem Kebut Semalam alias SKS? Kebanyakan dari pelajar pasti sering memakai sistem ini—baik itu untuk mengerjakan tugas hingga masa ujian.

Tapi tahukah kalian? Dengan belajar SKS kalian cuma bisa menghafalkan materi saja. Itu pun belum tentu kamu bisa menghafal dengan maksimal, lho?

Kenapa bisa begitu? Soalnya waktu yang kamu punya itu sangat terbatas dan harus dibagi sama semua materi yang akan diujikan esok harinya.  

5. Pasrah

Sudah kisi-kisi nggak dikasih, materinya banyak, sudah gitu gurunya jelasin pelajaran nggak ada yang pahami satupun lagi. Trus, apa yang bisa kalian lakukan selain pasrah dan mengharapkan keajaiban.

Oyaa, biasanya ini terjadi sama salah satu atau mata pelajaran yang sekiranya dianggep paling sulit saja sih, gaes. Misalnya, kalau di kelompok Saintek ada mata pelajaran Fisika. Kalau di kelompok Soshum mata pelajaran Ekonomi.

6. Bodo amat

Jadwal ujiannya 3 hari lagi, tapi masih punya waktu untuk main game berjam-jam, masih bisa seru-seruan main dan jalan-jalan, atau kegiatan-kegiatan lain yang nggak ada hubungannya dengan ujian. Nah, sikap itu biasanya dimiliki sama pelajar dengan tipe bodo amat.

Mereka yang bertipe ini biasanya berharap semoga guru atau pengawas ujiannya itu baik, jadi mereka bisa dapat contekan dari teman bangku sebelah atau bangku depan dan belakang. Bahkan ada juga lho, beberapa dari mereka yang mengumpulkan lembar kertas jawaban berisi nama dan NIS/NIM nya saja. Duh!

***

Itulah tadi tipe-tipe pelajar saat menghadapi ujian. Terlepas dari tipe apa kamu saat menghadapi ujian, ada baiknya kalau kamu mempersiapkan ujian itu dari jauh-jauh hari.

Lebih baik berusaha dari jauh-jauh hari daripada kena remedial, ‘kan? Lagipula belum tentu juga pas remedial, nilai kamu bisa sempurna, mentok-mentoknya pasti standar KKM (Kriteria Ketuntasan Maksimal). Alhasil, nilai di rapor kamu juga B saja alias pas-pasan.

Jadi, mulailah membiasakan atur waktu belajar sekatang. Tetap semangat dan terus berjuang semampu kamu ya, gaes!

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: kidshelpline.com.au)

LATEST COMMENT
Dinnookk | 1 jam yang lalu

Kasus serupa dengan saya wkw

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Suho Wife | 6 jam yang lalu

Kak di unbraw nggak ada bisnis internasionalnya ka?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Sheila Amadea | 1 hari yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 1 hari yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 2 hari yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©