Menu

Organisasi Kampus: BEM, HM, DPM dan Serba-Serbinya

Biarpun status mahasiswa rookie alias maba, kamu harus punya wawasan seputar organisasi kampus kayak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (HM). Jangan sampai tau-tau kamu emngeluarkan kalimat “Mau dong, Ikutan OSIS-nya kampus!”

Apa aja sih tugas masing-masing organisasi kampus, siapa pengurusnya, dan gimana cara masuknya?

Nah, bocorannya bisa kamu cek di sini.  

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

* BEM adalah lembaga eksekutif di kampus beranggotakan mahasiswa yang menjalankan berbagai kegiatan dan program.

* Tingkatan BEM ada bermacam-macam, yaitu:

  • BEM tingkat fakultas yang anggotanya mahasiswa dari fakultas tersebut.
  • BEM vokasi yang beranggotakan mahasiswa vokasi (D3).
  • BEM tingkat perguruan tinggi/universitas yang beranggotakan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi, dan biasanya mencakup S1 dan D3.

* Agenda kerja BEM di berbagai level ini padat, lho. BEM fakultas mengurusi berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa di tingkat fakultas. Mulai dari kegiatan sosial, kompetisi, pensi, studi banding, dan lainnya. Pernah dengar soal Jazz Goes to Campus? Nah, itu adalah contoh program BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.

Sementara BEM universitas hampir sama, tapi levelnya seluruh kampus, seperti pertandingan olahraga antarfakultas atau kegiatan mahasiswa yang membawa nama seluruh kampus.

* Ketua BEM  fakultas maupun universitas dipilih dengan sistem voting. Jadi diadakan “pemilu” kampus di mana mahasiswa memilih kandidat.

* Kepengurusan BEM bermacam-macam, sih, tergantung organisasinya. Tapi biasanya, selain pengurus dan divisi yang umum, seperti Ketua, Wakil, Sekertaris dan Bendahara, Dana Usaha, Humas, Olahraga, dan Seni Budaya, kepengurusan BEM diisi oleh seksi/bagian:

  • Pengabdian masyarakat (pengmas): Bagian ini bertugas merancang dan menjalankan program untuk kepentingan masyarakat. Yah, semacam bentuk tanggung jawab dan peran serta mahasiswa terhadap masyarakat sekitar.
  • Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma): Kalau yang butuh pendampingan untuk mengajukan keringanan atau butuh bantuan lainnya, bisa menghubungi bagian ini. Asal jangan minta bantuan naikin nilai, ya.
  • Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM): Tujuannya untuk pengembangan mahasiswa, terutama yang junior. Programnya antara lain, pengenalan mahasiswa, latihan kepemimpinan, workshop, dan lainnya. Termasuk membuka “lowongan” BEM/kepanitiaan.
  • Kajian Strategis: Menelaah berbagai isu yang terkait dengan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

bem ui

Contoh kepengurusan BEM di tingkat universitas.

* Biasanya, BEM menerapkan sistem open recruitmen untuk mencari anggota. Trus, biasanya akan diwawancara sama pengurus inti.

Dewan Perwakilan Mahasiswa/Badan Perwakilan  Mahasiswa (DPM)

* Kalau BEM adalah eksekutif, maka DPM adalah legislatifnya.

* Peran DPM antara lain membuat peraturan sebagai acuan  BEM untuk bekerja. DPM juga mengevaluasi kinerja BEM.

* DPM ada di level fakultas maupun universitas.

* Anggota DPM adalah mahasiswa perwakilan program studi/fakultas.

* Biasanya, DPM dipilih berdasarkan kesepakatan mahasiswa di program studi/fakultas, atau ditunjuk HM.

Himpunan Mahasiswa Program Studi/Himpunan Mahasiswa Jurusan (HM)

* HM adalah organisasi mahasiswa tingkat prodi.

* Membangun solidaritas internal dan eksternal program studi dan mengembangkan mahasiswa dan prodi,  merupakan tujuan dibentuknya HM.

* Biasanya program yang diadakan HM nyambung dengan program studinya. Misalnya, mahasiswa jurusan DKV Multimedia bikin workshop web design atau program studi psikologi mengadakan konsultasi minat bakat untuk pelajar.

* Ada juga program kerja yang sifatnya internal untuk mahasiswa jurusan aja, seperti pengenalan mahasiswa baru, mentoring perkuliahan antarmahasiswa, dan lainnya.

* HM sering banget berkordinasi dan bekerja sama dengan BEM dalam melaksanakan program-programnya.   

* Ketua HM umumnya dipilih lewat voting yang melibatkan semua mahasiswa di program studi tertentu. Selanjutnya, pengurus dipilih oleh ketua.

Tertarik masuk organisasi?

Nah, dari ketiganya kamu bisa memilih organisasi yang ingin kamu geluti. “Aku pernah ikutan Himpunan Mahasiswa sebagai staff divisi Seni dan juga BEM sebagai Bendahara Umum,” kata Fina, mahasiswi Akuntansi Teknologi Sistem Informasi. Yup, beberapa mahasiswa yang pernah aktif di HM/DPM, (tahun) selanjutnya mencoba aktif di BEM, atau sebaliknya.

Sementara Nasya, alumni Administrasi Keuangan dan Perbankan UI memutuskan untuk "pindah" ke BEM setelah sempat aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan. “Sebenarnya ada tawaran untuk terus di HM, tapi setelah berpikir super panjang akhirnya mengambil kesempatan bergabung di BEM. Pengen cari pengalaman baru dengan berorganisasi di lingkup yang lebih besar.”

Tapi yang jelas, banyak banget manfaat yang bisa kamu dapatkan dengan ikutan organisasi. Antara lain,  “memperkaya” curriculum vitae dan mengembangkan softskills. Yup, pengalaman organisasi akan diperhitungkan lho, saat melamar pekerjaan. Apalagi untuk lulusan baru alias freshgrad

Nasya yang sekarang jadi karyawan freshgraduate di perusahaan swasta juga merasakan manfaat ikutan BEM/HM dalam bekerja. “Wah, pengalaman organisasi berpengaruh banget saat kerja. Bahkan, (kadang) lebih ngaruh daripada mata kuliah. Skill dan pengetahuan seperti  menyelenggarakan acara, menyusun budget event, bikin workplan dan kerja sama didapatkan dari organisasi. Learning by doing.”

Gimana, tertarik aktif di organisasi? Seandainya berminat, ini yang perlu kamu lakukan.

Cara bergabung di organisasi mahasiswa

1. Mesti aware saat open recruitment dan kepengurusan baru. Umumnya, kepengurusan organisasi berganti tiap tahun. Saat itulah dibutuhkan anggota baru.

2. Untuk menjadi anggota/pengurus BEM harus mendaftar, sedangkan DPM biasanya mengajukan diri atau diminta oleh para mahasiswa.

3. Pengurus HM biasanya dipilih melalui rapat bersama mahasiswa jurusan atau ditunjuk langsung ketua HM. Untuk bisa terlibat di organisasi ini, kamu mesti aktif di kegiatan jurusan dan ikutan rapat penentuan pengurus. Bila perlu, kamu mengajukan diri pada ketua/pengurus inti.

4. Yang paling detil tentu recruitment BEM. Biasanya akan ada sesi interview dengan Ketua BEM dan atau ketua divisi.

5. Saat wawancara BEM, yang ditanyakan biasanya seputar pengalaman dan kegiatanmu. Kamu juga akan ditanyakan bagaimana menghadapi sejumlah kasus yang bisa terjadi seandainya kamu terpilih jadi BEM.

Misalnya, gimana jika nilai IPK kamu turun gara-gara aktif di BEM, apa yang dilakukan jika bertemu rekan yang nggak mau kerja, atau apa solusi jika program yang kamu jalankan gagal.

6. Pengalaman aktif di berbagai kegiatan dan organisasi saat SMA bisa menjadi pertimbangan. Tapi jangan khawatir kalau nggak punya pengalaman. Tunjukkan aja kesungguhan kamu.

7. Sebaiknya kamu siapkan ide mengenai hal-hal yang akan kamu lakukan dan program yang ingin kamu jalankan jika terpilih sebagai anggota/pengurus BEM.

Baca juga:

(sumber: cardifstudents.com)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 6 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 20 jam yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©