Menu

Merasa Nggak Ada Kegiatan di Kampus yang Cocok Denganmu? Mungkin Ini Saatnya Kamu Bikin Organisasi Sendiri!

Bisa dibilang masa jadi mahasiswa merupakan masa paling seru. Walaupun kuliahnya super padat dan waktu tidur banyak terpangkas gara-gara ngerjain tugas. Bagi saya, salah satu hal yang paling berkesan selama jadi mahasiswa adalah pengalaman gabung di organisasi kemahasiswaan.

Namun nggak sedikit juga teman-teman saya yang kurang aktif dalam kegiatan kampus. Ada yang memang malas dan nggak suka berorganisasi. Ada pula yang merasa UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ditawarkan nggak ada yang pas di hati. Make sense sih, karena ngapain juga ikut organisasi yang nggak diminati? Tapiiiii... masa sih, 4 tahun di kampus hanya cuma diisi kuliah-pulang-kuliah-pulang. 

Menurut saya, kalau kamu nggak cocok dengan kegiatan kampus bikin aja organisasi, perkumpulan, atau klub baru. Tertarik mencoba? Simak langkah-langkahnya.

1. Buat tujuan dan rencana organisasi

Langkah pertama yang kamu perlu lakukan adalah menyusun rencana detail tentang organisasimu. Mesti paham banget apa tujuan organisasi tersebut, supaya kamu juga bisa menjelaskan ke orang lain, bahkan mengajak mereka bergabung di situ.

Kamu juga perlu bikin gambaran kegiatan apa saja yang akan dilakukan. Misalnya, saat mau bikin klub fotografi. Kamu bisa menyusun rencana kegiatan hunting foto bareng, instagram challenge, atau ngadain pameran.

2. Daftarkan organisasi secara resmi.

Ini adalah tahap awal tapi sangat menentukan dalam kesuksesan organisasimu. Kamu mesti mencari teman yang punya hobi dan minat yang sama denganmu, lalu daftarkan secara resmi.

Memang sih, perkumpulan di kampus juga ada yang underground alias nggak terdaftar resmi di lembaga kemahasiswaan kampus. Tapi kalau kamu mau bikin organisasi yang besar dan ingin bisa memakai fasilitas kampus, misalnya ruangan, logo kampus, dan lainnya, kamu perlu mendaftarkan organisasimu ke universitas.

Tiap kampus biasanya punya aturan yang berbeda tentang organisasi, yang perlu dipenuhi.

3. Cari dosen pembimbing organisasi

Nah, salah satu syarat dalam mendaftarkan organisasi di kampus adalah adanya dosen pembimbing atau pembina organisasi. Kamu mesti memilih dosen yang tepat untuk kegiatan organisasimu. Misalnya, kalau kamu mau membuat klub debat bahasa Inggris, paling tidak kamu harus  banyak diskusi dengan dosen bahasa inggris. 

4. Lengkapi berkas-berkas yang diperlukan

Penuhi kelengkapan berkas organisasi, misalnya proposal, surat persetujuan dosen pembimbing, AD-ART (Anggaran Dasar-Anggaran Rumah Tangga), dan lainnya.

Selain penting buat mendapat izin resmi, kelengkapan ini juga menjadi panduan buat menjalankan organisasi.

(sumber gambar : itbsef.wordpress.com, racked.com, news.okezone.com)

LATEST COMMENT
Dinnookk | 41 menit yang lalu

Kasus serupa dengan saya wkw

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Suho Wife | 6 jam yang lalu

Kak di unbraw nggak ada bisnis internasionalnya ka?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Sheila Amadea | 1 hari yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 1 hari yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 2 hari yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©