Menu

Bicara Soal Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa dan Kenapa Bidang Ini Penting Ada di Tiap Organisasi Kampus Kamu

‘Adkesma’ bisa jadi satu kata yang terdengar asing di telinga kalian, apalagi buat adik-adik yang belum menginjak dunia kuliah. Adkesma apa, sih? Apa yang dilakukan oleh Adkesma? Dan kenapa saya menganggap bidang ini sebagai sebuah bidang yang penting ada di setiap organisasi mahasiswa?

Untuk menjawab pertanyaan itu, pertama-tama saya mau mengajak kalian untuk sedikit throwback ke 2 tahun yang lalu, ketika saya masih menjabat sebagai seorang kepala divisi pengembangan sumber daya manusia (PSDM) di himpunan mahasiswa jurusan saya. Kala itu, saya memiliki satu anggota yang saya rekrut melalui jalur ‘dalam’—sebut saja namanya adalah Andri.

Saya merasa Andri ini punya potensi besar dalam bidang SDM, jadi saya yang kebetulan waktu itu juga kekurangan tenaga di PSDM memutuskan untuk meminta dia secara personal agar mau bergabung di divisi yang saya pimpin—langsung, tanpa melalui jalur seleksi wawancara seperti anggota lainnya.

Dua minggu pertama, semuanya masih berjalan lancar. Rapat divisi yang dijalankan tiap minggu dihadiri oleh seluruh anggota, termasuk yang bersangkutan. Masuk minggu ketiga, Andri mulai absen dari rapat, dan ketika dikontak ia hanya mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus ia urus di luar kampus. Masuk minggu keempat, lima, enam, frekuensi Andri hadir rapat semakin menurun bahkan nihil sama sekali. Usut punya usut, ternyata nggak hanya rapat organisasi yang ia lewatkan, tapi ia juga dikabarkan alpa di banyak kelas selama beberapa pertemuan.

Suatu hari, saya mendapat info dari kepala divisi tetangga bahwa ternyata Andri sedang mengalami masalah pribadi dan finansial yang menyulitkannya untuk aktif di organisasi dan hadir di kelas. Ia berkata bahwa Andri bercerita langsung kepadanya mengenai masalah itu karena dia nggak tahu lagi harus kemana. Kalau dipikir-pikir, tindakan Andri tepat juga soalnya nggak mungkin juga ‘kan dia curhat soal masalah se-personal ini ke dosen?

So, setelah pembicaraan dan diskusi yang cukup melelahkan saya bersama divisi tetangga itu, akhirnya kami memutuskan untuk mengorganisir bantuan untuk Andri. Sementara saya dan anggota Himpunan lainnya menggalang dana membantunya secara materi, orang-orang dari divisi tetangga tersebut berusaha untuk ‘menyambungkan’ suara Andri ke pihak kampus untuk mengurus soal biaya kuliah dan kegiatan akademiknya yang sempat terbengkalai.

Untungnya, masalah Andri akhirnya menemukan titik terang. Setelah negosiasi yang cukup alot dengan pihak kampus, Andri akhirnya diberikan keringanan biaya untuk bayaran semesternya. Dan meski ada beberapa mata kuliahnya yang nggak terselamatkan karena jumlah absen yang sudah terlalu banyak, tapi Andri masih diberikan kesempatan untuk mengulang mata kuliah tersebut di semester berikutnya.

Mau tahu apa ‘divisi tetangga’ yang berjasa dalam membantu Andri menyelesaikan masalahnya? Yes. Divisi itu adalah divisi Adkesma alias divisi Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa.

Adkesma Si Jaring Penyelamat Mahasiswa!

advokasi kesejahteraan mahasiswa

Sesuai dengan namanya, divisi Adkesma bertugas sebagai advokat yang menghubungkan para mahasiswa yang butuh bantuan dengan pihak-pihak yang punya kuasa buat memberikan bantuan tersebut. Dalam kasus Andri tadi, Adkesma bertugas menghubungkan Andri dengan pihak kampus yang membantunya dalam menyelesaikan masalah terkait biaya kuliah dan administrasi lainnya.

Bagi beberapa orang, tugas dari divisi Adkesma emang terkesan gabut, karena kebanyakan mereka hanya mengira tugas dari divisi ini hanyalah memberi informasi soal hal-hal terkait akademis seperti beasiswa dan tanggal-tanggal penting perkuliahan. Ya, itu memang sebagian tugas dari divisi Adkesma. Inget, ya cuma sebagian, lho. Selain dua hal itu masih buanyak lagi tugas-tugas dari divisi Adkesma yang bakal bikin kamu mikir ulang sebelum me-label divisi yang satu ini sebagai ‘divisi gabut’.

Adkesma nggak cuma berfungsi sebagai kanal informasi beasiswa, tapi juga berperan sebagai jaring penyelamat bagi mahasiswa. Sekiranya kamu punya masalah terkait akademik maupun finansial, kamu bisa menemui anak-anak Adkesma di sekitarmu dan mereka akan mendampingi kamu dalam mencari cara untuk keluar dari masalah tersebut.

Contoh yang paling umum adalah soal biaya kuliah. Kalau kamu merasa nggak sanggup untuk membayar biaya kuliah yang terlalu mahal, kamu tinggal datang dan berkonsultasi dengan anak Adkesma di organisasi kampusmu. Nantinya, mereka lah yang akan membantumu bernegosiasi dengan petinggi kampus agar bisa mendapatkan keringanan biaya.

Masalah lain seperti kesulitan di bidang akademik, mahasiswa yang tertimpa musibah mendadak, sampai kerusakan sarana dan prasarana kampus yang berhubungan dengan kegiatan perkuliahan maupun kemahasiswaan, menjadi tugas dari divisi Adkesma untuk dicari jalan keluarnya dengan bertindak sebagai jembatan antara mahasiswa dan pihak kampus.

Belum lagi jika masa-masa penerimaan mahasiswa baru tiba. Di sebagian besar kampus, Adkesma bertindak sebagai garis terdepan dalam mencari kontak-kontak maba untuk memastikan para mahasiswa baru tersebut nggak ketinggalan satu pun berita maupun informasi penting terkait proses penerimaan mereka di kampusnya masing-masing.

Nggak peduli waktu liburannya terpotong untuk menjalankan tugas ini, para punggawa Adkesma selalu siap sedia menjawab pertanyaan maupun menampung keluhan tentang masalah yang kamu hadapi di perkuliahan. Not all superheroes wear capes, indeed, and it seems like they’re one of the closest example.

Jadi, kalau suatu saat kamu memiliki masalah dengan akademik, finansial, maupun personal, jangan ragu untuk  curhat dengan anak-anak Adkesma ya! Para ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ di dunia perkuliahan ini pasti siap membantu kamu.

Baca juga:

(sumber gambar: blogs.studentlife.utoronto.ca, hec.edu)

LATEST COMMENT
Dinnookk | 41 menit yang lalu

Kasus serupa dengan saya wkw

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Suho Wife | 6 jam yang lalu

Kak di unbraw nggak ada bisnis internasionalnya ka?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Sheila Amadea | 1 hari yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 1 hari yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 2 hari yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©