Menu

Baiknya Ikut Organisasi Mahasiswa di Tingkat Fakultas atau Ikut UKM Sesuai Hobi, Ya?

Setiap kali saya mewawancarai orang sukses di berbagai bidang, saya pasti nanya tips dan pesan mereka buat anak muda kayak kita. Uniknya, hampir semua orang sukses tersebut bilang, “Ikutlah organisasi ketika kamu masih sekolah atau kuliah." Kenapa? Karena banyak banget manfaat yang didapat ketika kamu ikut organisasi, terutama untuk mengembangkan soft skills yang emang nggak diajarkan secara formal di kelas.

Kali ini, saya mau membahas macam-macam organisasi yang bisa kamu ikuti di perkuliahan nanti. Dari dulu sampai sekarang, organisasi kemahasiswaan sangatlah beragam. Tapi secara garis besar, organisasi legal di kampus terbagi dua:

1. Organisasi mahasiswa jurusan, fakultas dan universitas 

2. Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Apa, sih, perbedaaan keduanya?

Organisasi mahasiswa jurusan, fakultas dan universitas menawarkan hierarki kepemimpinan di dalam jurusan, fakultas atau universitas. Pastinya, kegiatan dan program kerja yang diusung juga nggak jauh-jauh dari jurusan, fakultas atau universitas. Nama organisasinya biasa disebut Himpunan Mahasiswa jurusan, Senat atau Badan Eksekutif Mahasiswa fakultas, dan Badan Perwakilan Mahasiswa fakultas. Ini juga berlaku untuk tingkatan universitas.

Saya kasih contoh, ya. 

Misalnya, kamu kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu politik (FISIP). Di fakultas tersebut, ada dua jurusan yaitu Hubungan Internasioanl dan jurusan Administrasi Negara. Maka, masing-masing jurusan tersebut punya organisasi Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara.

Sementara, FISIP sebagai fakultas punya Badan Eksekutif Mahasiswa dan Badan Perwakilan Mahasiswa. BEM biasanya diketuai oleh seorang Ketua BEM atau Ketua Senat. Sama seperti Himpunan, BEM bertujuan membuat program kerja yang berhubungan dengan fakultas.

Program kerjaa BEM tentu lebih umum dibanding program kerja jurusan yang biasanya sangat spesifik dan berbau akademik jurusan.

Sementara BPM bertugas sebagai pengawas himpunan dan BEM. Mereka yang ikut BPM juga lebih banyak berhubungan dengan manajemen fakultas dan rektorat untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa.

Di tingkatan universitas, ada BEM dan BPM sendiri. Untuk membedakan BEM fakultas dan universitas, penyebutannya BEM universitas diganti menjadi Leksma (Lembaga Eksekutif Mahasiswa) dan Legima (Lembaga Legislatif Mahasiswa). Tentunya, nama-nama organisasi bakal berbeda di setiap kampus ya, gaes.

Keanggotaan leksma dan legima terdiri dari gabungan mahasiswa dari berbagai macam fakultas yang ada di kampus tersebut.

Nah, kalau UKM itu apa?

UKM juga merupakan organisasi mahasiswa dari berbagai jurusan dan fakultas. Hanya saja, kegiatan mereka lebih banyak terkait dengan hobi atau spesialisasi tertentu. Misalnya, UKM paduan suara atau UKM basket. Anggotanya tentu aja mereka yang memang tertarik dengan seni paduan suara atau olahraga basket. Kegiatan paling dasar dan rutin adalah latihan bersama.

Nggak jauh beda sama organisasi kemahasiswaan jurusan, fakultas atau universitas, dalam UKM juga terdapat hierarki kepemimpinan. Setiap UKM punya ketua, wakil, seksi-seksi atau departemen sampai anggota.

Seru, kan, sob?

Lalu lebih oke yang mana nih untuk diikuti?

Menurut Tammy, mahasiswa universitas Jayabaya yang aktif di salah satu UKM, keduanya sama okenya kok. Soft skills kamu terutama soal kepemimpianan, kerjasama dan manajemen waktu bakal lebih terasah. 

Tammy sendiri lebih memilih UKM karena ia bisa sekaligus menyalurkan hobinya. Tapi kalau mau berkarya sekaligus memperdalam jurusan dan dinamika politik kampus, kamu bisa mengikuti organisasi mahasiswa jurusan, fakultas atau universitas.

Intinya, apapun pilihan kamu, pilihlah organisasi mahasiswa yang nggak mengganggu kuliah kamu. Kalau bisa, lebarkan sayap keorganisasian sampai ke perhimpunan antar kampus. Kenalan dan gebetan pengalamanpun bisa jadi lebih luas, sob!

(Sumber gambar: sharpschool.com, sdsu.edu, mung-pujanarko.blogspot.co.id, uajy.ac.id)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 21 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 1 hari yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©