Menu

Serba-Serbi Passing Grade Perguruan Tinggi Negeri

Siapa yang hobi ngecek passing grade Perguruan Tinggi Negeri (PTN)? Angkat tangan! Biasanya, sih, anak-anak kelas 12 yang pengen bingits masuk PTN, nih. Kalau kamu termasuk salah satunya, ngaku aja, mungkin kamu bisa tiap hari ngecek passing grade di beberapa sumber, untuk melihat angka yang paling bisa dijangkau. Padahal ingat, sob, ini bukan berburu tiket pesawat promo! Hehehe.

Jadi, apa, sih, sebenarnya pasing grade? Benarkah ia semacam pegangan yang paling menentukan peluang kamu masuk PTN? Tetapi kenapa ada beberapa PTN beken yang terang-terangan mengumumkan kalau mereka nggak pernah punya passing grade?

Simak penelurusan Youthmanual berikut ini!

Passing grade, tuh, apa sih?

Passing grade adalah perkiraan skor SBMPTN yang dibutuhkan untuk masuk jurusan tertentu di universitas tertentu. Dengan kata lain, passing grade adalah perkiraan syarat batas masuk ke sebuah jurusan.

Tiap jurusan punya passing grade yang berbeda-beda. Misalnya, menurut situs Info SBMPTN, passing grade jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Padjajaran adalah 36.3% sementara passing grade jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Gadjah Mada adalah 54.7%. Sementara itu, passing grade jurusan Kedokteran di Unpad 53.5% dan di UGM 57.7%.

Jadi walaupun jurusannya sama, passing grade antara satu universitas dengan universitas lainnya bisa beda ya, sob. Perbedaannya kadang tipis, kadang jauh.

Gimana cara menghitungnya?

Angka passing grade ditentukan oleh skor SBMPTN*, yang cara penghitungannya adalah sebagai berikut:

Bobot jawaban benar: 4 per soal
Bobot jawaban salah : 1 per soal (minus 1)
Bobot tidak dijawab: 0 per soal

Skor total Tes* =
(jumlah soal benar x 4) – (jumlah soal salah) x 100 : (jumlah soal keseluruhan x 4)

Kemudian, Skor Total SBMPTN tiap peserta* =
(skor total Tes Potensi Akademik x 30%) + (skor total Tes bidang IPA/IPS/Campuran x 70%)

Trus, angka passing grade tiap jurusan ditentukan oleh apa, sih?

Bukan iseng dikira-kira sendiri ‘kan? Bukan, dong. Angka tersebut diperoleh dari:

1. Kisaran skor SBMPTN calon mahasiswa yang mendaftar di jurusan tersebut.

2. Jumlah kursi yang tersedia. Kalau kursinya hanya 30, maka yang diterima hanya 30 pendaftar dengan skor tertinggi.

Sebagai catatan, passing grade 2016 merupakan perkiraan dari hasil SBMPTN 2015. 

Karena passing grade hanya berupa perkiraan, maka hasilnya—apakah kamu diterima atau nggak—tergantung kursi yang tersedia dan performa peserta SBMPTN pada tahun tersebut. Let’s say, passing grade jurusan Kedokteran UGM adalah 54.7%. Namun kalau tahun 2016 para peserta SBMPTN hanya menghasilkan skor rendah, UGM bisa aja menerima calon mahasiswa yang skornya cuma 51%. Sebaliknya, kalau pada tahun 2016 nanti nilai peserta ujian sedang meningkat dan jadi sangat kompetitif, bisa aja UGM malah hanya menerima peserta SBMPTN yang punya skor minimal 56%.

Bisa nggak passing grade dijadikan patokan mutlak?

Nggak, karena sifatnya hanya perkiraan. Dengan kata lain, passing grade hanyalah gambaran skor rata-rata paling rendah untuk bisa diterima suatu jurusan di PTN.

Dan seperti yang sudah disinggung di atas, info passing grade ini nggak dikeluarkan secara resmi oleh PTN.

Tapi berdasarkan pengalaman, menurut saya passing grade ini bisa dijadikan semacam acuan untuk mengukur kemampuan (skor) kita dan membandingkannya dengan skor masuk jurusan idaman. Dari situ, kita bisa pasang target grade yang ingin diraih.

Gimana tips dan trik memanfaatkan passing grade untuk memilih PTN?

Beberapa hal yang penting untuk diingat:

a. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah cari informasi passing grade berbagai jurusan di berbagai PTN, terutama jurusan-jurusan yang kamu minati.

b. FYI, passing grade dari berbagai sumber (tempat les, website, buku panduan SBMPTN) bisa nggak sama, tetapi angkanya pasti nggak jauh berbeda. Kalau ada sumber yang menyebutkan angka yang jauh berbeda denga sumber-sumber lain—misalnya, menurut sumber A, passing grade jurusan Kedokteran UGM adalah 40% padahal di sumber-sumber lain adalah 54-55%—maka jangan jadikan sumber A sebagai acuan. Mungkin itu passing grade KW!

c. Trus, coba ikut try out SBMPTN, hitung skormu, kemudian bandingkan dengan passing grade jurusan yang kamu tuju. Kalau nilai kamu sudah mencukupi, jangan merasa puas. Terus belajar dan berusaha! Ingat, semakin bagus skor kita, semakin besar kesempatan untuk lolos. Sebaliknya, jika nilai kamu belum mencapai passing grade incaran, jangan langsung nyerah dan pindah jurusan lain.

d. Saya mau kasih tips, nih, untuk menentukan jurusan. Pilihan pertama kamu sebaiknya adalah jurusan yang memiliki passing grade paling tinggi. Sedangkan pilihan kedua kamu sebaiknya adalah jurusan yang passing grade-nya lebih rendah dibandingkan pilihan pertama. Tentunya, pilihan pertama dan kedua haruslah jurusan yang benar-benar kamu minati, ya!

Mungkin nggak, sih, skor kita berada di bawah passing grade tapi tetap diterima? Atau sebaliknya, skor kita berada di atas passing grade, tapi nggak diterima?

Mungkin aja, mengingat passing grade hanya berupa perkiraan. Semua tergantung dari skor dan performa pendaftar di tahun tersebut, serta jumlah kursi yang tersedia.

Namun calon mahasiswa yang skornya mencukupi passing grade biasanya akan lolos, kok. So try to do your best ya, sob!

*catatan: Perkiraan perhitungan skor peserta SBMPTN  bersumber di infokampus.net. Perhitungan ini bisa berbeda dengan sumber lain, karena panitia SMBPTN tidak memberikan keterangan resmi tentang rumus menghitung skor.

(sumber gambar: Hudson Reporter, Kompas, CS News, Slide Share)

Profesi Terkait

Profesi Terkait Lainnya

Jurusan Terkait

LATEST COMMENT
Happyandrisaputra | 18 menit yang lalu

Pendaftaran gelombang 2 yang masih buka

Serba-Serbi Informasi mengenai PMB Mandiri ISI Yogyakarta 2019
Renata | 5 jam yang lalu

Tp klo gitu IPC nilai yg didaftarkan apakah harus 2. Ato ckp 1 saja?

Serba-Serbi SBMPTN 2019, Cek Informasi Lengkapnya!
Afifahnz | 19 jam yang lalu

Untuk psikologi UIN Sunan Ampel termasuk sosuhm atau saintek?

5 PTN dengan Prodi Psikologi Saintek, Anak IPA Wajib Cek!
Novianti Melda Sambin | 21 jam yang lalu

Trima kasih ini sangat membantu

22 Pertanyaan Wawancara Seleksi Masuk Perguruan Tinggi
Chintya | 1 hari yang lalu

Iya.. iya sih. Tapi ndak terlalu rumit kok itung2 nannya

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©