Menu

Mulai Sukai Skripsimu Dengan 9 Hal Berikut Ini!

Sebagian besar orang menganggap bahwa skripsi merupakan momok yang menakutkan. Berbagai macam pandangan-pandangan seram terhadap skripsi sudah disebarkan dari zaman dahulu. Ada yang selalu sharing mengenai sulitnya mengerjakan skripsi, ada juga yang bercerita tentang dosen pembimbing yang killer dan ada pula yang menuturkan bahwa dosen pembimbingnya sulit sekali ditemui.

Nah, karena kesulitan-kesulitan ini lah, skripsi punya “panggilan sayang” yang diberikan oleh para mahasiswa yang mengaku kesulitan dalam pengerjaan skripsi, yaitu skripsh*t. Duh, kasian banget ya skripsi, nggak punya salah, tapi nama panggilannya, gitu, ya.

Kamu pernah dengar, nggak, sih, kutipan inspiratif yang mengatakan bahwa ketika kita mengerjakan sesuatu yang kita sukai, mau sesulit apapun hal tersebut, maka kita akan berjuang untuk menyelesaikannya sebaik mungkin? Nah, supaya skripsi tidak menjadi momok yang menakutkan dan akhirnya namanya berubah menjadi skripsh*t, gimana kalau kamu mencoba menyukai skripsi kamu?

Hah? Gimana caranya? Emang bisa? Eits… tentu bisa dong dengan cara-cara berikut ini!

  1. Cari Tema Skripsi yang Kamu Minati

Yak! Cobalah mencari tema skripsi yang benar-benar kamu sukai! Kalau kamu suka game, suka dunia modelling, suka komik dan sebagainya, jadikanlah hal tersebut sebagai temamu. Ketika kamu mengerjakan sesuatu yang kamu sukai, sesulit apapun skripsinya, semenyebalkan apapun dosen pembimbingmu, pastinya kamu akan berusaha untuk menyelesaikan skripsimu sebaik mungkin.

  1. Cari Metode Penelitian yang Kamu Kuasai

memilih metodologi penelitian

Nah, terkadang banyak mahasiswa yang lama dalam penyelesaian skripsinya yang disebabkan karena terjebak nostalgia metode penelitian yang tidak dikuasai. Misalnya nih, kamu tidak terlalu menguasai statistika, maka, janganlah kamu memaksakan diri untuk menggunakan metode penelitian kuantitatif. Bukannya skripsi kamu menjadi bagus dan keren, eh, malah jadinya menyulitkan dirimu dan memakan waktu yang lama.

  1. Jangan Memilih Narasumber yang Sulit

Terkadang, ada, lho, narasumber yang ketika diajak bertemu, sulitnya minta ampun. Nggak cuma, itu, ada juga narasumber yang ketika diajak wawancara, eh, malah minta imbalan, baik itu makanan, kalau semisal kamu mengajaknya bertemu di tempat makan, ataupun uang.

Nah, agar kamu terhindar dari masalah-masalah ini, coba cari narasumber yang tidak banyak sibuk dan sebagainya. Kalau sudah terlanjur, selalu keep in touch dengan narasumbermu, ya. Sesekali tanya kabar, tanya kesibukannya dan tanya pula waktu senggangnya agar dapat melakukan wawancara bersamamu.

  1. Kerjakan Skripsi di Tempat yang Asik

mengerjakan skripsi di tempat yang asik

Kata siapa skripsi harus dikerjakan di perpustakaan? Enggak, kok! Selama di tempat itu ada soket a.k.a stopkontak a.k.a colokan, kamu bisa banget mengerjakan skripsimu disana. Tapi coba carilah tempat yang tidak terlalu ramai ya. Terkadang kebisingan dapat menganggu konsentrasimu loh.

Jangan lupa untuk cari makanan atau minuman untuk menemani harimu bersama si skripsi. Makanan atau minuman ini, bisa jadi mood booster­-mu, lho, ketika kamu sudah lelah dengan skripsi. Dan kamu juga harus tahu, bahwa kegiatan otak seperti belajar dan tentunya mengerjakan skripsi, lebih banyak membuang energi daripada kegiatan tubuh.

  1. Cari Dosen Pembimbing yang Sudah Dekat Denganmu

Ketika kamu mengerjakan skripsi dengan dosen yang sudah dekat denganmu, pengerjaan skripsi pasti lebih menyenangkan. Selain itu kamu pun tidak akan merasa awkward ketika sedang berkonsultasi dengannya. Kamu pun juga dapat dengan mudah menanyakan kapan waktu senggangnya tanpa merasa mengganggu sang dosen pembimbing. Eh, tapi, tetap menggunakan etika mengirim pesan kepada dosen, ya.

Selain itu, ketika dosen pembimbing sudah dekat denganmu, biasanya sang dosen lebih perhatian, lho. Sang dosen, nggak akan segan-segan untuk mengirimmu pesan dan menanyakan bagaimana proses pengerjaan skripsimu. Terkadang, sang dosen pun, bisa saja, tiba-tiba mengirim email yang berisi kumpulan-kumpulan artikel yang berhubungan dengan tema skripsimu.

  1. Cari Dosen Pembimbing “Bayangan”

Kalau ternyata di kampusmu tidak bisa memilih dosen pembimbing untuk skripsi, jangan khawatir, gaes! Ketika kamu memiliki dosen pembimbing, bukan berarti kamu hanya boleh berkonsultasi dengan dosen pembimbingmu saja. Kamu juga masih bisa berkonsultasi dengan dosen-dosen yang lain, kok.

Tentunya, kamu ingin segera menyelesaikan skripsimu, bukan? Kalau dosen pembimbingmu banyak kegiatan, sehingga mengenyampingkan proses bimbingan skripsimu, bagaimana bisa kamu menyelesaikan skripsimu secepatnya? Nah! Ini lah gunanya berdiskusi dengan dosen lainnya. Walaupun dosen pembimbingmu sulit untuk ditemui tapi setidaknya skripsimu tetap berprogres.

  1. Kelilingi Dirimu dengan Orang-Orang yang Memiliki Tujuan yang Sama Denganmu

cari orang yang memiliki misi yang sama

Yap! Surround yourself with those on the same mission with you. Memangnya kenapa, sih, kita harus mengelilingi diri kita dengan orang-orang yang memiliki tujuan yang sama? Hmm… Coba bayangkan, ketika kamu ingin cepat-cepat menyelesaikan skripsi, tapi disekelilingmu hanya ada orang-orang yang malas mengerjakan skripsi, lalu siapa yang akan menyemangatimu? Siapa yang bisa kamu tanyai pendapat? Yang ada, karena kamu melihat mereka bermalas-malasan, kamu malah ikut-ikutan lagi.

Nah, guna mengelilingi dirimu dengan orang yang memiliki tujuan yang sama adalah agar kamu dapat lebih termotivasi dalam mengerjakan skripsimu. Selain itu, kamu juga bisa menanyai pendapat mereka dan sebagainya. setidaknya, kalian memiliki rasa yang sama untuk kalian bagi. Yak, serasa sepenanggungan.

  1. Bertukar Pendapat Tentang Skripsi

sharing pendapat

Dalam proses penyusunan skripsi, ada di satu masa kamu akan bingung dengan skripsimu. Entah itu kamu bingung dengan teknis penulisan atau pun yang berhubungan dengan substansi skripsi. Nah, disaat seperti ini, kamu butuh teman yang dapat berdiskusi dengan dirimu.

Bertukar pendapat dengan orang lain tentang skripsi akan memberikan banyak manfaat, lho, gaes. selain membantu dalam memecahkan kebingunganmu, bertukar pendapat juga bisa membuka cara pandang yang baru terhadap tema skripsi yang sedang kamu garap.

  1. Skripsi-Life Balance

Terakhir, kamu akan menyukai skripsimu kalau kamu menyimbangi porsinya dengan kehidupanmu yang lain. Jangan sampai karena mengerjakan skripsi, kamu lupa untuk beristirahat, bersosialisasi dengan keluarga dan orang lain dan bahkan kamu sampai lupa untuk merilekskan pikiranmu. Sekali lagi, JANGAN! (Pake capslock biar keliatan penegasannya)

Tapi, harus diingat, jangan juga, karena kamu keasikan bersosialiasi, keasikan main-main, keasikan istirahat, eh, malah lupa dengan skripsimu. Pokoknya semuanya harus seimbang agar skripsimu dapat cepat terselesaikan namun tubuh dan pikiranmu tetap rileks dengan semua kesulitan-kesulitan skripsi.

***

Nah, kesembilan hal ini, harus kamu lakukan ya, gaes, agar kamu tidak menganggap skripsi sebagai momok yang menyeramkan dan kamu pun dapat segera menyelesaikan skripsimu. Yuk, sudah saatnye mengganti nama skripsh*t menjadi skripsweet. Semangat!

Baca juga:

(Sumber gambar: monitor.co.id, fiverr.com, aponderingmind.org, visitcruachan.org)

LATEST COMMENT
Aditya Guntur | 2 jam yang lalu

Open endorse pria Instagram @guntur_g9

Tarif Endorse di Media Sosial Berapa, Sih?
Shahfa Ananda | 8 jam yang lalu

apa aja sih kak jurusan yang berkaitan dengan fisika selain teknik sipil?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Arif Alfon Gordon | 19 jam yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 21 jam yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Azizah Nur | 23 jam yang lalu

Bismillah maba oseanografi itb 2021:)). O iya kalo oseano di itb tesnya saintek atau soshum?

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©