Menu

Mahasiswa, Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Renungkan Menjelang Akhir Tahun!

Kurang dari 2 minggu lagi, tahun baru udah di depan mata, nih. Biasanya, orang-orang berlomba-lomba membuat resolusi-resolusi atau pencapaian di masa mendatang. Termasuk mahasiswa juga.

Sebagai kaum milennials yang menjalani aktivitas belajar, mahasiswa juga perlu merefleksikan kehidupan akademis selama setahun ke belakang, lho. Kira-kira apa aja, sih kemajuan yang udah terjadi dalam perkuliahanmu?

Nah, inilah lima hal yang perlu kita refleksikan sebagai mahasiswa sebelum menyambut tahun 2019.

1. Udah berapa banyak literatur ilmiah yang kamu baca?

membaca literatur

Yang pertama adalah udah berapa banyak literatur ilmiah yang kamu baca? Hal ini merupakan yang paling penting, gaes. Mengapa? Soalnya mahasiswa adalah kaum intelektual.

Nah, kamu perlu mengisi hari-harinya secara continue dengan membaca literatur akademis. Seperti buku, jurnal, hingga artikel di media massa yang bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasanmu. Tanpa membaca, gagasan-gagasan keilmuan yang kamu punya akan mandeg disuarakan.

Jadi, buat kalian para mahasiswa, udah berapa banyak literatur akademis yang kamu baca tahun ini?

2. Berapa banyak karya akademis yang telah kamu buat?

membuat karya tulis ilmiah

Sebagai bagian dari kaum akademis, mahasiswa juga dituntut untut melahirkan gagasan yang berkaitan dengan disiplin keilmuannya, lho. Di luar tugas perkuliahan, ada baiknya mahasiswa menyibukkan diri dengan menulis jurnal penelitian hingga opini di media massa.

Kebiasaan semacam ini akan mendorong kamu menuliskan argumen kritis yang terstruktur. Jadi, tahun ini udah nulis berapa banyak karya akademis?

3. Udahkah kamu mengikuti kegiatan pengabdian pada masyarakat?

volunteer untuk masyarakat

Selain belajar dan penelitian tugas ilmiah (skripsi), perguruan tinggi punya tanggung jawab untuk membuat mahasiswanya mengabdi pada masyarakat. Dalam bentuk apapun pastinya.

Kamu bisa bergabung dengan komunitas internal maupun eksternal—baik melalui badan eksekutif mahasiswa, proyek tahunan perguruan tinggi, atau organisasi masyarakat. Nah, setahun terakhir kamu udah pernah melakukannya belum, gaes?

4. Udah berapa seminar maupun workshop yang kamu ikuti?

workshop

Adakalanya, mahasiswa malas untuk mengikuti kegiatan seminar atau forum ilmiah lain. Berbagai penyebab menjadi alasannya mulai dari banyak tugas hingga biaya seminar yang terlalu mahal di kantong mahasiswa.

Padahal kegiatan ini bisa menjadi alternatif yang menyenangkan untuk menimba ilmu. Melalui kegiatan ini, kamu bisa bertukar ilmu secara langsung dengan praktisi selain dosen. Dimana para narasumber yang disediakan juga udah paham soal kondisi lapangan.

Jadi, di tahun ini, udah ada berapa kegiatan seminar yang kamu ikuti? Jangan sampai nggak pernah sama sekali, ya! Soalnya kamu pasti rugi bangeeett, deh!

5. Udah berapa daerah atau negara yang kamu kunjungi selama setahun terakhir?

study exchange

Sebagai anak muda, jangan berhenti untuk mengelilingi dunia. Misalnya, dengan mengikuti pertukaran mahasiswa atau kegiatan kemahasiswaan lainnya. Karena cara ini efektif untuk menambah pengetahuan kamu, lho. Jadi, gaes, berapa daerah di Indonesia atau bahkan negara yang udah kamu kunjungi tahun ini?

***

Itulah lima hal yang perlu direfleksikan oleh para mahasiswa menjelang akhir tahun. Jika kamu masih belum sering atau bahkan belum pernah melakukannya, semoga di tahun depan, kamu bisa melaksanakannya sesering mungkin. Dan tahun depan harus lebih semangat lagi kuliahnya, ya, gaes!

 

 

(Sumber gambar: all-timeins.com, usymommymedia.com, sinhvienusa.org, imperial.ac.uk, ieee-iemcon.org, sdu.edu.kz)

 

LATEST COMMENT
Dinnookk | 47 menit yang lalu

Kasus serupa dengan saya wkw

Q & A Tanya Youthmanual: Bedah Jurusan Ilmu Komunikasi
Suho Wife | 6 jam yang lalu

Kak di unbraw nggak ada bisnis internasionalnya ka?

Daya Tampung SNMPTN 2019 di Universitas Brawijaya
Sheila Amadea | 1 hari yang lalu

Hai, aku bantu jawab. Aku Sheila, saat ini mahasiswi Okupasi Terapi UI tahun kedua. Prospek kerja di daerah bukan perkotaan justru besar banget. Kalau bisa dibilang, Okupasi Terapi adalah salah satu jurusan yang jarang ditemui di Indonesia. Di Bogor, tempat tinggalku sekarang aja hanya ada 1 orang Okupasi Terapis di RS, dan belum termasuk mahasiswa yang sedang praktek klinik atau magang di RSJ (dari info yang aku tahu sejauh ini, ya. Mungkin saat ini sudah bertambah di klinik-klinik). Kalau kamu dari daerah yang jauh dari kota, kemungkinannya sangat sangat besar tenaga Okupasi Terapis dibutuhkan. Jadi, kalau kamu tertarik dengan jurusan ini dan saat ini tinggal di daerah bukan perkotaan, ini jadi peluang yang buagus banget buat kamu meningkatkan kesejahteraan daerah kamu sendiri. Semangat!

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
priandari | 1 hari yang lalu

sistem penilaian untuk tesnya bagaimana ya kak?

Serba-Serbi Seleksi Mandiri Universitas Airlangga
Puan Nur R | 2 hari yang lalu

Mau tanya kak kalau ketrima sbmptn boleh ikut Ujian Mandiri atau tidak ya?

10 Perubahan Penting SNMPTN dan SBMPTN 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©