Menu

Hal-Hal yang Sebaiknya Nggak Mahasiswa Baru Lakukan di Tahun Pertama Kuliah

Oleh Ananda Vickry Pratama

Ketika baru menginjakan kaki di kampus sebagai mahasiswa baru, ada hal-hal penting yang sebaiknya kamu lakukan di tahun pertama kuliah, seperti membuka rekening baru dan rajin masuk kelas.

Tapi kalau ada hitam, pasti maka ada putih. Kalau lagi bokek, mie instan pun jadi (#gaje). Bukan, deng! Maksudnya, kalau ada hal-hal yang harus kamu lakukan di tahun pertama kuliah, ada juga hal-hal yang JANGAN kamu lakukan. Seperti...

1. Bolos kuliah dan terlalu leha-leha

Ketika baru masuk kuliah sebagai maba, kamu cuman perlu waktu sekitar 1-2 minggu untuk beradaptasi dengan proses belajar di perkuliahan. Masa adaptasi ini penting, karena bisa menentukan pola belajar kamu untuk seterusnya.

Nah, dalam masa adaptasi ini, hindari, deh, yang namanya cabut kuliah dan mager-mageran saat belajar. Takutnya, kamu akan terjerumus ke kebiasaan buruk tersebut dan terbawa sampai tahun-tahun berikutnya. Soalnya, ketika kuliah, nggak ada yang peduli sama kamu selain dirimu sendiri, sob!

2. Ikut kegiatan secara berlebihan

Setiap perguruan tinggi pasti menyediakan wadah untuk mengembangkan minat-bakat mahasiswanya, dengan sekian banyak organisasi/UKM/komunitas di kampus. Sebagai maba yang punya rasa kepo tinggi, mungkin kamu penasaran ingin coba ikutan salah satu—atau langsung banyak sekalian sekalian!—aktivitas-aktivitas di kampus tersebut. Iya, ‘kan?

Boleh aja ikutan, asal jangan ‘menggila’ ya, gaes. Maksudnya, jangan sampai kalap dan lupa diri, sehingga kamu cap cip cup gabung ke sekian banyak organisasi, tanpa pikir panjang ke depannya. Lebih baik kamu pilih kegiatan ekstra yang sesuai minatmu, dan yang nggak mengganggu kuliahmu. Harus pandai-pandai atur waktu, lah!

3. ‘Mencemari’ nama kampus dan almamater

Jangan lupa, mahasiswa bawa nama kampus, lho. Kalau kamu berbuat hal-hal yang, ehem, nggak mencerminkan jati diri mahasiswa, kamu akan mencoreng namamu sendiri dan nama almamater.

Misalnya, kamu ikut hura-hura di sebuah acara, lalu minum-minum alkohol sampai mabok dan masuk medsos. Atau kalau kamu tawuran atau ikut demo dan bikin rusuh, pakai jaket almamter pula! Wah, kelar, deh. Salah-salah, kamu bisa di-DO.

Jadi sebagai maba yang unyu, mending main aman aja, deh. Jangan macam-macam. Macam-macamnya pas udah mau lulus aja #lho #nggakdeng

4. Mager cari tahu tentang seluk beluk kampusmu dan lingkungan sekitarnya

Berkuliah, tuh, seperti mengembara di hutan belantara. Kamu perlu amunisi yang cukup supaya bisa tetap survive selama di perjalanan. Nah, sebagai maba, kamu perlu mengumpulkan “amunisi” yang mendukung perkuliahanmu tersebut.

Amunisinya berbentuk apa? Informasi! Yang paling penting, sih, info-info dasar seputar kampus kamu. Dengan mengetahuinya, hidup kamu sebagai mahasiswa akan terbantu. Misalnya, kamu jadi tahu letak fokopian yang murah meriah ada di mana, atau password wifi dan letak perpustakaan yang penting banget diketahui mahasiswa.

Kalau kamu ogah-ogahan mengulik informasi dasar tentang kampusmu, percaya, deh, kamu bakal kerepotan sendiri.

5. Menganggap diri kamu sebagai yang ‘paling’

Kampus adalah tempat berkumpulnya banyak orang dengan beragam latar belakang. Jadi, sudah pasti kamu bakal kenalan dengan banyak orang, entah itu teman seangkatan, kating (kakak tingkat), dosen, karyawan kampus, dan sebagainya. Sebagai maba, baiknya kamu memberi kesan ‘baik’ dengan nggak menganggap kamu yang paling-paling dari segala hal.

Misalnya, kamu merasa sudah pintar dan berwawasan luas. Pada suatu kondisi, seorang kating lagi sharing ke kamu tentang sifat dosen tertentu. Dari mulai cara beliau ngajar, sampai cara beliau memberikan nilai. Tapi kamu merasa informasi dari kating tersebut nggak berfaedah, karena kamu merasa sudah tahu. Jangan begitu, ya, gaes. Pintar boleh, tapi rendah hati tetap perlu. Lagipula sesuatu yang berlebih itu nggak baik, sob!

Baca juga:

(sumber gambar: admisi.ipb.ac.id, wartakota.tribunnews.com, hipwee.com, picturepush.com)

LATEST COMMENT
Arif Alfon Gordon | 7 jam yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 9 jam yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Azizah Nur | 11 jam yang lalu

Bismillah maba oseanografi itb 2021:)). O iya kalo oseano di itb tesnya saintek atau soshum?

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
bae eristhaaak | 11 jam yang lalu

Wahh :') aku tahun ini gak keterima sma negeri walaupun nem bagus tapi karena zonasi dan kurangnya perkiraan. Tapi aku berusaha untuk yakin bahwa semua sekolah sama yang membuat beda adalah isinya atau diri kita sendiri walaupun bakalan masuk swasta semoga ini merupakan jalan terbaik dari tuhan.

Masuk SMA Favorit dan Unggulan, Penting Nggak, Sih?
Dipamustafa | 11 jam yang lalu

pentingan mana sih? daya tampungnya apa peluang(keketatan)?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©