Menu

Aktif di Organisasi Selama Kuliah Itu Nggak Penting, Kecuali...

Oleh Beby Nurdiana Rohman

Sebagian mahasiswa masih menganggap bahwa organisasi merupakan suatu hal yang tidak penting, atau seenggaknya masih belum menyadari pentingnya aktif berorganisasi selama kuliah. Soalnya, sedari dulu selalu ada anggapan bahwa yang terpenting adalah IPK tinggi, belajar yang baik dan benar, dan haram hukumnya untuk melewatkan bahkan satu mata kuliah pun. Kebangetan kalau kerjaannya cuma kuliah doang nggak bisa dapetin IPK tinggi.

Tapi, buat sebagian mahasiswa lainnya, aktif berorganisasi merupakan suatu hal yang sangat penting dibandingkan memiliki IPK yang tinggi. Bolos beberapa kali dalam satu mata kuliah pun dianggap sebagai hal yang wajar. Takut tugas-tugas dan kegiatannya di organisasi nggak ada perkembangan, gitu.

Nah lho, sebagai calon mahasiswa baru yang nggak tahu apa-apa, pemikiran mana yang harus diikutin, nih?

Dulu saya juga pernah jadi maba, kok. Saya pun termasuk golongan maba yang menganggap bahwa organisasi merupakan suatu hal yang buang-buang waktu, uang, dan juga tenaga. Lebih baik saya jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang) dan mengerjakan tugas sebaik mungkin agar bisa mencapai IPK yang tinggi dan lulus dengan menyandang status cumlaude.

Untungnya, saya cepat menyadari bahwa di luar sana ada banyak pengalaman berharga yang nantinya sangat dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja dan nggak bisa saya dapatkan kalau cuma jadi mahasiswa kupu-kupu. Jadi, kecuali kalau kamu udah bisa mendapatkan semua pengalaman ini di dalam kelas, ikutan organisasi nggak akan penting-penting amat.

Pengalaman apa aja, tuh?

1. Pengalaman Kepemimpinan

pentingnya aktif berorganisasi untuk melatih kepemimpinan

Well, kita bisa belajar tentang kepemimpinan dalam segala aspek kehidupan. Tapi, gregetnya pengalaman kepemimpinan dengan kamu aktif di organisasi adalah kamu nggak cuma berkesempatan untuk menentukan langkah yang tepat untuk peranmu sendiri dalam organisasi tersebut, tapi juga bertanggung jawab atas langkah-langkah yang kamu pilih dan dampaknya pada teman-teman sesama organisasi.

Selain itu, kamu pun harus bisa bersikap terbuka, toleransi, dan berkompromi bareng teman-temanmu agar dapat bekerja sama dengan baik. Menyatukan pendapat dari banyak orang yang tentunya dengan personalitas yang berbeda-beda bukanlah suatu hal yang mudah, lho. 

Eniwei, kenapa pengalaman ini penting? Soalnya, inilah yang akan kamu hadapi di dunia kerja nanti. Dengan berorganisasi hal-hal yang telah disebut di atas akan terus diasah sehingga ketika kamu telah masuk ke dunia kerja, kamu nggak akan kaget dan lebih mudah beradaptasi.

2. Pengalaman mengatur waktu dan menyusun prioritas

Dengan berkuliah saja kamu sudah punya banyak sekali tugas, ditambah lagi dengan berorganisasi tentu kamu akan mendapatkan tugas ekstra sesuai dengan divisimu. Belum lagi rapat yang selalu dilakukan di setiap minggunya. Sampai kelabakan ngebagi waktu!

Kamu harus tahu kalau sesungguhnya kamu dapat mengatur waktu kuliah dan berorganisasi sesuai dengan seberapa besar prioritasnya. Misalnya, kamu punya tugas untuk membuat paper 20 halaman, harus dikumpulkan besok, sedangkan pada hari itu pun kamu harus datang ke rapat organisasi. Dari kondisi tersebut, kamu perlu memilih salah satunya dengan cara yaitu mencari aktivitas mana yang sangat beresiko jika ditinggalkan.

Ketika kamu berkuliah dan berorganisasi, hal ini akan terus berulang dan nantinya kamu akan terbiasa dengan mengatur waktu. Nggak cuma bisa mengkotak-kotakkan waktu, tapi juga memaksimalkan waktu tersebut untuk memberikan yang terbaik dari usahamu. Sayang, dong, kalau sampai buang-buang waktu untuk mengerjakan sesuatu yang hasilnya pun nggak maksimal?

3. Pengalaman menjalin relasi (networking)

pentingnya aktif organisasi untuk mengasah networking

Yup, dengan berorganisasi tentu kamu akan bertemu dengan banyak orang baik itu sesama mahasiswa atau bahkan orang-orang besar yang berpengaruh di luar sana. Dengan kata lain, berorganisasi akan membuka banyak kesempatan di masa depan lewat orang-orang baru yang kamu kenal.

Dengan bertemu banyak orang, pastinya kamu akan mendapatkan jaringan pertemanan yang luas, punya banyak teman yang bisa diajak diskusi, punya banyak teman untuk saling belajar dan memahami, dan yang terpenting adalah membuka pikiran kamu tentang suatu hal sehingga kamu dapat menjadi orang yang lebih open-minded.

Nah, ketika kamu sudah terbiasa bertemu banyak orang yang memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda, tentu nggak akan membuatmu kaget ketika kamu ketika berbagai rekan dan partner yang memiliki macam karakter di dunia kerja. Ingat, memahami dan menyamakan pendapat dengan orang yang berbeda itu nggak mudah!

4. Pengalaman belajar memecahkan masalah

Bukan pengalaman organisasi namanya kalau nggak ada drama masalah. Entah kamu akan menemukan masalah dengan pihak internal seperti teman se-organisasi yang sibuk melulu dan ilang-ilangan, dengan pihak eksternal yang kesulitan dalam mencairkan dana untuk acara dari pihak sponsor, de el el de es be.

Nah, jika kamu aktif dalam berorganisasi, kamu akan dituntut untuk bekerjasama dengan tim untuk mencari solusi terbaik agar masalah tersebut dapat diatasi. Bukan berarti kalau kamu sekadar jadi mahasiswa kupu-kupu, kamu jadi nggak akan punya masalah hidup. Akan tetapi, dalam berorganisasi masalah-masalah tersebut rasanya seperti di-upgrade tingkat kesulitannya sehingga butuh penyelesaian yang baik dan tepat.

Kamu perlu tahu, nih, kalau problem solving atau memecahkan masalah merupakan suatu skill yang sangat diperlukan dalam dunia kerja—apalagi masalah-masalah yang menyangkut kemaslahatan bersama. Makin sering kamu kecebur dalam masalah perorganisasian, makin terasah skill kamu dalam memecahkan suatu masalah.

5. Pengalaman menimba ilmu yang nggak diajarkan di ruang kelas

pentingnya aktif berorganisasi untuk meningkatkan skill

Bisa dibilang yang satu ini merupakan suatu kelebihan berorganisasi yang diincar umat mahasiswa. Ilmu dan kemampuan mulai dari public speaking, desain grafis, mengelola keuangan, hingga skill komunikasi dan negosiasi akan kamu dapatkan secara gratis dengan mengikuti organisasi.

Bayangin deh, ketika kamu memilih untuk mengikuti pelatihan public speaking, kamu tentu akan mengeluarkan sejumlah uang hanya untuk mendapatkan ilmu dan kemampuan terkait public speaking. Dengan berorganisasi, kamu akan mendapatkannya secara cuma-cuma. Belum lagi dengan pengalaman yang sebelumnya sudah disebutkan di atas!

Sebenarnya, masih banyak hal-hal yang dapat kamu miliki ketika kamu bergabung dengan organisasi. Saran saya, kamu pun harus mampu menyusun prioritas dan menyeimbangkan waktu organisasi, waktu kuliah, waktu beristirahat dan waktu bersenang-senang agar masa kuliahmu tetap menyenangkan dan tidak membosankan.

Sekarang, saya sudah mengubah cara pandangan saya terhadap aktif berorganisasi yang ternyata penting banget. Kalau kamu?

(sumber gambar: southwestern.ed, niu.edu, montclair.edu, ut.edu)

LATEST COMMENT
Fajar Haryadi | 8 jam yang lalu

UI itu secara resmi masuk Provinsi DKI Jakarta (meskipun sebagian kampus dan rektorat masuk Depok). Hanya warga DKI Jakarta saja yg bisa mendaftar SNMPTN ke UI. Sementara ITB itu kampus utamanya di Kota Bandung.

UI Versus ITB, Mana yang Lebih Unggul?
Aldayra Putri | 1 hari yang lalu

di desain interior ini nantinya bekerja sebagai apa ya?

Mengenal Jurusan Desain Interior Lebih Dalam dan Prospek Kerjanya di Masa Depan
Dhania Nur Indah | 1 hari yang lalu

Kak maksudnya pengetahuan umum itu apa ya?materinya apa aja ya kak?

Serba Serbi Selma dan Sekolah Vokasi Universitas Brawijaya 2019
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©