Menu

6 Hal Yang Harus Kamu Persiapkan Sebelum Skripsi

Oleh Astari Maghfira

Di sebagian besar kampus, skripsi adalah syarat mutlak bagi mahasiswa untuk lulus.

Masalahnya, skripsi juga adalah momok yang menakutkan! Nah, berhubung selalu dianggap menakutkan, banyak mahasiswa tingkat akhir yang ogah-ogahan memulai skripsi. Kapan jadi sarjananya, dong?

Sebenarnya skripsi nggak semenakutkan yang kamu kira, kok. Supaya pengerjaan skripsi kamu berjalan lancar, simak enam tips berikut ini!

1. Pilih topik dan metode yang kamu minati

Pemilihan topik adalah faktor sangat penting dalam mengerjakan skripsi. Ibaratnya, kalau dalam perlombaan olahraga, memilih topik sedang memilih lawan tanding. Supaya bisa memenangkan perlombaannya, kamu nggak bisa asal pilih lawan, dong?  

Jangan memilih topik hanya berdasarkan keren-kerenan, atau berdasarkan proyek dosen. Topik yang akan memperlancar skripsimu adalah topik yang betul-betul kamu minati. Kalau kamu nggak berminat dengan topik skripsimu, kamu pasti akan merasa berat dalam menggali teori dan referensi yang harus kamu gunakan. Jadi jangan gegabah ya, gaes! Cari topik sebaik-baiknya dari buku, referensi dari perpustakaan kampus, internet, atau dari lingkungan sekitarmu.

Selain topik, hal krusial lain yang harus kamu tentukan adalah metode yang akan kamu gunakan untuk penelitian. Soalnya, metode akan menentukan hasil penelitian kamu. Jangan sekedar memilih metode yang paling gampang ya, gaes, tetapi pilihlah metode yang paling tepat dan sesuai dengan tujuan skripsi kamu. Metode tersebut juga harus kamu pahami dan kuasai.

2. Kenali tipe dosen pembimbingmu

Pejuang skripsi nggak akan lepas dari bantuan dosen pembimbing. Maka sebelum mulai mengerjakan skripsi, pastikan dulu kamu sudah mengenal karakter dosen pembimbing kamu, agar kamu bisa menyesuaikan diri dengan beliau.

Contohnya, kalau dosen pembimbing kamu orangnya adem ayem dan “iya-iya” aja, berarti kamu harus lebih rajin dan lebih inisiatif menanyakan hal-hal kecil saat konsultasi. Contoh lainnya, kalau beliau tipe dosen yang suka hilang-timbul di kampus, sebaiknya sediakan pulsa yang cukup banyak untuk selalu memastikan kabar jadwal konsultasi dengan beliau. Biasanya dosen pembimbing ini juga suka mengirimkan progress skripsi lewat e-mail, lho. Jadi siap-siap kuota internet juga, ya.

Tapi apapun tipe dosen pembimbing kamu, jangan lupa untuk selalu berkomunikasi baik dengan beliau. Karena mereka juga, lho, yang menentukan kelancaran pengerjaan skripsimu, dari mulai kamu mengajukan penelitian skripsi hingga sidang nanti.

3. Alokasikan waktu

Menggarap skripsi memang butuh proses yang rumit dan waktu yang panjang.

Bahkan kadang, dalam sehari semalam, kamu bisa menghabiskan 22 jam di depan layar laptop hanya untuk bergelut dengan skripsi. Oh, no!

Oleh karena itu, kamu perlu membuat jadwal untuk membagi waktu antara mengerjakan skripsi dengan bersantai, seperti olahraga, menonton film atau jalan-jalan. Kalau pikiran segar, menggarap skripsi juga bakal lancar, ‘kan?

4. Target waktu

Yap, membuat target waktu adalah hal yang paling penting kalau kamu ingin lulus tepat waktu. Kalau kamu punya target waktu, kamu jadi bisa fokus dan terjaga dari berbagai distraksi. Kamu juga bisa menjadikan target waktu sebagai patokan kemajuan skripsi kamu. Misalnya, “Pada minggu ke-3 bulan Oktober, saya harus udah masuk bab 2!”

5. Kebal revisi

Kalau kamu belum terbiasa menulis laporan kuliah atau akademis, siap-siap, saat skripsi, kamu akan sering ketemu dengan yang namanya revisi! Pokoknya, revisi bakal jadi makanan kamu sehari-hari.

Biasanya dosen nggak hanya memberikan revisi untuk kesalahan penulisan, tetapi juga untuk menambahkan poin-poin baru yang harus kita bahas dalam skripsi. Bahkan dosen suka memberikan poin baru mepet pada detik-detik terakhir deadline. Huft!

Jangan lupa, setiap kali kamu bimbingan, catat revisi-revisi yang kamu dapatkan di kertas lain, walaupun sudah ditulis juga oleh dosen pembimbing. Selain sebagai cadangan kalau catatan dosen tersebut hilang atau tidak bisa kamu pahami, dosen senang, lho, melihat kamu mencatat revisinya. Bisa jadi nilai plus di mata beliau, tuh!

6. Cari temen senasib

Kalau topik skripsi kamu sudah sesuai minat, tetapi motivasi skripsi kamu tetap loyo, mungkin kamu harus mencari teman senasib. Memang, ketika kuliah dan mengerjakan tugas sehari-hari ‘kan biasanya bareng temen. Eh, pas skripsi, semua jadi serba sendiri. Revisi sendirian, riset sendirian. Akhirnya mungkin kamu jadi malas, karena apa-apa sendirian.

You don’t have to worry being alone. Coba cari, deh, teman yang bisa diajak wara-wiri ketemu dosen, perpustakaan, dan diskusi bahkan makan saat tengah malam, di saat suntuk seharian ngerjain skripsi.

Semangat jadi pejuang skrips ya, gaes!

(sumber gambar: revi.us, skripsiteknikinformatika.net, twolofbees.com, cyber-pirat.tk)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©