Menu

Tips Jitu Mendapatkan Beasiswa Kuliah Lewat Jalur Prestasi

Nggak sedikit pelajar dan mahasiswa  berjuang mati-matian mengejar beasiswa untuk meringankan beban studinya, karena beasiswa bukanlah untuk semua orang. Siapa, sih, yang nggak mau kuliah dengan beasiswa?

Dari bermacam-macam beasiswa studi yang kita temui, salah satu bentuk beasiswa yang paling umum ditemukan adalah beasiswa prestasi. Beasiswa Prestasi adalah beasiswa yang diberikan oleh lembaga donor sebagai “penghargaan” untuk pelajar atau mahasiswa yang berprestasi baik dalam hal akademik atau pun non-akademik, di dalam kelas atau pun luar kelas.

Sebagai pelajar, mengejar prestasi tentunya sejalan dengan proses menuntut ilmu mengasah keterampilan. Itulah mengapa beasiswa prestasi menjadi salah satu beasiswa yang populer di kalangan pelajar dan mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi atau pun bidang kejuruan—termasuk kamu.

Tapi, apakah syarat mutlak untuk mendapatkan beasiswa jalur prestasi cukup mengumpulkan prestasi sebanyak-banyaknya? Tentunya tidak, gaes. Agar nggak salah kaprah, inilah tips dan trik yang harus kamu lakukan agar kamu layak mendapatkan kesempatan sebagai salah satu awardee beasiswa jalur prestasi incaran. Cekidot!

1. Kenali dulu minat dan kemampuan yang kamu miliki

tips beasiswa prestasi usahid

Hal yang paling pertama harus kamu lakukan jika ingin berkuliah dengan beasiswa adalah merencanakan pendaftaran beasiswa dari jauh hari—mulai dari mengenali dimana letak minatmu dan sejauh mana kemampuanmu. Mendaftarkan diri untuk beasiswa bukanlah hal yang instan dan kompulsif, gaes. Butuh banyak pertimbangan dan persiapan yang harus dilakukan agar kesempatan untuk mendapatkan beasiswa semakin besar.

Nah, ketika kamu sudah memutuskan untuk mendaftar beasiswa jalur prestasi untuk studi perguruan tinggi, pilihlah beasiswa jalur prestasi yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan yang kamu miliki.

Kenapa? Agar kamu bisa mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk mendulang prestasi sesuai dengan syarat dan ketentuan dari beasiswa jalur pretastasi. Pastinya akan lebih mudah untuk mempersiapkan diri mendaftar ke beasiswa yang syarat dan dan ketentuannya mampu untuk kamu penuhi dengan kemampuanmu, bukan?

2. Utamakan kualitas, bukan kuantitas

Ini, nih, yang bikin pelajar dan mahasiswa seringkali salah strategi ketika mempersiapkan diri  untuk beasiswa jalur prestasi. Yang menjadi indikator penilaian juri untuk menentukan kandidat yang layak adalah seberapa besar skala dan seberapa berdampak prestasi yang kamu peroleh, bukannya seberapa banyak kamu mampu mengumpulkan sertifikat, piagam, medali, atau bukti prestasi lainnya.

Untuk prestasi perlombaan, misalnya, yang diperhitungkan untuk seleksi beasiswa biasanya minimal lomba daerah setingkat provinsi. Itu pun kamu harus menjadi pemenang, bukan hanya sebagai peserta. Jika prestasimu merupakan karya yang tidak diikutsertakan dalam perlombaan, karya kamu pun setidaknya harus dapat pengakuan dari daerah setingkat kabupaten atau provinsi. Bahkan untuk prestasi yang bentuknya workshop dan seminar bersertifikasi, tingkat minimal yang harus kamu kantongi adalah tingkat nasional!

Mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas prestasi juga akan sangat membantu kamu dalam mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja. Kualitas prestasi yang kamu raih akan mencerminkan kualitas diri kamu lewat sepaham dan sedalam apa pemahaman kamu dalam bidang yang kamu kuasai. Artinya, mengukir prestasi berkualitas itu nggak mudah!

3. Prestasi dan beasiswa yang dipilih haruslah relevan

tips beasiswa prestasi usahid

Di poin awal, sudah dijelaskan bahwa sebaiknya kamu mengenali minat dan kemampuanmu agar dapat mengembangkan prestasimu di bidang yang menjadi minatmu. Nah, tapi kamu juga nggak boleh lupa untuk mencari beasiswa mana yang paling relevan dengan prestasi yang sudah kamu raih.

Misalnya, kamu ingin mendaftarkan diri ke beasiswa jalur prestasi untuk masuk ke jurusan kuliah Biologi karena kamu memiliki minat dan kemampuan yang mumpuni di bidang tersebut—dan hal ini harus dibuktikan lewat prestasi-prestasimu seperti pemenang lomba Karya Ilmiah Remaja se-provinsi, delegasi seminar lingkungan hidup tingkat nasional, dan nilai-nilai mata pelajaran IPA-mu yang selalu di atas angka 80.

Dengan memberikan bukti prestasi seperti di atas, dijamin peluang untuk mendapatkan beasiswa terkait akan lebih besar jika kamu memberikan bukti prestasi yang tidak relevan, meskipun tingkatnya sama atau bahkan jauh lebih tinggi. Misalnya, seperti menjadi salah satu peserta misi budaya ke Filipina. Bukannya otomatis nggak bakal keterima, tapi kamu nggak akan mendapatkan nilai plus untuk bidang Biologi. Dan bisa saja kandidat lain “mencuri” nilai plus ini lewat bukti prestasinya yang jauh lebih relevan.

4. Pastikan kamu aktif mencari informasi seputar beasiswa

Meskipun beasiswa prestasi merupakan salah satu bentuk penghargaan, bukan berarti beasiswa akan selalu datang dengan sendirinya meskipun kamu sudah berhasil mendulang prestasi. Beasiswa bukanlah piala Oscar, maka kamu harus bersikap proaktif untuk mencari informasi dan kesempatan beasiswa yang sesuai dengan pencapaianmu. Percaya, deh, hampir 90% pelajar dan mahasiswa nggak berhasil mendapatkan kesempatan beasiswa karena mereka nggak tahu harus mulai mencari dari mana!

Biasakan untuk memanfaatkan waktu dan sumber daya yang ada di sekitarmu untuk mencari beasiswa jalur prestasi berdasarkan prestasi dan rencana studimu. Kamu bisa mulai mencari sambil googling dengan kata kunci yang relevan, iseng-iseng cari postingan dengan tagar “beasiswa” di media sosial, atau main-main ke laman Cari Beasiswa di Youthmanual, tentunya.

Eniwei, buat kamu yang udah menabung prestasi dan siap mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru untuk beasiswa jalur prestasi, Universitas Sahid Jakarta yang merupakan Member of Sahid Group (SG) membuka pendaftaran Seleksi Beasiswa Unggulan dan Talenta (SEBUT) 2019 mulai tanggal 9 Mei - 17 Juni 2019. Program Beasiswa yang bisa kamu pilih adalah Beasiswa Bidikmisi, Beasiswa Prestasi Unggulan, dan Beasiswa Bank Rakyat Indonesia (BNI).

beasiswa sebut usahid 2019

Beasiswa Unggulan dan Talenta memberikan kesempatan kepada kamu yang memiliki prestasi dibidang akdemik dan non-akademik atau kamu yang memiliki talenta di bidang tertentu. Terdengar seperti kamu? Lewat Sebut 2019 batch ke-II, kamu berkesempatan untuk meraih beasiswa penuh plus uang saku selama berkuliah di Universitas Sahid. Wih!

Masih penasaran soal info seputar SEBUT 2019 mulai dari persyaratan sampai tatacara pendaftaran? Jangan khawatir, kamu bisa baca selengkapnya di sini.

Good luck!

(sumber gambar: nccualumni.org, philosophersteve.com, tint.org, Usahid)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©