Menu

Serba-Serbi Menjadi Mahasiswa Biologi

Bagi kamu yang masih SMA, mungkin Biologi adalah salah satu pelajaran yang bikin gemes, karena materinya ada banyak banget. Apalagi dalam ilmu Biologi, ada banyak istilah aneh yang menggunakan bahasa Latin. Kalau kata salah seorang teman saya yang masih SMA, kita nggak pernah selesai belajar Biologi, saking banyaknya materi yang harus dipelajari! Wah, gimana kalau jadi mahasiswa jurusan Biologi, ya?

Well, sebenarnya, kegiatan mahasiswa Biologi itu nggak hanya sekedar menghafal seabrek materi. Mahasiswa Biologi harus kuat berkutat di laboratorum sampai tengah malam, nggak boleh manja ketika harus bergulat di lumpur, hutan, bahkan laut ketika harus praktikum di alam, bahkan harus selalu menjaga kebersihan badan—sering-sering mandi, sob!—demi menjaga kesterilan laboratorium.

Pokoknya, ada banyak serba-serbi menjadi mahasiswa di jurusan ini. Berikut beberapa diantaranya, terutama soal praktikum. Kalau kamu tertarik jadi mahasiswa Biologi, perlu disimak, nih!

1. Materi hafalan kuliah biologi sebenarnya nggak sebanyak itu

Saya sering mendapatkan pertanyaan dari anak SMA yang berbunyi, “Kak, memangnya nggak pusing jadi anak Biologi, karena harus ngapalin mulu?”. Padahal sebenarnya, mahasiswa Biologi nggak terlalu banyak menghafal. Lho, kok bisa? Karena perkuliahan di jurusan Biologi sebenarnya dirancang agar mahasiswanya paham konsep-konsep Biologi sekaligus penerapannya. Nggak cuma paham masing-masing konsep, lho, tetapi juga keterkaitan antar konsepnya. Jadi kamu salah kalau mengira modal utama jadi mahasiswa Biologi adalah banyak-banyak menghafal.

Contohnya, nih. Di sekolah, kamu pasti belajar tentang teori Darwin. Trus, di kelas XI, kamu pasti belajar tentang sistem pencernaan ruminantia atau hewan memamah biak. Nah, saat jadi mahasiswa Biologi, kamu akan ditantang untuk bisa menjelaskan hubungan antara sistem pencernaan ruminantia dengan teori Darwin. Teorinya, sistem pencernaan sapi berbeda dengan manusia, karena makanannya berbeda. Dan setiap makhluk hidup mengonsumsi makanan yang berbeda, karena dia beradaptasi dengan lingkungannya. Nah, nyambung ‘kan ke teori Darwin?

Kalau kamu hanya hafal—tanpa memahami—pencernaan ruminantia serta teori Darwin, mungkin kamu akan kesusahan menghubungkan kedua konsep tersebut.

2. Praktikum jadi makanan sehari-hari

Dari dulu sampai sekarang, mahasiswa Biologi nggak bisa terpisahkan dengan yang namanya praktikum. Tapi jangan jadi sebel sama praktikum, ya, gaes, karena praktikum sebenarnya dirancang agar kamu punya kemampuan yang cukup saat harus mengerjakan penelitian alias skripsi nanti.

Dalam satu semester, saya pernah mendapat EMPAT mata kuliah yang ada praktikumnya. Dengan kata lain, dalam satu minggu, saya ada praktikum empat kali. Wow!

Durasi masing-masing praktikum berbeda, tetapi rata-rata memakan waktu tiga jam. Tiap praktikum punya tema atau bab sendiri, dan sebelum praktikum, kita harus membuat logbook atau jurnal yang berisi metode atau tahapan untuk praktikum. Setelah praktikum selesai, jangan senang dulu, karena tugas selanjutnya sudah menanti, yaitu membuat laporan praktikum. Tips dari saya, jangan sekali-kali telat mengumpulkan tugas praktikum, ya. Asisten biologi keras, gaes!

3. Praktikum nggak hanya dilakukan di laboratorium, tetapi juga di lapangan

Siapa bilang kehidupan mahasiswa Biologi hanya di dalam laboratorium? Jurusan Biologi sering turun ke lapangan juga, kok. Misalnya, saat mempelajari mata kuliah Ekologi, kamu bakal harus terjun ke hutan dan berlari ke pantai, serta melakukan inventarisasi spesies di suatu tempat. Tempatnya nggak tanggung-tanggung, gaes. Saya malah pernah harus melakukan pengamatan di ekosistem hutan bakau yang susah banget dilewati.

Kegiatan kuliah lapangan bisa jadi pengalaman yang seru bersama teman-teman jurusan. Kamu jadi merasakan pengalaman menginap berhari-hari di alam bebas, harus saling bantu-membantu dan saling menjaga antar anggota kelompok. Nggak heran kalau anak Biologi seangkatan biasanya kompak-kompak.

4. Praktikum kamu nggak ada artinya kalau kamu nggak bisa menjelaskan hasilnya

Tahap akhir dari setiap praktikum adalah penyampaian hasil, yang bisa dilakukan melalui laporan tertulis saja, atau kadang harus ditambah dengan presentasi. Di sinilah kemampuan analisa seorang mahasiswa Biologi teruji. Bisa nggak kamu membuat analisa dan laporan hasilnya dengan baik? Kemampuan analisa pun juga mesti dibarengi dengan kemampuan komunikasi yang bagus, supaya hasil analisa kamu bisa dipahami sama pembaca atau pendengar.

Buat saya, jadi mahasiswa Biologi itu artinya siap menerima berbagai macam pengalaman. Jadi buat kamu yang ingin mendapat banyak pengalaman seru seperti yang tadi saya singgung, jurusan Biologi adalah tempat yang pas!

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 22 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 2 hari yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©