Menu

Perbedaan Program Studi Sastra, Pendidikan Bahasa dan Linguistik

“Lulusan Sastra tuh nantinya kerja jadi apaan, sih? Penulis novel, puisi, cerpen?”

“Kalau aku ambil program Pendidikan Bahasa, apa nantinya aku cuma bisa jadi guru aja?”

“Terus Linguistik tuh apa, sih? Bukannya sama kayak Pendidikan Bahasa? ”

Sejujurnya saya sedikit prihatin, nih, kalau ada pertanyaan-pertanyaan seperti ini terlontar. Karena hal itu menandakan bahwa masih banyak calon mahasiswa yang salah kaprah sama program studi tersebut, bahkan salah ambil program studi.

Karena sudah terlanjur masuk, perkuliahan dijalani dengan setengah hati dan terpaksa, deh. Ketika sudah lulus kuliah, arah karier malah nggak tau mau dibawa ke mana. Akhirnya menggeluti bidang pekerjaan yang jauh berbeda dengan apa yang dipelajari pas kuliah.

Hal ini berulang terus sampai akhirnya menjadi suatu fenomena tersendiri bagi mahasiswa yang memilih program studi berbau bahasa. Sangat disayangkan lagi, fenomena inilah yang membuat sebagian orang underestimate sama program-program studi seputar bahasa.

Nah, supaya fenomena negatif ini nggak memanjang, saya mau bahas sedikit, nih, program studi Sastra, Pendidikan Bahasa dan Linguistik. Btw, saya nggak akan membahas secara spesifik bahasa apa dalam program studi tersebut, misalnya membahas tentang Sastra Jerman, Sastra Indonesia, dan sebagainya.

Saya akan membahas secara umum aja tentang perbedaan dan prospek dari masing-masing ketiga program studi tersebut. Pertama, kita coba lihat persamaan-persamaan yang ada dulu, ya.

1. Sama-sama mempelajari ilmu bahasa

Idealnya, ketiga program studi ini sama-sama mempelajari segala sesuatu yang berhubungan tentang ilmu bahasa, gaes. Mulai dari sejarah suatu bahasa, penggolongan bahasa, perubahan dan dinamika bahasa, dan lain-lain. Bahkan,Linguistik dasar juga akan dipelajari di Pendidikan Bahasa ataupun Sastra.

2. Sama-sama mempelajari keahlian berbahasa

Keahlian dasar berbahasa seperti menulis, membaca, berbicara, mendengarkan serta tata bahasa, semuanya akan dibahas di ketiga program studi ini. Namun, nggak seperti kursus bahasa, lho. Kamu  bukan dilatih untuk mahir dalam aspek-aspek tersebut, melainkan kamu akan mempelajari secara rinci tentang segala faktor yang berkaitan sama ketiga program studi ini.

Nah, sekarang coba kita lihat perbedaan dari program studi ini:

1. Sastra

Sastra

Program studi  Sastra mempelajari tentang komponen-komponen inti dari suatu bahasa—dengan menitikberatkan pada unsur seni yang terdapat pada bahasa tersebut. Di program studi ini, kamu akan belajar secara detail tentang aspek estetis dari suatu bahasa serta jenis-jenis karyanya.

Selain itu, kamu juga mempelajari tentang 3 jenis karya sastra yang umum, yaitu puisi, prosa serta drama. Kamu nantinya diminta untuk mempelajari struktur, komposisi serta apresiasi dari jenis-jenis karya sastra tersebut. Jadi, kalau kamu suka sama puisi, prosa (novel/cerpen) serta drama, kamu bakal cocok banget, deh, buat ambil program studi ini.

Fyi, lulusan dari program studi ini memiliki prospek untuk bekerja sebagai Penerjemah , Penulis Puisi, Penulis Lirik, dan Penulis Kreatif serta Editor (Artikel/Tulisan) 

2. Pendidikan Bahasa

Pendidikan Bahasa

Di program studi Pendidikan Bahasa, kamu akan mempelajari tentang ilmu pendidikan dan cara mengajar/mendidik suatu bahasa. Komponen-komponen bahasa tetap dipelajari seperti di program studi sastra, tapi lebih terfokus di ilmu pendidikannya.

Lulusan dari program studi ini memiliki prospek untuk bekerja sebagai Guru atau Dosen (Secara umum). Di program studi ini, kamu akan secara spesifik diarahkan untuk menjadi seorang pendidik. Pedagogi (ilmu pendidikan) bakal kenceng banget dikasih ke kamu selama perkuliahan berlangsung. Selain Pedagogi, segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu pendidikan seperti profesi keguruan, kode etik guru, konseling siswa juga akan kamu dapatkan, gaes.

Intinya, sih, kalau kamu minat untuk jadi guru, seneng ngajar, seneng berbagi ilmu, kamu bakal cocok banget buat ambil program studi ini.

3. Linguistik

 Linguistik

Dalam program studi Linguistik, kamu akan mempelajari tentang segala komponen pembentuk sebuah bahasa—dengan fokus kepada analisis serta kajian ilmiah dari bahasa tersebut. Hah? Kajian ilmiah-nya seperti apa? Kajian ilmiah-nya itu seperti bagaimana pola bentukan dari bahasa tersebut, rumpunnya, sistem penulisan serta evolusinya.

Lulusan dari program studi ini memiliki prospek kerja yang cukup luas, lho. Nantinya kamu bisa bekerja sebagai Guru Bahasa, Penerjemah , Leksikografer (pembuat dan pengedit kamus), Spesialis Terapi Wicara serta Proofreader (pengecek kesalahan tulis).

Masih banyak banget calon mahasiswa (bahkan kebanyakan orang pada umumnya) yang nggak paham sama program studi ini. Berikut ini adalah bidang-bidang ilmu apa aja yang akan kamu pelajarin kalau kamu ambil program studi ini.

* Fonetik: ilmu yang mempelajari tentang bagaimana bunyi dalam sebuah bahasa bisa terbentuk secara fisik. Misalnya, saat kamu mengucapkan bunyi “m” dalam bahasa Indonesia, komponen mana aja di tubuh kamu yang digunakan untuk memproduksi bunyi tersebut.

* Fonologi: ilmu yang mempelajari tentang bentukan bunyi dalam bahasa, tetapi lebih memerhatikan ke aspek pembentukan arti dari bunyi yang diproduksi. Contohnya, kata “ikan” dan “ikal”. Secara fonologis, kedua kata tersebut terbentuk saat bunyi akhir dari kedua kata tersebut diubah (/n/ dan /l/), sehingga makna dari kedua kata tersebut juga berubah.

* Morfologi: ilmu yang mempelajari tentang pembentukan kata, komponen kata serta relasi antar komponen kata. Contohnya dalam bahasa Indonesia adalah penambahan imbuhan me- pada akar kata “tulis”, menjadi “menulis”. Imbuhan me- secara morfologis disebut juga sebagai morfem—yang berarti satuan terkecil bahasa yang dapat mengandung makna.

* Sintaksis: ilmu yang mempelajari tentang prinsip-prinsip serta aturan dalam membentuk struktur kalimat di suatu bahasa. Contohnya adalah penyusunan S (subyek) P (predikat) O (obyek) dalam bahasa Indonesia.

* Semantik: ilmu yang mempelajari tentang pemaknaan dalam suatu bahasa. Contohnya adalah pemaknaan dalam homonin, sinonim, antonim, dan lain-lain.

* Pragmatika: ilmu yang mempelajari tentang pemaknaan konteks di sebuah bahasa. Contohnya, coba bandingkan konteks pada kedua kalimat ini:

Orang baru itu nggak sopan, deh.

Orang aku baru aja dateng, kok.

Pemaknaan konteks kata “orang” di kedua kalimat tersebut beda, ‘kan? Nah, itu yang dipelajari dalam pragmatika.

* Stilistika: ilmu yang mempelajari tentang gaya bahasa seseorang dalam suatu bahasa—baik berupa lisan maupun tulisan. Contohnya, coba kamu perhatiin gaya bahasa dari tiap-tiap guru di sekolah kamu, pasti beda-beda, ‘kan? Itulah yang dikaji dalam stilistika.

Itu tadi beberapa contoh bidang ilmu yang secara spesifik dipelajari di program studi Linguistik. Sebenarnya, di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra juga dibahas dikit, sih. Tapi emang akan lebih detail lagi dipelajari di program studi Linguistik, gaes.

Meski nampak mirip-mirip, ketiga program studi ini sangat berbeda, lho. Kalau di program studi sastra dan pendidikan bahasa, kamu harus memilih satu bahasa secara spesifik untuk dipelajari sepanjang perkuliahan, misalnya Sastra Jerman, Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, dan sebagainya.

Sementara di program studi Linguistik, kamu nggak diminta untuk pilih satu bahasa tertentu untuk dipelajari. Walaupun nantinya kamu akan mempelajari beberapa bahasa juga sebagai studi komparatif. Tapi program  studi Linguistik sendiri cakupannya jauh lebih luas, sehingga bahasa yang kamu gunakan untuk mempelajari program studi ini adalah bahasa resmi dari negara tempat kamu belajar. Jadi, kalau kamu belajar linguistik di Indonesia, ya, kamu akan pakai bahasa Indonesia. 

***

Nah, karena di atas saya sudah kasih sedikit gambaran nantinya kamu akan ngapain aja di masing-masing program studi tadi, pastinya sudah kebayang, dong, mau pilih yang mana?

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: gxacademy.com, york.ac.uk, tobecomeateacher.org, insidehighered.com)

LATEST COMMENT
Tisam Ali | 17 jam yang lalu

Yup, tapi jangan lengah. Harus tetap nge-gas alias semangat menyiapkan UTBK dari sekarang.

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Yusuf Cahyadi | 17 jam yang lalu

Akhirnya bisa bernapas lega :3

UTBK SBMPTN 2020 Tidak Dimajukan. Simak Penjelasannya!
Dhea rahma | 20 jam yang lalu

Ka aku aliyah jurusan agama aja, bisa ga ngambil ipc? Aku pengen prodi psikologi kk bisa ga ya?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Izzatin Nuriyah | 1 hari yang lalu

Kalau dari MAN terus dari jurusan keagamaan, apakah bisa masuk akpol?

Bercita-Cita Menjadi Polisi? Simak Cara dan Persyaratannya!
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©