Menu

Kenal Lebih Dekat dengan Program Studi Ilmu Perpajakan, Yuk!

Kalau kamu beli suatu makanan di restoran ternama, pasti kamu kena Pajak Penambahan Nilai a.k.a PPN sekitar 10%. Ketika kamu membeli sesuatu dari luar negeri, pasti kamu akan terkena pajak bea cukai. Ketika kamu memiliki kendaraan dan rumah, pasti kamu pun dikenakan Pajak Kendaraan dan juga Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahunnya. Ketika kamu sudah bekerja pun, lagi-lagi, kamu akan terkena pajak yaitu Pajak Penghasilan alias PPh.

Duh, ini kenapa, sih? Kok, setiap apapun yang dilakukan selalu kena pajak, sih?

Wah, kamu harus tahu nih, gaes, menurut Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhun, pajak merupakan suatu hal yang paling penting dalam sebuah negara. Pajak yang harus dibayar oleh masyarakat kepada negara, merupakan salah satu sumber pendapatan bagi negara untuk memperkokoh perekonomian dalam pembangunan negara. Pembayaran pajak oleh masyarakat ini sifatnya wajib, lho, gaes!

Wah, duh, memangnya pajak apa saja sih yang harus dibayar oleh masyarakat? Perhitungan pajak tuh berbeda-beda ya? Anak sekolah bayar pajak juga, nggak? Kita bakalan dapat apa sih kalau kita bayar pajak?

Eits! Sebelum kita membicarakan tentang berbagai hal perpajakan, lebih baik, kita bicarakan tentang Program Studi Ilmu Perpajakan terlebih dahulu, yuk! Siapa tahu, kamu tertarik untuk belajar di program studi yang satu ini, hehe. Yuk, cari tahu tentang program studi yang ciamik satu ini bersama dengan Inggita dan Mia yang merupakan Alumni Program Studi Ilmu Perpajakan, Universitas Brawijaya!

Alasan Mengapa Memilih Program Studi Administrasi Fiskal (Perpajakan)?

Inggita memilih Program Studi Ilmu Perpajakan karena, ketika ia masih menduduki bangku SMA, ia menyukai bidang akuntansi dan segala bidang yang berkaitan dengan hitung-menghitung seperti ekonomi dan kewirausahaan. Dan menurutnya, Ilmu Perpajakan merupakan suatu bidang yang masih serumpun dengan pelajaran akuntansi dan keuangan. Intinya, Inggita, merasa bahwa Ilmu Perpajakan merupakan passion yang ia miliki sejak dari bangku SMA.

Mia pun memilih Program Studi Ilmu Perpajakan karena, ia tertarik untuk mengetahui tentang sumber dana terbesar yang dimiliki oleh negara, yang sampai saat ini masih banyak dari masyarakat yang menghindar dalam membayar pajak.

Oh iya nih, gaes, ada saran nih dari Inggita, menurutnya ketika kamu memilih suatu program studi untuk kuliah, jangan sampai, ya, gaes, kalau program studi itu bukanlah passion-mu. Kamu harus memilih program studi yang benar-benar kamu sukai. Karena ketika kamu mempelajari hal yang kamu suka, walaupun sulit, pastinya kamu akan terus berusaha untuk mengerti pelajaran tersebut.

Program Studi Administrasi Fiskal (Perpajakan) Belajar Apa Saja Sih?

Nah, kalau kamu bergabung dalam Program Studi Ilmu Perpajakan, kata Inggita dan Mia kamu akan mempelajari banyak sekali ilmu perpajakan dan peraturannya. Mulai dari yang paling sederhana, kamu akan mempelajari tentang Pengantar Ilmu Perpajakan, Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Bumi dan Bangunan dan bahkan sampai materi Pajak Internasional, lho, gaes.

hal yang dipelajari di jurusan perpajakan

Karena perpajakan pasti berhubungan juga dengan hitung-hitungan, maka kamu pun akan mempelajari tentang akuntansi. Akuntansi yang akan kamu pelajari misalnya seperti akuntansi umum, akuntansi publik, akuntansi biaya dan juga akuntansi perpajakan.

Selain dalam hal hitung-hitungan dan teori perpajakan, kamu juga belajar tentang  hukum bisnis, etika, sidang, banding dan keberatan dalam bidang perpajakan, lho. Wah, gunanya belajar tentang sidang, banding dan keberatan dalam bidang perpajakan, itu, apa sih?  Kegiatan tersebut berguna untuk melindungi hak-hak wajib pajak secara hukum manakala terjadi kesewenang-wenangan dalam menentukan kewajiban perpajakan. Kalau kamu ingin lebih tahu lebih lanjut dengan hal ini, kuy! Bergabung dengan Program Studi Ilmu Perpajakan, hehe.

Program Studi Administrasi Fiskal (Perpajakan) Memiliki Kelebihan Apa Saja Sih?

Menurut Inggita, dengan bergabung di Program Studi Ilmu Perpajakan, kamu tentunya akan mendapatkan banyak kelebihan dari program studi yang satu ini. Dalam kehidupan sehari-hari, nih, kamu pastinya sering sekali berhubungan dengan perpajakan, kan? Misalnya, seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN) ketika kamu sedang makan di restoran. Selain itu, ketika kamu kamu sudah bekerja, kamu tentunya akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) atas penghasilan yang kamu terima.

hal-hal yang menjadi kelebihan dalam ilmu perpajakan

Nah, karena kamu sering sekali dihadapkan dengan perpajakan di kehidupanmu sehari-hari, kamu tidak akan hanya menerima perhitungan perpajakannya begitu saja, melainkan, kamu pun dapat mengkritisi jika ada kesalahan-kesalahan perhitungan atau sebagainya yang terjadi dalam perpajakanmu. Selain itu, kamu juga bisa mengkritisi kebijakan perpajakan yang sedang berlaku saat ini. Ketika kamu dapat mengkritisi kebijakan perpajakan, yang mendapatkan pengaruhnya bukan hanya dirimu saja, lho, melainkan seluruh Indonesia. Keren banget, kan, gaes?

Kalau pun semisal kamu ingin menjadi seorang pengusaha atau CEO dalam suatu perusahaan, kamu tidak perlu mencari orang yang ahli dalam dunia perpajakan. Kamu sendiri dapat mengatur perpajakan yang ada di perusahaan atau usahamu sendiri. Ya, hitung-hitung, dapat menghemat biaya pengeluaran usahamu, lho, gaes, hehe. Intinya, ilmu perpajakan yang kamu dapatkan di kuliah, sebagian besar, dapat kamu implementasikan dalam kehidupanmu.

Menurut Mia, Ilmu Perpajakan cenderung lebih mendalam dan detail jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang masih sejenisnya. Kalau dalam urusan pekerjaan, perpajakan merupakan unsur penting yang harus ada dalam setiap komponen usaha sehingga mereka yang lulusan Program Studi Ilmu Perpajakan dapat dengan mudah mendapatkan pekerjaan.

Kalau Lulus dari Program Studi Administrasi Fiskal (Perpajakan), Mau Jadi Apa Ya?

Menurut Inggita, ketika kamu lulus dari Ilmu Perpajakan, kamu dapat bekerja di banyak tempat, lho, gaes, karena semua perusahaan pastinya membutuhkan seseorang yang ahli dalam mengatur perpajakan. Kamu bisa bekerja di perusahaan swasta, perusahaan multinasional, perusahaan BUMN, menjadi PNS dan sebagainya.

Kalaupun kamu ingin menjadi seorang pengusaha, kamu juga dapat menjadi seseorang yang ahli dalam perpajakan di usahamu sendiri lho, gaes. Jadi kamu pun tidak perlu repot-repot mencari orang-orang yang ahli dalam perpajakan, kamu sendiri dapat mempraktekkannya langsung di usaha yang sedang kamu jalani.

pekerjaan setelah lulus dari Jurusan ilmu perpajakan

Menurut Mia, dengan lulus dari Program Studi Ilmu Perpajakan, kamu bisa menjadi seorang Pegawai Pajak/ Pegawai Persiapan Pajak, Penilai (Pajak dan Keuangan), Konsultan Pajak, Ahli Perencanaan PajakPemeriksa dan Pengumpul Pajak, dan Agen Revenue dan sebagainya.

Program Studi Administrasi Fiskal (Perpajakan) Ada di Perguruan Tinggi Mana Saja?

Karena Ilmu Perpajakan merupakan suatu ilmu yang cukup digandrungi, maka banyak universitas-universitas yang menyediakan Program Studi Ilmu Perpajakan. Berikut ini sepuluh perguruan tinggi yang memiliki Program Studi Ilmu Perpajakan pada program S1, D4 dan D3:

  1. Politeknik Keuangan Negara (D1 dan D3)
  2. Sekolah Tinggi Perpajakan Indonesia (D4)
  3. Universitas Brawijaya (S1)
  4. Universitas Indonesia  (D3)
  5. Universitas Lampung  (D3)
  6. Universitas Pancasila  (D3)
  7. Universitas Riau  (D3)
  8. Universitas Sebelas Maret  (D3)
  9. Universitas Terbuka  (D3)
  10. Universitas Trisakti  (D3)

***

Nah, kamu kan sudah tahu nih Program Studi Ilmu Politik tuh seperti apa. Apakah sekarang kamu berminat untuk belajar Ilmu Politik lebih lanjut, gaes?

Baca juga:

(Sumber gambar: hamburg.com, scpolicycouncil.org, insurancejournal.com, the dailycpa.com)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 15 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 1 hari yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©