Menu

Kenal Lebih Dekat dengan Program Studi Agribisnis, Yuk!

Indonesia dikenal sebagai negara agraris, yang dimana sebagian besar penduduk berporfesi sebagai petani. Sebagai negara yang agraris, Indonesia pun menjadi negara yang dianugerahi dengan kekayaan alam yang melimpah. Indonesia pun selalu disematkan dengan ungkapan “gemah ripah loh jinawi” yang memiliki arti yaitu kekayaan alam yang sangat berlimpah.

Tahu kah kamu? Seperti dilansir dari kompas.com, pada bulan Februari 2016, Badan Pusat Statistik mencatat bahwa 38.29 juta orang bekerja di sektor pertanian. Namun, dalam kurun satu tahun, hampir dua juta pekerja sektor pertanian beralih ke sektor lainnya.

pertanian di indonesia

Selain itu, tahu kah kamu bahwa harga bahan pangan di Indonesia selalu fluktuatif alias naik turun? Hal tersebut dikarenakan adanya beberapa faktor seperti adanya praktik nakal dalam rantai distribusi pangan, paceklik, gagal panen dan sebagainya.

Nah, kamu harus tahu, gaes, di dunia perkuliahan, ada, lho, program studi yang mempelajari berbagai macam hal tentang dunia pertanian. Biasanya, para mahasiswa yang berkuliah di program studi ini memiliki idealis yaitu untuk membantu menghidupkan kembali pertanian di Indonesia. Mumpung ada salah satu teman kita, nih, yang berkuliah di Program Studi Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, yuk, kita tanya-tanya terkait Program Studi Agribisnis dengan Azhar Dhika Wiratama!

Alasan Mengapa Memilih Program Studi Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian)?

Dhika bercerita, ketika ia bertanya kepada teman-temannya, mengapa mereka ingin menjadi seorang mahasiswa agribisnis, banyak dari teman-temannya yang menjawab bahwa mereka penasaran dengan ilmu agribisnis, ada juga yang menjawab karena mereka menyukai alam, bahkan, ada pula yang menjawab bahwa mereka tertarik untuk mempelajari bisnis di dalam ilmu agribisnis.

Alasan Dhika untuk berkuliah di Program Studi Agribisnis pun tidak jauh berbeda dari teman-temannya. Ia pun masuk ke Program Studi Agribisnis dikarenakan ia penasaran dengan kata "bisnis" dari "agribisnis".

Namun, setelah ia mempelajari banyak hal di Program Studi Agribisnis, akhirnya Dhika tahu bahwa program studi tersebut tidak hanya sekedar bisnis atau tidak hanya sekedar tentang pertanian, melainkan program studi tersebut merupakan penggabungan dua konsep tentang pertanian dan juga bisnis. Setelah ia mempelajari lebih lanjut tentang agribisnis, sekarang ia memiliki cita-cita yaitu memiliki usaha pribadi yang masih berkaitan dengan pertanian.

Program Studi Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) Belajar Apa Saja Sih?

Pada umumnya, Agribisnis mempelajari bisnis di dalam dunia pertanian. Namun, menurut Dhika, hal yang dipelajari tidak selalu berhubungan dengan bisnis, saja, melainkan banyak hal. Dhika memberikan analogi untuk hal yang ia pelajari yaitu belajar dari hulu ke hilir.  

Pada sektor hulu, Dhika mempelajari hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memulai bisnis dalam dunia pertanian. Hal yang harus dipersiapkan yaitu lahan pertanian itu sendiri. Dhika belajar tentang berbagai macam benih, pupuk, sarana produksi pertanian dan sebagainya.

Sebelum mencapai ke sektor hilir, disana pun ada hal yang harus dipelajari oleh Dhika. Pada sektor ini, ia akan mempelajari bagaimana caranya untuk menghasilkan produk pertanian primer alias bahan pangan seperti beras dan sebagainya. Disini, Dhika belajar tentang bagaimana cara menanam bahan pangan yang baik, bagaimana cara meningkatkan kualitas bahan pangan dan sebagainya.

Pada sektor hilir, Dhika udah nggak lagi belajar tentang pertanian, gaes, melainkan mempelajari tentang bagaimana cara untuk meningkatkan nilai dari produk primer yang dihasilkan. Pada umumnya, pada sektor ini, Dhika lebih mempelajari tentang industri-industri pengelolaan.

Program Studi Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian) Memiliki Kelebihan Apa Saja Sih?

Menurut Dhika, Program Studi Agribisnis memiliki banyak sekali kelebihan, lho, gaes, dan kelebihan ini dapat dilihat dari berbagai macam aspek. Salah satunya dari segi pendidikan, ia mempelajari banyak sekali hal-hal yang berhubungan dengan pertanian dan juga bisnis. Mau bagaimana pun, pertanian memiliki peran yang sakral dalam pembangunan nasional, maka dari itu, pembahasan dalam hal ini pun menjadi lebih banyak dan juga menarik.

agribisnis suka praktik di kebun

Selain itu, Program Studi Agribisnis tidak selalu belajar di dalam kelas, namun, ada beberapa saat para mahasiswa harus mengerjakan praktikum di luar kelas. Karena adanya praktikum ini, para mahasiswa agribisnis, akhirnya memiliki berbagai macam keahlian.

Kalau Lulus dari Program Studi Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian), Mau Jadi Apa Ya?

Ada banyak hal yang bisa menjadi profesimu ketika kamu lulus menjadi seorang sarjana Program Studi Agribisnis. Menurut Dhika, setelah ia lulus, ia bisa bekerja menjadi pegawai di suatu perusahaan, ia pun bisa menjadi seorang pebisnis baik itu dalam bidang pertanian atau pun lainnya. Ia pun, tentunya, bisa bekerja di dalam sektor pemerintahan. Luasnya lapangan pekerjaan yang dimiliki oleh lulusan Agribisnis ini dikarenakan cukup luasnya bahasan yang didapat selama masa perkuliahan seperti manajemen, wirausaha, dan sebagainya.

Di Kampus Mana Saja yang Menyediakan Program Studi Agribisnis (Sosial Ekonomi Pertanian)?

Berikut sepuluh perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan Program Studi Agribisnis untuk program strata satu (S1):

1. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 

2. Institut Pertanian Bogor 

3. Universitas Gadjah Mada 

4. Universitas Hasanuddin 

5. Universitas Sumatera Utara 

6. Universitas Andalas 

7. Universitas Syiah Kuala 

8. Universitas Lambung Mangkurat 

9. Universitas Udayana 

10. Universitas Riau 

dan masih banyak, lagi, gaes!

***

Wah, ternyata Program Studi Agribisnis, menarik banget, ya. Apakah kamu tertarik untuk bergabung dengan Program Studi Agribisnis, gaes?

Baca juga:

(Sumber gambar: greaterkashmir.com, jurnal.id)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 4 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©