Menu

Jenis-Jenis Beasiswa Dari Kemenristekdikti

Sebagai upaya meningkatkan akses anak-anak bangsa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi  Negeri (PTN), Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menawarkan beragam beasiswa.

Nggak cuma beasiswa Bidikmisi aja, tapi ternyata ada beasiswa-beasiswa lain yang harus kamu ketahui. Apa saja? Simak di bawah berikut ini.

1. Beasiswa Bidikmisi

Bidikmisi adalah bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tak mampu secara ekonomi dan memiliki potensi akademik baik untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada program studi unggulan sampai lulus tepat waktu. Mengenai serba-serbi Bidikmisi bisa kamu baca di sini.

* Kabar gembira buat kamu, kuota beasiswa Bidikmisi ditambah dari 90 ribu pada 2018 menjadi 130 ribu pada 2019. Nggak cuma itu, Kemenristekdikti juga meningkatkan biaya hidup Bidikmisi dari Rp 600 ribu menjadi Rp 700 ribu per bulan pada tahun ini. Wow!

2. Beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik)

Beasiswa ini adalah beasiswa berupa bantuan biaya yang diberikan untuk para mahasiswa dengan pertimbangan murni Indeks Prestasi Kumulatif aka IPK. Calon penerima beasiswa PPA adalah mahasiswa yang masih aktif, dalam jenjang pendidikan Sarjana dan Diploma.

* Untuk bisa mendaftar beasiswa kamu harus berada di antara semester 2 – 8. Informasi selengkapnya bisa kamu baca di sini.

3. Beasiswa ADIK bagi Putra - Putri asli Papua

Provinsi Papua dan Papua Barat adalah bagian wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, yang hingga saat ini belum memperoleh akses pendidikan yang baik—terutama di pendidikan tinggi. Oleh karena itu, beasiwa ini adalah satu upaya untuk mengatasi lemahnya latar belakang pendidikan dan memperkuat rantai kesatuan berbangsa di Indonesia.

* Sesuai dengan namanya, sasaran beasiwa ADIK adalah Putra - Putri Asli Papua, lulusan pendidikan SMA/SMK dan sederajat serta memiliki potensi akademik baik untuk memperoleh pendidikan di PTN terbaik, melalui seleksi nasional ataupun seleksi khusus.

4. Beasiswa ADIK 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal)

Berdasarkan undang-undang No. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi mengamanatkan PTN harus menerima mahasiswa dari kalangan tak mampu dan daerah 3T minimal 20% dari daya tampung. Maka dari itu, beasiswa ini adalah salah satu upaya untuk memperoleh pendidikan di PTN terbaik, melalui seleksi nasional dan seleksi khusus.

* Sasaran dari beasiswa ini adalah Putra - Putri daerah 3T, lulusan pendidikan SMA/ SMK sederajat serta memiliki potensi akademik baik.

 

Selain beasiswa di atas, Kemenristekdikti menambah dua beasiswa lai bagi mahasiswa baru yang diterima di perguruan tinggi pada tahun 2019, lho! Hal ini diperuntukkan sebagai upaya peningkatan dan pemerataan akses anak-anak bangsa untuk berkuliah. Kira-kira apa aja, ya, 2 jenis beasiswa baru tersebut?

5. Beasiswa Atlet

Beasiswa Atlet adalah beasiswa untuk mahasiswa baru yang berprestasi di bidang olahraga serta yang masuk program studi keolahragaan.

Penerima beasiswa Atlet nggak dinilai dari berapa IPK yang dimiliki. Melainkan dari berapa jumlah medali yang didap atkan dan medali apa yang didapatkan oleh mashasiswa tersebut.

Beasiswa ini hanya dikhusukan untuk kampus-kampus Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Kampus LPTK yang sebelumnya bernama IKIP sendiri di Indonesia berjumlah 10 (baca selengkapnya di sini).

Nantinya di setiap kampus tersebut hanya akan ada 20 beasiswa yang dibagikan. Artinya, jika ditotal di seluruh Indonesia, akan ada 400 mahasiswa yang merupakan atlet berprestasi dan akan mendapatkan beasiswa.

Adapun daftar olahraga yang dapat ditekuni oleh mahasiswa agar mendapatkan Beasiswa Atlet ini adalah atletik, bulutangkis, tenis, tenis meja, tinju, silat, karate, taekwondo, judo, kempo, gulat, tarung drajat, wushu, renang, catur, petanque, anggar, panjat tebing, panahan, balap sepeda, angkat besi, angkat berat, dan binaraga.

* Yang akan didapat dari beasiswa Atlet: berupa gratis biaya kuliah dan tunjangan prestasi sebesar Rp 1,5 juta bagi mahasiswa yang diterima pada program studi terkait olahraga.

6. Beasiswa Difabel

Mahasiswa difabel saat ini mendapatkan perhatian khusus dari Kemenristekdikti. Kemenristekdikti menugaskan PTN untuk mencari mahasiswa difabel yang masuk ke PTN pada tahun ini. Para calon mahasiswa difabel tersebut bisa mengikuti jalur seleksi  PTN yang telah disiapkan, yaitu SNMPTN, SBMPTN, maupun  ujian mandiri di PTN masing-masing.

Beasiswa ini diperuntukkan kepada mahasiswa difabel dengan kategori berikut: tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, gangguan komunikasi, lamban belajar, kesulitan belajar spesifik, gangguan spektrum autis, gangguan perhatian dan hiperaktif.

* Yang akan didapat dari beasiswa Difabel: mencakup gratis biaya kuliah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) dibebaskan serta biaya hidup bulanan sebesar Rp 1 juta.

 

Baca juga:

 

(Sumber gambar: somersetcountyymca.org)

LATEST COMMENT
Arif Alfon Gordon | 6 jam yang lalu

Jadi, ketika saya lulus sbm, harus saya lepaskan kak??

Program Bidikmisi Jalur SNMPTN, SBMPTN dan Ujian Mandiri/PMDK/UMPN 2019
Achmad Choirul Huda | 9 jam yang lalu

Min jadi univ mau nerima kita dipilihan kedua kan? Banyak kabar hoax yg bilang gitu :(

Strategi Menentukan Pilihan Pertama dan Kedua pada SBMPTN 2019
Azizah Nur | 11 jam yang lalu

Bismillah maba oseanografi itb 2021:)). O iya kalo oseano di itb tesnya saintek atau soshum?

Serba-Serbi Jurusan Oseanografi—Untuk Kamu yang Ingin “Kenalan” Lebih Jauh dengan Laut dan Seisinya
bae eristhaaak | 11 jam yang lalu

Wahh :') aku tahun ini gak keterima sma negeri walaupun nem bagus tapi karena zonasi dan kurangnya perkiraan. Tapi aku berusaha untuk yakin bahwa semua sekolah sama yang membuat beda adalah isinya atau diri kita sendiri walaupun bakalan masuk swasta semoga ini merupakan jalan terbaik dari tuhan.

Masuk SMA Favorit dan Unggulan, Penting Nggak, Sih?
Dipamustafa | 11 jam yang lalu

pentingan mana sih? daya tampungnya apa peluang(keketatan)?

Pengertian Keketatan Persaingan, Daya Tampung, dan Peluang dalam SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©