Menu

Ikutan Semester Pendek? Pertimbangkan 3 Hal Ini

Semester pendek atau SP adalah istilah untuk kegiatan perkuliahan yang dilakukan saat libur, di luar semester resmi (gasal dan genap) perguruan tinggi. Jadi, mahasiswa mengambil kelas di masa libur semester. Tentu ada biaya tambahan yang perlu dikeluarkan. Si mahasiswa juga perlu “mengorbankan liburan” demi ikutan semester pendek. Nah, inilah yang perlu menjadi bahan pertimbanganmu dalam mengambil semester pendek.

1, Sepenting apakah mata kuliah yang ingin diambil?

a. Mata kuliah wajib yang belum lulus dan menentukan mata kuliah yang bisa kamu ambil selanjutnya.

Prioritas. Tinggi! Jadi kasusnya adalah kamu tidak lulus mata kuliah wajib atau bisa juga belum sempat mengambil. Nah, kamu perlu segera lulus mata kuliah ini karena menjadi syarat untuk mengambil mata kuliah selanjutnya. Dalam kasus seperti ini semester pendek menjadi sangat penting, dan layak menjadi prioritas kamu. Sebab jika tidak mengambil SP, kemungkinan besar kuliah kamu bakalan terhambat.  

b. Tidak wajib, tapi mata kuliahnya menarik dan belum tentu ada di semester lain.

Nah, ini juga bisa jadi alasan mengambil SP. Kuliah ini sangat OK untuk memperdalam pengetahuan atau mengasah skill kamu. Sayangnya, sulit diambil pada semester biasa (kelasnya nggak tersedia) atau terlalu penuh (sehingga nggak bisa maksimal). Dengan ikutan kelas SP tersebut, bakalan banyak manfaat yang diperoleh.

c. Supaya lulus lebih cepat.

Karena kamu pasang target lulus ekspres alias lebih cepat (dibandingkan periode standar), jadi kamu harus mengambil lebih banyak SKS. Selain menambah kelas di semester perkuliahan, kamu juga bisa menyicil kuliah dengan SP.

d. Mengejar ketertinggalan.

Ada mahasiswa yang terpaksa cuti karena sakit (atau keperluan lain), sedikit mengambil SKS karena kesibukan, atau banyak mata kuliah yang belum lulus. Nah, untuk mengejar ketertinggalan perlu menambah periode kuliah pada semester pendek.

e. Bingung mau ngapain sepanjang libur semester.

Ada juga yang mengambil semester pendek karena bingung mau ngapain. Sah-sah aja sih, tapi coba deh pikirkan lagi. Kalau nggak ada kebutuhan atau kondisi seperti di atas, SP bukanlah prioritas. Banyak kegiatan lain yang berfaedah sekaligus menambah wawasan kamu, seperti magang, jadi volunteer, menekuni hobi, mengambil kursus, ikutan kompetisi, traveling atau lainnya. Jangan sekadar ikut-ikutan teman mengambil kelas semester pendek karena kamu terlalu malas untuk merencanakan hal lain, ya.

2. Jadwal, jadwal, jadwal

a. Cek jadwal kuliah SP-mu.

Supaya bisa mengecek apakah kamu available di tanggal tersebut atau tidak.

b. Jika mengambil lebih dari satu matkul, pastikan kelasnya nggak bentrok.

Sebisa mungkin pilih jadwal yang paling pas atau nyaman untukmu.

c. Sesuaikan dengan aktivitas lain.

Jika kamu berencana menjalani kegiatan lain di luar SP, misalnya magang, atur waktu supaya kedua aktivitas bisa berjalan maksimal. Sesuaikan porsi kesibukanmu, jangan terlalu ambisius sehingga menghambat SP dan kegiatan lainnya, Jika memang rawan bentrok atau dirasa sulit dijalani berbarengan, kamu harus memilih apakah akan  mengambil SP atau tidak. Ingat, pertimbangkan hal tersebut sebelum memutuskan mengambil SP ya.

d. Alihkan liburan di luar SP

Periode SP nggak memenuhi semua periode liburan, jadi jika ada rencana liburan atau acara keluarga, bisa dilakukan sebelum SP dimulai atau ketika SP selesai.

3. Apakah ada hal lain yang lebih penting?

a. Dari segi waktu untuk aktivitas lain.

Situasinya adalah ada beberapa kegiatan yang ingin atau perlu kamu lakukan di semester pendek. Coba kamu cek seberapa manfaat dan urgensi kegiatan tersebut, baru kamu pilih salah satunya.

Misalnya, di liburan semester kamu dapat kesempatan pertukaran pelajar/short course ke luar negeri. Karena itu adalah kesempatan langka, kamu pun perlu mengutamakannya.

b. Dari segi biaya.

Ini tergantung kebijakan masing-masing kampus, sih. Tapi seandainya kamu pengen ikutan beberapa kelas SP, sementara kamu butuh uang untuk benerin laptop. Kamu harus mempertimbangkan mana yang lebih dibutuhkan. Atau kamu bisa mencari solusinya.

***

Poin-poin di atas perlu menjadi bahan pemikiran sebelum memutuskan mengambil semester pendek atau tidak. Jika sudah mantap ambil SP, kamu harus berkomitmen. Maksudnya, jalani dengan sungguh-sungguh. Sayang banget jika ilmu yang diperoleh saat SP nggak maksimal. Trus, jika sampai nggak selesai menjalankannya kamu bisa dianggap nggak lulus, dan itu akan menjatuhkan IP. Begitupula jika lulus dengan performa (nilai) pas-pasan. Jadi, berikan yang terbaik di semester pendek, ya!

(sumber gambar: pixabay.com)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©