Menu

Apa Itu Gelar Profesi, dan Bagaimana Cara Memperolehnya di Pendidikan Tinggi?

Tahu nggak kalau selain gelar sarjana, setelah lulus pendidikan tinggi kamu juga bisa mendapatkan gelar profesi?

Nggak seperti lulus-lulusan dari pendidikan dasar, jika kamu meneruskan sekolahmu ke jenjang pendidikan tinggi, kamu akan diberikan gelar tertentu sesuai jenjang tingkat pendidikan tinggi yang kamu lewati.

Contoh populernya, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya adalah gelar sarjana, gelar yang kini menjadi idaman gen Z alias kamu yang memiliki harapan untuk menjajal profesi impian dengan gelar tersebut. Tapi, ada juga yang namanya gelar profesi, yang mungkin masih terasa asing tapi agak bikin deg-degan karena pakai embel-embel kata “profesi”. Nah, lho…

Makanya, yuk pahami dulu apa itu gelar pofesi, sistematika, juga seberapa pentingnya gelar ini dalam pendidikan tinggimu. Siapa tahu, informasi ini bisa menjadi referensimu untuk merencanakan studimu di masa depan.

Apa itu gelar profesi?

Gelar profesi adalah gelar yang diperoleh para lulusan pendidikan profesi pada bidang studi yang spesifik sebagai suatu lisensi dalam menjajal profesi yang relevan. Pendidikan profesi itu sendiri adalah jenis pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didiknya untuk menguasai skill set spesifik yang dibutuhkan untuk menjajal profesi yang relevan.

Apa bedanya gelar profesi dengan gelar vokasi, gelar sarjana, gelar magister, dan gelar doktoral?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ternyata pendidikan tinggi di Indonesia diklasifikasikan dalam 3 jenis, yaitu:

  • Pendidikan akademik, mencakup sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3);
  • Pendidikan vokasi, mencakup Ahli Pratama, Ahli Muda, dan Ahli Madya; dan
  • Pendidikan profesi/spesialis

Which means, gelar-gelar tersebut dibedakan berdasarkan jenis pendidikan tinggi yang kamu tempuh. Pada dasarnya, pendidikan vokasi dan profesi sama-sama membekali peserta didiknya dengan kemapuan spesifik yang akan digunakan di dunia kerja, tapi bedanya adalah level pemahaman dan tingkat keahlian yang dipelajari untuk dapat menempati posisi atau jabatan tertentu dalam bidang yang sama.

1

Apakah untuk melamar pekerjaan, kamu harus punya gelar profesi?

Dalam artian sempit: ya. Tapi inget, gelar profesi hanya dibutuhkan untuk pekerjaan dengan lisensi keahlian spesifik.

Nggak semua pekerjaan di muka bumi ini bisa dijajal oleh beragam latar belakang pendidikan, dan nggak semua pekerjaan membutuhkan latar belakang pendidikan spesifik untuk dapat menjajal karier di dalamnya.

Kita ambil contoh profesi manajer pemasar dengan dokter gigi. Untuk menjadi seorang pemasar, seseorang dengan latar belakang pendidikan manajemen, hubungan internasional, bahkan teknik sipil bisa menjajal karier ini selama mereka memiliki kompetensi, pengalaman dan menguasai skill tertentu tanpa bukti tertulis berupa lisensi yang dibutuhkan sebagai seorang manajer pemasar.

Sedangkan untuk menjadi seorang dokter gigi, butuh bukti tertulis berupa lisensi yang menunjukkan bahwa seseorang sudah menjalani serangkaian pendidikan, uji, dan tes untuk menguasai skill set yang dibutuhkan dan berwenang untuk menjajal karier di bidang tersebut. Nah, lisensi inilah yang membedakan gelar profesi dengan gelar-gelar lainnya dalam berkarier di bidang tertentu.

Di Indonesia, gelar profesi diatur oleh senat perguruan tinggi dan organisasi profesi berdasarkan standar profesi yang terkait sebagai dan ditulis di belakang nama yang berhak. Gelar-gelar profesi yang sudah ada di Indonesia antara lain:

  • Akuntan (Ak.)
  • Konsultan Pajak (B.K.P)
  • Apoteker (Apt.)
  • Dokter (dr.)
  • Dokter gigi (drg.)
  • Dokter hewan (drh.)
  • Perawat (Ners)
  • Psikolog (Psi.)
  • Fisioterapi (Physio.)
  • Insinyur (Ir.)
  • Pekerja Sosial (Peksos)
  • Guru (Gr.)
  • Konselor (Kons.)
  • Arsitek (Ar.)
  • Certified Public Accountant (CPA.)
  • Chartered Accountant (CA.)

Bagaimana cara mendapatkan gelar profesi?

Pastinya kamu harus menamatkan pendidikan akademik tingkat Sarjana (S1) dengan program studi yang berkesinambungan sebelum bisa meneruskan pendidikan profesi terkait untuk mengejar gelar profesi.

Nah, program pendidikan gelar profesi sendiri bisa berbeda-beda tergantung program studi yang kamu jalani. Ada yang berupa bagian dari program magister seperti psikologi, ada juga merupakan program lepas seperti farmasi, akuntansi, dan keperawatan. Kamu bisa tanyakan ke pihak kampus yang menyediakan program-program tersebut untuk mengetahui informasi lebih lanjut, karena beda kampus, beda pula aturan yang mengikatnya.

***

Ngomong-ngomong profesi, sekarang kamu bisa lho eksplorasi ribuan informasi terkait profesi-profesi menarik di laman Eksplorasi Youthmanual. Nggak hanya itu, kamu juga bisa lho mendapatkan informasi mengenai program studi dan kampus-kampus unggulan di sana. Yuk klik di sini, dan mulai eksplorasi masa depanmu bersama Youthmanual!

Baca juga:

(sumber gambar:aolcdn.com)

LATEST COMMENT
Maulida Nur Perdani | 3 jam yang lalu

bantu jawab ya.. kalau memang hanya minat di rumpun soshum, ambil soshum saja bisa kok, gak harus ipc ^^

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Anisa | 13 jam yang lalu

Kk aku kan dari jurusn ipa, tapi pas mau kuliah mau ngambil soshun, itu apakah harus utbk nya sohsun atau ipc kk?

Strategi Sukses IPC di SBMPTN Serta Pertimbangan Memilih IPC
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Apakah masih bisa diubah? Jika ya, silakan coba di prodi yang lain. Namun apabila telah telanjur dan tidak bisa diubah, maka saran saya coba jalani. Bulatkan tekad untuk menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu benar-benar dapat mengetahui apakah salah jurusan atau ternyata bisa dijalani.

Balada Salah Jurusan Kuliah dan Solusinya. Nggak Harus Pindah Jurusan, Kok!
Tisam Ali | 20 jam yang lalu

Hai Kristin, untuk teknis pengisian, bisa kamu tanyakan ke pihak kampus. Kebanyakan kampus sudah menerapkan pengisian berbasis komputer secara online. Ada pula yang masih mengisi secara manual (tertulis).

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©