Menu

5 Cara Menjadi Volunteer yang Selalu Diingat

Siapa, sih, yang nggak pengen jadi bermanfaat untuk orang lain? Bahkan jadi panitia ulang tahun oma opa aja kadang udah bikin happy. Nah, salah satu cara jadi mahasiswa yang bermanfaat sekaligus mendapat pengalaman seru di luar kampus adalah dengan menjadi volunteer.

Relawan, sukarelawan atau volunteer adalah seseorang yang mau menyediakan waktu dan tenaganya untuk mencapai tujuan sebuah organisasi, tanpa dibayar.

Biasanya, saat baru bergabung dengan sebuah organisasi, volunteer dalam bidang tertentu dibekali pelatihan dulu, agar bisa menjadi tenaga profesional, walaupun nggak semua organisasi melakukan ini, sih. Selain itu, rata-rata organisasi mengganti uang transportasi dan makan relawannya, meski nggak dalam jumlah besar.

Trus, kenapa, sih, punya pengalaman jadi volunteer itu penting? Karena dengan menjadi volunteer, kamu jadi punya networking yang luas serta banyak kesempatan baru. Termasuk kesempatan dapet gebetan baru dong, yaaa... #asheeek

Pengalaman jadi volunteer juga bisa jadi nilai plus saat melamar kerja nanti. Kenapa? Soalnya, untuk sukses, kamu nggak bisa cuma ngandelin hard-skills (skill yang bersifat teknis), tetapi juga soft-skills (skill yang bersifat intrapersonal, misalnya kemampuan kepemimpinan, berorganisasi, dll) yang oke.

Sekarang banyak perusahaan yang nyari pegawai yang punya soft-skill bagus ketimbang hard-skill. Nah, soft-skill ini bisa didapat, salah satunya, dengan volunteering.

Oya, menurut sebuah paper yang dibuat oleh Dr Suzanne Richards dan kolega di Universitas Exeter Medical School, Inggris, mereka yang menjadi relawan, lebih bebas depresi, lho!

Menurut Derian, mahasiswa marketing angkatan 2013 Prasetiya Mulya Business School yang sempet ikut jadi volunteer di Brightspot Market, ilmu dan pengalaman jangan hanya dicari di dalam kelas, tetapi juga di luar kelas. Bahkan pihak kampus Derian pun mendorong mahasiswanya untuk mencari kegiatan yang bisa mendukung pembelajaran sesuai jurusan. Career point—begitu mereka menyebutnya—bisa diisi dengan mengikuti seminar atau jadi volunteer seperti di Brightspot Market ini.

So how to be an outstanding volunteer? Ini dia resepnya!

Segenap Hati

Pilih bidang volunteer yang kamu suka. Kalau kamu suka sama hewan, coba kerja sukarela di organisasi konservasi hewan. Atau kalau kamu suka seni atau sejarah, jadi volunteer di museum ‘kan seru abis!

Menjadi volunteer di bidang yang kamu sukai akan bikin kamu happy menjalaninya. Kalau kamu bersemangat, orang di sekitar kamu akan ikut bersemangat, lalu kamu akan selalu diingat sebagai seorang volunteer yang mencerahkan suasana.

Alternatif lainnya, pilih bidang volunteer yang ingin kamu pelajari, meski sama sekali nggak kamu pahami. Lumayan ‘kan, nambah wawasan?

Genjot Kreatifitas dan Jangan Malu-Malu

Kalau mau jadi volunteer yang selalu diingat, kamu harus menyampaikan ide-ide kreatif. Coba berpikir out of the box dan jangan segan ngasih ide. Misalnya, nih, mengajukan ide face painting dengan cat ramah lingkungan instead of bikin aksesoris dari kertas untuk kostum panitia.

Atur Jadwal Dengan Baik

Jangan sampai volunteering bikin kamu nggak ngurusin diri sendiri dan akhirnya malah sakit. Ujung-ujungnya, kamu jadi nggak bisa berkontribusi secara signifikan. Percuma, dong, jadi volunteer?

Nggak Usah Sotoy dan Tetap Rendah Hati

Nggak ada orang yang betah kerja bareng anak sotoy. Jadi biarpun ide-ide kamu brilian dan membawa dampak yang bermanfaat, jangan sombong dan jadi sotoy.

Proaktif dan Punya Inisiatif

Umur muda adalah masa paling produktif. Pokoknya, golden age untuk cari pengalaman, deh. Jadi, kalau ada kesempatan untuk berkontribusi dalam organisasi kamu, kamu harus bisa langsung mengambil kesempatan itu. Kalo kata anak sekarang, harus gercep! Gerak cepat, kak!

Akan sulit bagi kamu untuk diingat sebagai volunteer yang baik kalau kamunya males-malesan dan nggak punya inisiatif. Salah-salah kamu malah jadi diingat sebagai seorang volunteer nggak guna. Amit-amit!

(Sumber foto: alz.org, wildapricot, Riza)

LATEST COMMENT
Amaliais | 15 menit yang lalu

Kalau sbmptn dah diterima dan sebagai pemohon bidikmisi namun belum verifikasi dan daftar simak bidikmisi dan lolos apakah bisa ambil yg simak bifikmidi dan meninggalkan sbmptn nya ?

Bolehkah Peserta yang Diterima SBMPTN 2019 Ikut Seleksi Mandiri?
Zulva Nur Imawati | 12 jam yang lalu

Makasih kakk udah jawab. Soalnya aku yakin ini jurusan yang aku cari2 sejak dulu. Tapi saya tinggal bukan di perkotaan, agak khawatir sama prospek kerja. Memang sih di daerah saya setelah saya mencari data tenaga kerja RS untuk okupasi terapis tidak ada. Hanya ada fisioterapi itupun hanya 1 orang. Terimakasih kak, semoga dimudahkan sekolahnya. Doakan saya bisa masuk jurusan ini yaa

Mengenal Lebih Dekat Program Studi Okupasi Terapi
Asyila | 14 jam yang lalu

Kalo tembus fkui lewat jalur sbmptn, biayanya semahal di PTS ga sih kak? Jujur aja aku pengen bgt keterima fk cuma kasian papa aku krn mengeluarkan biaya kedokteran ku yg pastinya mahal bgt, dan juga ada ibu dan kakakku yg perlu dinafkahi oleh ayah ku, rasanya aku agak egois ga sih?

Jurusan 101: Tanya Apapun Tentang Jurusan Kedokteran di Youthmanual
Komang S. Satyanata | 15 jam yang lalu

Mohon maaf Baru balas Bantu jawab, Boleh ttapi alangkah baiknya bila ambil aja sbm nya (A)

Seleksi Mandiri Universitas Udayana 2019: Mulai Dari Syarat Pendaftaran Hingga Program Studinya
Sabrina Halimatus Sakdiyah | 15 jam yang lalu

Saya bingung nanti setelah lulus SMA saya ngambil jurusan apa. Kata temanku dan guru seniku gambaran saya bagus tapi menurutku biasa aja soalnya saya melihat temen selain kelasku ada yang lebih bagus dari saya malah jauh lebih bagus. Saya sih pengen banget jurusan kecantikan tapi takut salah melangkah jauh. Tolong saran untuk saya?

8 Pekerjaan yang Banyak Dibutuhkan di Tahun 2020
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©