Menu

7 Hal yang Perlu Kamu Lakukan Sebelum Mencari Pekerjaan

Mungkin untuk saat ini, menurut kamu yang masih bersekolah atau berkuliah dan menurutmu mencari pekerjaan merupakan hal yang mudah. Tinggal sebar-sebar CV, tunggu dipanggil lalu mengikuti rangkaian tes dan diterima, deh. Apalagi kalau punya IPK tinggi, pasti mencari kerja gampang banget. Hmm... Tapi, ya, gaes, realitanya, mencari kerja nggak segampang itu. Walau pun kamu punya IPK yang tinggi, hal tersebut nggak menjamin kamu untuk cepat mendapatkan pekerjaan. Apalagi kalau kamu nggak punya keahlian tertentu, duh.

Saya punya teman, ia memiliki IPK di atas 3.5 namun ia membutuhkan waktu sekitar lima bulan untuk mendapatkan pekerjaan. Ketika saya tanya bagaimana ia di kantor, ia bilang bahwa terkadang ia masih sering merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas kantornya. Hmm... Jadi, apakah IPK ini sangat membantumu dalam mencari pekerjaan dan juga dalam mengerjakan tugas-tugas kantormu? Jawabannya adalah nggak. Yap, IPK nggak menjamin itu semua.

Nah, karena IPK nggak menjamin apapun di dunia kerja, kamu harus tahu nih tentang beberapa hal yang harus kamu lakukan sebelum kamu mencari pekerjaan. Hmm... Ada apa saja, ya?

1. Menguasai bahasa Inggris

bahasa inggris

Kamu aware, nggak sih? Di tahun 2019 ini banyak sekali lowongan pekerjaan yang memiliki kualifikasi pekerja yaitu mampu dalam berbahasa Inggris baik itu percakapan atau tulisan? Nah, karena kualifikasi inilah kamu harus mulai belajar bahasa Inggris agar ketika kamu mencari kerja, kamu nggak akan kaget dengan persyaratannya.

Selain itu, banyak dari perusahaan-perusahaan yang menggunakan bahasa Inggris ketika melakukan wawancara. Nggak hanya dalam wawancara, kalau kamu ikutan berbagai program percepatan karir, kamu akan mengikuti apa yang namanya tes LGD atau FGD. Hah? Apa tuh, LGD dan FGD? LGD adalah Leaderless Group Discussion dan FGD adalah Focus Group Discussion. Kedua tahapan seleksi ini ialah ketika kamu dipasangkan oleh dua orang atau lebih untuk membicarakan suatu tema dan mencaritahu bagaimana solusi dari tema tersebut. Hal yang perlu kamu ingat, LGD dan FGD ini, biasanya, menggunakan bahasa Inggris, gaes. 

2.  Menguasai microsoft office

Ketika kamu bekerja, bisa dibilang sahabatmu ialah microsoft office. Bagaimana tidak? Dari pagi hingga sore, kamu akan bekerja di depan laptop dan mengoperasikan microsoft office. Biasanya di berbagai perusahaan, kamu akan menggunakan microsoft outlook untuk bertukar email. Nah, kamu harus mengerti, nih, cara menggunakan microsoft outlook.

Selain itu, kamu juga harus mengerti cara menggunakan berbagai microsoft office seperti word, excel dan powerpoint. Biasanya, kamu akan lebih sering menggunakan microsoft excel, jadi kamu harus lebih paham, ya, dalam menggunakan microsoft excel seperti pivot table, filter dan sebagainya.

3.  Ikut Magang dan menjadi sukarelawan

magang

Ketika kamu mengikuti kegiatan magang, setidaknya kamu jadi tahu tentang bagaimana rasanya menjadi seorang pekerja. Meskipun pekerjaan anak magang lebih sedikit dibandingkan para pekerja akan tetapi setidaknya kamu tahu apa yang dikerjakan oleh para pekerja.

Dengan kamu magang, kamu jadi lebih familiar dengan alat-alat yang digunakan untuk bekerja sehingga kamu nggak akan bingung cara menggunakan alat tersebut ketika kamu sudah bekerja.

4. Ikut organisasi

Organisasi merupakan suatu wadah buat kamu mengekspresikan diri, meningkatkan kemampuan dan juga meningkatkan ilmu pengetahuanmu. Di dalam organisasi kamu akan belajar bekerja sama dengan orang banyak, kamu juga akan belajar tentang bagaimana merancang suatu acara, belajar berkomunikasi dan masih banyak lagi.

Nah, organisasi ini bisa juga dikatakan sebagai miniatur dari dunia kerja. Kok, gitu? Iya dong, gaes! Di dunia kerja dan di organisasi kamu akan memiliki tugas masing-masing, kamu juga memiliki tanggung jawab, adanya struktur, tujuan bersama dan sebagainya. Dalam prakteknya, kamu juga akan bekerja sama dengan banyak orang untuk mencapai tujuan bersama.

5. Tingkatkan berbagai skills

skill

Nah, hal yang diperhitungkan ketika kamu melamar pekerjaan ialah skills yang kamu punya. Kamu bisa menulis? Tulis di CV -mu, kamu bisa desain gambar? Tulis di CV-mu juga! Nah, kalau CV-mu penuh dengan keahlian atau kemampuan, HRD mana pun pasti tertarik deh denganmu.

Mau, kan, dianggap menarik oleh para HRD? Maka dari itu, kamu harus tingkatkan skills-mu. Merasa nggak punya skill? Coba cari tahu hal yang kamu suka. Kalau kamu suka membaca? Coba perluas hobimu dengan menulis. Kamu suka bikin gambar? Perluas hobimu dengan belajar menggunakan perangkat komputer!

6. Cari tahu bagaimana cara menjawab dan juga sifat yang baik dalam wawancara

Wawancara merupakan tahap yang gampang-gampang susah menurut saya. Awalnya memang terasa gampang dalam menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh para pewawancara akan tetapi setelah wawancara selesai, susah sekali lolos untuk ke tahap selanjutnya.

Nah, kalau seperti itu, berarti ada beberapa dari jawabanmu yang nggak memuaskan bagi para pewawancara. Atau malah, jangan-jangan perilaku dan sifatmu lagi yang nggak disukai dari si pewawancara. Duh, sebelum diwawancara, ada baiknya kamu cari tahu dulu, ya, bagaimana, sih, wawancara yang baik dan benar.

7. Latihan soal-soal psikotes

Saya masih ingat sekali, hal yang bikin saya lelah dan selalu saya takutkan dalam tes psikotes ketika saya mencari kerja ialah bagian kraepelin atau pauli. Pernahkah kamu dengar, gaes? Kalau belum pernah dengar, kraepelin dan pauli adalah semacam tes psikotes untuk mengetahui daya tahan kerja dibawah tekanan, kecepatan, ketelitian dan ketekunan.

Nah, tes kraepelin dan pauli tuh kayak gimana, sih? kedua tes ini mengharuskan kamu menghitung deretan angka di kertas yang cukup besar. Bedanya, kalau kraepelin dimulai dari bawah dengan istruksi "pindah" untuk pinsah ke deretan sebelahnya, kalau pauli kamu harus menghitung deretan angka dengan instruksi "garis" untuk kamu menggaris angka terakhir yang sedang kamu hitung.

***

Nah, sebelum kamu mencari pekerjaan, tolong perhatikan terlebih dahulu, ya, delapan hal di atas agar kamu nggak kaget ketika kamu mencari pekerjaan. Dengan memperhatikan kedelapan hal di atas pun dapat membantumu dalam mengerjakan tugas-tugas kantormu kelak.

Baca juga:

Surat Lamaran Kerja Ini Membuat Si Pelamar Langsung Diterima Kerja… Tanpa Wawancara!

Gosipin Soal "Kids Jaman Now" di Dunia Kerja - Jangan Lakukan Ini Saat Melamar Kerja!

Perubahan Dunia Kerja Zaman Old VS Zaman Now dan Bagaimana Generasi Muda Menghadapi Tantangan Dunia Kerja

(Sumber gambar: ied.eu, liputan6.com, tribunnews.com, ottoworkforce.nl)

LATEST COMMENT
Gioabi Fashar | 15 jam yang lalu

siapa bilang gk bisa? yg ada di jurusan arsitektur itu gk ada itung2an dan jurusan arsitektur juga bukan cuma soal gambar. Jurusan arsitektur harus jago problem solving tapi bukan berarti harus jago matematika

5 yang harus Kamu Persiapkan Sebelum Masuk Jurusan Arsitektur
Nancy Tasia Sopaheluwakan | 1 hari yang lalu

Min , saya mau nanya kalau misalnya kita dari semester 1 dan 2 tidak masuk kuliah , apakah di semester 3 kita masih bisa masuk kuliah atau tidak ?

Strategi Mengisi KRS: Memilih Mata Kuliah dan Menentukan Jumlah SKS
Dibuat dan dikembangkan di Jakarta, Indonesia Hak Cipta Dilindungi 2015 - 2019 Youthmanual ©